Assalammualaikum Warahtullahi Wabarakatuh, Sahabat As Shidiq Aqiqah…

Sering merasa tetangga yang beli AC kita yang kedinginan?  Tetangga yang dapat rezeki kita yang pusing? Tetangga yang mendapatkan nikmat kita yang meriang? Berhati-hatilah dengan adanya indikasi penyakit hasad dalam diri kita. Ulama kita Ibnu Taymiyah mengatakan bahwa  “Hasad adalah membenci dan tidak suka terhadap keadaan baik yang ada pada orang yang dihasad.” (Majmu’ Al Fatawa, 10: 111). Singkatnya Hasad itu susah melihat orang lain senang dan senang melihat orang lain susah.

Lalu apa itu ghibtah? Imam An-Nawawi rahimahullah mengatakan, “Ghibtâh adalah ingin mendapat kenikmatan sebagaimana yang diperoleh oleh orang lain dengan tanpa mengharapkan nikmat tersebut musnah darinya. Jika perkara yang di ghibtâh tersebut adalah perkara dunia, maka hukumnya adalah mubâh (boleh). Jika perkara tersebut termasuk perkara akhirat, maka hukumnya adalah mustahab (sunnat), dan makna hadits di atas adalah tidak ada ghibtah yang dicintai (oleh Allah Azza wa Jalla) kecuali pada dua perkara (yang tersebut di atas) dan yang semakna dengannya”. Al-Minhâj Syarhu Shahîh Muslim Ibnul Hajjâj (Juz. 6/ Hlm. 97. Cet.2 – Dâr Ihyâ’ Turâts al-Arabi – Beirut).

Sebagai contoh misal Jika sahabat melihat ada tetangga yang membeli mobil misal dan berharap agar mobilnya tersebut lenyap maka ketahuilah bahwa itu adalah penyakit hasad. Tetapi jika sahabat melihat ada tetangga yang membeli mobil kemudian sahabat berharap Allah juga memberikan rezeki yang semisal pada sahabat tanpa berharap nikmat itu lenyap itu adalah ghibtah. Sifat seorang mukmin itu adalah ghibtah bukan hasad.

Bahaya Hasad

Apakah bahaya sifat hasad dalam diri seseorang? Patut diketahui bahwa penyakit itu ada jenisnya. Yakni penyakit yang dapat menjadi penggugur dosa yakni seperti demam, kanker, tumor dan penyakit hati   seperti hasad (dengki) dll yang dapat menjadi penggugur amal saleh. Dalam dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda,

“Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya, melainkan Allah akan mengugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti pohon yang mengugurkan daun-daunnya.” [HR. Bukhari dan Muslim]

Demikian jelas bunyi hadits diatas bahwa penyakit jasmani dapat menjadi tiket sebab kita memasuki surgaNya sedangkan penyakit hati seperti hasad dapat menjadi tiket kita memasuki nerakaNya. Dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda,

“Jauhkanlah (oleh kamu) dengki (hasad) kerana ia akan memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.” – (HR. Abu Daud)

Allah tidak marah apabila kita memiliki sakit jasmani tapi Allah baru murka jika kita memiliki penyakit hati dalam diri kita. Dan penyakit hasad sebagai contohnya.