(03/09/18) Muhammad Tri Ardiyanto

Lagi dan Lagi, tak bosan bosannya aku mengingatkanmu.

Wahai engkau yang mengaku “mencintai” NKRI .

Pernah engkau berpikir bahwa kata “cinta” yang engkau ungkapkan itu berbanding lurus dengan apa yang engkau lakukan?

Wahai engkau yang mengaku “cinta” NKRI, Apakah engkau tak sadar bahwa yang engkau lakukan tak ayalnya seperti Abu Lahab  yang menghalang halangi risalah yang dibawa oleh Nabi Muhammad?

Tak sadarkah engkau bahwa Abu Lahab yang telah mati itu sedang berenkarnasi dalam jiwamu?

 

Wahai engkau yang mengaku “mencintai” NKRI.

Apakah kau lupa  dua asisten yang tak akan pernah beristirahat  untuk menulis segala amal yang engkau perbuat?

Dari catatan mereka kelak segala perbuatan yang engkau lakukan akan ditampakkan di Yaumul Hisab.

Wahai engkau yang mengaku mencintai “NKRI”, Pernahkah engkau mendengar Firman Allah Ta’ala yang berbunyi

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggung jawabnya.” (Q.S Al Isra Ayat 36)

 

Wahai engkau yang  mengaku “mencintai” NKRI, pernahkah engkau mencari tahu, menyimak dan merenungi risalah-risalah yang dibawa oleh saudaramu itu?

Sudah kau mengenal istilah tabayyun dalam agama kita?

Dan Kalaupun engkau sudah mencari tahu, pernah menyimak dan tak sepakat, apakah  engkau pernah berpikir bahwa  tindakan yang engkau lakukan adalah hal yang etis dan bijak?

Bagaimana jika ternyata yang engkau lakukan selama ini salah ?

Siapkah engkau apabila Allah menempatkanmu bersamaan dengan Abu Lahab di akhirat kelak?

 

Akhir kata, Aku hanya ingin mengingatkanmu wahai engkau…

Bahwa hidup ini adalah pilihan

Kita tak ayalnya seperti actor/aktris film didunia ini

Diberi pilihan untuk menjadi tokoh protagonist atau antagonis

Tapi ingat  semua ada konsekuensinya