(4/12/18)

Hal yang paling nikmat itu adalah numpang mulia di rencana besar Allah ta’ala

Hal yang paling sia-sia itu adalah melawan skenario Nya.

Siapa yang tak kenal sahabat nabi yang bernama Bilal? Ia adalah salah seorang sahabat termahsyur sepanjang masa berkat “numpang” mulia dalam rencana besar Allah.

Bayangkan apabila Bilal seperti Abu Jahal ataupun Abu Lahab yang menentang skenario besar Allah menurunkan risalah akhir zaman, tentu dia akan mati sebagai budak biasa yang tidak akan dikenang hingga saat ini.

Demikian pula Al Fatih, beliau menjadi mulia karena “menumpang” bisyarah penaklukan konstantinopel. Sebagai manusia, beliau tinggal beriktiar semakmisal mungkin saja. Sebab penaklukan konstantinopel merupakan kepastianNya.

Kalau sekarang kita juga ingin “numpang” mulia seperti mereka tinggal pelajari saja skenario Allah di zaman sekarang.

Sesuai sabda Rasulullah bahwa ada 5 fase Akhir zaman yang umatnya harus hadapi

Masa kenabian, sudah

Masa Khulafahur Rasyidin, sudah

Masa Pemerintahan Islam Berbau Kerajaan, Sudah

Masa Pemerintahan Yang Diktator, Sedang terjadi

Masa Kembali Pada Khilafah, Belum

Tugas kita tinggal larut saja dalam skenario besar tersebut. Tugas kita tinggal berikitiar semaksimal mungkin dan memaksimalkan peluang-peluang yang Allah berikan pada kita. Selebihnya, Allah yang akan membukan jalan untuk kita. Skenario besar Nya akan menggilas siapapun yang menistakan ataupun menghalagi. Hal itu sudah banyak terbukti…

Tertarik Mau ikut? buruan mumpung masih ada seat kosong 🙂

Referensi

Riw, Doni. 2018. “Beyond Radical”. Artciv : Yogyakarta.