(15/7/18) Muhammad Tri Ardiyanto

Assalammualaikum sahabat as shidiq aqiqah.

Seperti yang telah diketahui bahwa hari Raya Idul Adha   telah ditetapkan oleh pemerintah pada 22 Agustus 2018, banyak dari kita pasti sudah mulai berburu hewan-hewan qurban baik itu sapi ataupun kambing. Apalagi sekarang sudah banyak lahan lapak penjualan hewan-hewan qurban mulai bertebaran di sudut-sudut kota. Nah, tidak ada salahnya kita mulai mencari tahu kriteria hewan yang layak untuk menjadi tanda wujud cinta kasih kepada Allah Subhanallahu ta’ala.

Berikut adalah kriteria-kriteria hewan yang layak untuk diqurbankan :

1.Hewan Qurban

Kita harus tahu dahulu bahwa hanyalah bahimul an’am, yaitu hewan ternak berupa unta, sapi, kerbau, domba atau kambing yang sah dijadikan kurban. Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala yang berbunyi :

“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah),” (Al Hajj : 34)

2. Perhatikan Kriteria Umur

Kriteria hewan qurban dapat dilihat dari aspek umur dan fisik. Para ulama berpendapat bahwa hewan qurban yang akan disembelih sebagai qurban hendaknya memenuhi kriteria umur sebagai berikut :

  • Domba berusia 6-7 bulan berdasarkan madzhab hanafi dan hambali. Sementara Mazhab maliki dan syafii domba berusia lebih dari setahun, memasuki tahun kedua.
  • Kambing berusia 1 tahun dan telah memasuki tahun ke 2 (Hanafi dan Hanbali). Sedangkan sapi atau kerbau telah berusia 3 tahun yang telah berusia tahun ke 2, memasuki tahun ke 3. Sementara untuk unta ialah ialah yang telah berusia 5 tahun, memasuki tahun ke 6.
  • Menurut Mazhab Maliki, usia kambing disunnahkan 1 tahun, sedang sapi/kerbau 3 tahun dan unta telah 5 tahun.
  • Menurut Mazhab Syafii, Kambing dan sapi  yang telah berusia 3 tahun, sedang unta telah berusia 5 tahun, memasuki tahun ke enam.

Tapi bila tidak didapati hewan qurban berdasar kriteria tersebut maka boleh berkurban dengan menyembelih hewan yang masih muda umurnya. Hal ini berdasar Hadits Rasul yang berbunyi :

“Sembelihlah hewan qurban musinnah (yang telah berumur). Apabila kalian tidak mendapatkannya maka sembelihah jadza’ah (yaitu hewan yang umurnya kurang dari setahun” (HR Muslim, Shahih Muslim No 1963)

3. Dari segi fisik hewan qurban

Dari segi fisik hewan qurban dapat diklasifikasikan dalam tiga kriteria sebagai berikut :

Yang dianjurkan, ialah sebagai berikut : Hewan yang terbaik dan tidak cacat, seperti domba yang gemuk dan bagus bentuknya.

Yang dimakruhkan, yaitu sebagai berikut : cacat ringan seperti luka pada telinganya, tanduknya dan semisalnya.

Yang diharamkan yaitu sebagai berikut : Yang jelas kecacatan fisiknya secara permanen seperti buta, pincang, dan terlalu kurus.

Bahkan Rasul sendiri menegaskan larang untuk berkurban dengan hewan yang cacad dalam sebuah hadits yang berbunyi :

Dari Al Bara’ bin ‘Azib radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berdiri di tengah-tengah kami dan berkata, “Ada empat cacat yang tidak dibolehkan pada hewan kurban: (1) buta sebelah dan jelas sekali kebutaannya, (2) sakit dan tampak jelas sakitnya, (3) pincang dan tampak jelas pincangnya, (4) sangat kurussampai-sampai tidak punya sumsum tulang.” Dikeluarkan oleh yang lima (empat penulis kitab sunan ditambah dengan Imam Ahmad). Dishahihkan oleh Tirmidzi dan Ibnu Hibban.

Selain itu juga hewan qurban yang sehat dapat dilihat dari ciri fisik lainnya seperti . Tekstur gigi yang terlihat masih baik, dan postur sapi yang tegak saat berdiri. Kesehatan sapi juga bisa dilihat dari kotorannya. Dimana sapi yang sehat akan mengeluarkan kotoran yang padat, sementara sapi yang kurang sehat feses-nya berbentuk cair karena mencret.

Nah, Itulah  tips-tips dalam memilih hewan qurban dalam  yang telah kami rangkum… Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. Insya Allah…

Referensi

Hidayat, Adi. 2014. “Tuntunan Praktis Idul Adha Dari Uraian Sunnah Hingga Uraian Hikmah”. Quantum Akhyar Institute : Bekasi.