(11/12/18) Muhammad Tri Ardiyanto

Assalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Sahabat As Shidiq Aqiqah.

 

Tak jarang seseorang yang telah menjadi mualaf dan ingin menikah dengan seorang muslim justru terbentur oleh restu orang tuanya yang nonmuslim. Nah, bagaimana jika hal seperti itu terjadi?

Bolehkah mualaf tersebut menikah tanpa restu? Atau, bolehkah dia menyembunyikan status pernikahannya untuk meredam permusuhan yang mungkin terjadi dengan keluarganya?

Ada beberapa syarat yang harus diperhatikan siapa yang berhak menjadi wali si wanita :

1.Yang menjadi wali harus memiliki kesamaan agama yakni beragama islam. Non muslim tidak bisa menjadi wali bagi si muslimah walaupun itu adalah ayahnya sendiri.

2. Urutan orang yang berhak menjadi walinya adalah ayahnya, jika ayahnya tidak memenuhi syarat maka perwalian itu dapat pindah ke kerabat dari ashabah yang terdekat dari jalur ayah, seperti kakek, saudara laki-laki dan paman. (Lebih lengkap) Dan jika dari jalur ini tidak ada juga yang memenuhi syarat maka dapat diwakilkan dengan wali hakim (Pejabat KUA)

Dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda,

“Tidak ada nikah kecuali dengan wali dan sultan atau pemerintah merupakan wali bagi orang yang tidak memiliki wali” (HR Ahmad)

Ibnu Qudamah rahimahullah berkata, “Adapun orang kafir, tidak dapat menjadi wali bagi wanita muslimah walau bagaimanapun, berdasarkan ijmak para ulama. Di antara mereka adalah Malik, Syafii, Abu Ubaidah dan Ashhaburra’yi. Ibnu Munzir berkata, ‘Telah sepakat dengan pendapat ini orang yang kami ketahui dari ahli ilmu.” (Al-Mughni, 9/377)

Dalam sebuah ceramahnya, Ustadz Abdul Somad pernah ditanya oleh jamaahnya. ” Muallaf ingin menikah, apakah perlu izin orangtuanya yang non muslim?”

“Kalau mereka (orang tua yang kafir tersebut) memaksamu menyembah tuhan mereka jangan kau ikut.  Tapi untuk urusan dunia tetaplah menyambung silahturahmi. Masalah dia setuju atau tidak setuju itu urusan dia ” Ujar Ustadz Abdul Somad.

Demikian tulisan kami pada hari ini semoga bermanfaat…

wassalamu a’alikum warahmatullahi wabarakatuh,

Referensi1

Referensi2

Referensi3

Video