6/6/2018 (Muhammad Tri Ardiyanto)

Assalammualaikum, sahabat As Shidiq Aqiqah. Seperti yang kita ketahui bahwa puasa merupakan kondisi dimana seseorang menahan segala hal yang ada pada dirinya, entah itu makan, minum, maupun syahwat. Adakalanya, terkadang kita masih dibingungkan oleh tanda kapan puasa boleh dilakukan. Misalnya, si kecil bertanya sebenarnya apa pengertian imsak? Atau kapan imsak dimulai?Nah, Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, berikut ini merupakan penjelasan yang berhasil kami rangkum mengenai pengertian imsak dan waktu tepat menjalankan puasa.

Pengertian Imsak

Pengertian imsak sendiri diambil dari bahasa Arab yaitu amsaka yumsiku imsak yang berarti menahan. Jadi, dari pengertian menahan, berarti waktu imsak adalah waktu dimulainya untuk menahan segala hal yang membatalkan puasa. Tetapi, di saat imsak masih diperbolehkan untuk makan dan minum, selama belum memasuki waktu subuh. Sayangnya, secara istilah yang umum dipahami mengenai pengertian imsak adalah saat seseorang harus memulai untuk berhenti makan sahur agar tidak terlewat hingga masuk subuh. Pengertian tersebut kuranglah tepat.

Sama dengan penjelasan mengenai pengertian imsak di atas bahwa batas mulai puasa bukan masuknya waktu imsak, tetapi yang benar masuknya waktu subuh. Sebagaimana firman Allah Ta’ala di dalam Al-Quran:

“Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri`tikaf dalam masjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.” (QS Al-Baqarah: 187)

Sehingga  sesuai pengertian imsak ini, asalkan belum masuk waktu shubuh, kita masih boleh makan, minum dan melakukan hal-hal lainnya. Tidak ada ketentuan kita sudah harus imsak sebelum masuknya waktu shubuh. Sebab batas mulai puasa itu bukan sejak ‘imsak’, melainkan sejak masuknya waktu shubuh.

Lalu bagaimana ketika kita hendak berpuasa tetapi waktunya sangat mepet dan sudah memasuki awal imsak? Sesuai dengan pengertian imsak di atas, jika kita bangun untuk makan sahur tapi waktu sudah sangat dekat dengan waktu adzan subuh baik radio, masjid, serta televisi sudah menyatakan imsak, tidak usah khawatir. Karena sebenarnya kita masih punya waktu 10-15 menit lagi untuk makan sahur. Manfaatkanlah waktu itu dengan makan dan minum secukupnya. Pergunakanlah 10 menit itu untuk makan sahur agar puasa di siang hari tidak akan terasa berat.

Diriwayatkan oleh Ahmad dalam musnadnya, bahwasannya Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda, (“Ummatku senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka dan melambatkan sahur,” H.R. Imam Ahmad dari Abu Zarr r.a.).

Ketentuan waktu imsak sebagai ihtiyath (kehati-hatian) ini didasarkan hadis Rasul yang diriwayatkan dari Sayyidina Anas: Sayyidina Zaid bin Tsabit r.a. berkata, “Kami telah makan sahur bersama-sama Junjungan Nabi Saw., kemudian baginda bangun mengerjakan salat. Sayyidina Anas bertanya kepada Sayyidina Zaid, ‘Berapa lamanya antara azan (Subuh) dengan waktu makan sahur itu?’ Dia menjawab, ‘Sepadan dengan waktu yang dibutuhkan untuk  membaca 50 ayat.’”

Hadis ini menunjukkan bahwa jarak atau interval waktu antara bersahurnya Rasul  dan azan Subuh adalah kira-kira 50 ayat. Itu artinya Rasul saw. tidak lagi makan sahur sampai berkumandangnya azan subuh. Pada redaksional hadis disebutkan secara jelas bahwa Rasul saw. bersahur dan berhenti kira-kira waktu yang dibutuhkan untuk membaca 50 ayat Alquran sebelum masuk waktu subuh. Inilah yang dipahami oleh para ulama kita, sehingga menetapkan sunnah berimsak sekitar waktu yang dibutuhkan untuk pembaca 50 ayat Alquran tersebut yang diperkirakan setara dengan 10–15 menit.

Itulah sekelumit penjelasan mengenai pengertian imsak. Semoga dengan jelasnya pengertian imsak baik dari segi bahasa dan waktu yang tepat ketika berpuasa dapat membuat kita lebih paham dan tidak melampaui batas dalam beribadah.

Jadi, Terang bahwa konsep imsak yang ada di masarakat Indonesia ini lahir dari sikap kehati-hatian dalam mengamalkan agama. Bukankah ini sebuah sikap antisipatif dan langkah smart tanpa keterlaluan. Adapun kata imsak sendiri memang dipinjam oleh masarakat Indonesia dari bahasa Arab. Kata ini sanggup diganti dengan kata lain tergantung consensus masarakat. Tetapi konsepnya tetap sama.

Wallahualam bisawab.