(7/8/18) Muhammad Tri Ardiyanto

Assalammualaikum ayah bunda sahabat as shidiq Aqiqah.

Pada artikel kali ini as shidiq aqiqah akan membahas faedah-faedah mengazankan bayi  pada telinga kanannya di dalam islam yang mungkin masih belum banyak diketahui oleh masyarakat luas.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Rafi,

Aku melihat Rasulullah shalallahu A’alaihi Wasallam menyerukan adzan di telinga Al Hasan Ibnu ‘Ali saat baru dilahirkan oleh ibunya Fathimah.” (HR Abu Dawud , Kitabul Adab No  5105 dan Tirdmizi Kitabul Adhaani No 1514, Tetapi Sanadnya terhadapat Ashim Ibnu Abdullah yang berpredikat Dhai’f, sedang perawi lainnya tsiqah. Hadis ini mempunyai bukti yang menguatkan melalui Ibnu Abbas yang diriwayatkan oleh Baihaqi dalam Syu’abul Imannya)

Dalam kitab Tuhfatul Maududnya, Ulama kita, Ibnu Qayyim Rahimahullah mengatakan bahwa rahasia dilakukannya adzan dan iqamah ditelinga bayi yang baru lahir mengandung harapan yang optimistis agar mula-mula suara yang terdengar oleh sang bayi adalah seruan adzan yang mengandung makna keagungan dan kebesaran Allah serta syarat syahadat yang menjadi syarat utama bagi seseorang yang baru masuk islam. Dengan demikian, tuntunan pengajaran ini menjadi perlambang islam bagi seseorang saat di lahirkan ke alam dunia. Hal yang sama dianjurkan  pula agar yang bersangkutan dituntun untuk mengucapkan kalimat tauhid ini saat sedang meregang nyawa. Tidaklah aneh  bila pengaruh adzan ini dapat menembus kalbu sang bayi dan mempengaruhinya meskipun perasaan bayi yang bersangkutan masih belum dapat menyadarinya.

Sudah kita maklumi semua bahwa setan akan lari terbirit-birit manakala mendengar suara adzan. (Dalam Hadits Muslim No 582) Karenanya, setan yang berupaya menganggunya akan mendengar kalimat yang paling dibenci olehnya saat sang bayi menginjakkan kakinya dimuka bumi.

Perlakuan ini menerangkan akan kepedulian nabi terhadap aqidah tauhid yang harus ditanamkan secara dini dalam jiwa sang anak dan sekaligus untuk mengusir setan yang selalu berupaya menganggu sang bayi semenjak kelahirannya dan memulai kehidupan barunya di alam dunia.

Demikian pula setan selalu memukul bayi saat baru dilahirkan,  Abu Hurairah Rahimahullah  pernah mendengar Rasulullah Shalallahu A’alaihi Wasallam bersabda,

“Tiada seorang anak Adam pun yang baru dilahirkan, melainkan setan menyentuhnya saat kelahirannya hingga ia menangis karena sentuhan setan itu, kecuali Maryam dan putranya (HR Bukhari, Kitab Alhaditsul Anbiya No 3177)

Ibnu Abbas Rahimahullah mengatakan bahwa tiada seorang bayi pun yang baru dilahirkan melainkan pasti menangis kecuali Nabi Isa, Putra Maryam, dan bayi itu menangis karena perutnya diperas oleh setan sehingga si bayi menjerit (Dalam Ad Darimi Hadits No 2999). Dengan demikian adzan yang diserukan menjadi “counter attack” terhadap setan yang selalu berupaya sekuat tenaganya untuk merusak keturunan Adam dan menghancurkan generasinya.

Singkatnya, Adzan yang dikumandangkan pada si kecil tersebut akan menjadi benteng keimanan dalam menghadapi syaiton. Tetapi apakah cukup sampai disini sajakah usaha Ayah dan Bunda untuk menyolehkan/menyolehakan si kecil?

Tentu saja tidak, Ini hanyalah salah satu cara, bukan satu-satunya. Ini hanyalah muqodimahnya saja. Awalan yang baik bagi Ayah dan Bunda dalam mengajarkan nilai-nilai keislaman sejak dini kepada si kecil.  🙂

Semoga apa yang kami sampaikan bermanfaat ya Ayah Bunda.. Insya Allah..

Referensi

Rahman, Jamaal Abdur.2005. ” Tahapan Mendidik Anak Teladan Rasulullah Dalam Sulbi Hingga 3 Tahun, Usia 4 hingga 10 tahun, usia 10 hingga 14 Tahun, Usia 15 hingga 18 Tahun.“Dararuth Thaibah Al Khadhra : Bandung.