(23/7/18) Muhammad Tri Ardiyanto

Jakarta, Asshidiqaqiqah – Jagat dunia dakwah Indonesia sedang heboh saat ini. Salah satu ustad muda Indonesia yang terkenal dikalangan para remaja muslim Indonesia, Ustad Hanan Attaki diterpa Isu “Murtad” karena  salah satu ceramahnya. Dalam ceramahnya tersebut beliau dianggap melecehkan Istri Rasulullah, Aisyah dengan menggunakan istilah “Cewe Gaul” dan Nabi Musa dengan istilah “Preman” para Nabi.

Setelah ditelusuri,  Akar permasalahan ini akibat unggahan ceramah di youtube, dimana ada salah satu jamaah yang mengajukan pertanyaan terhadap Ustad Zulqarnain Muhammad Sanusi dengan pertanyaan ,”Ustad Apa hukumnya bila ada yang mengatakan Istri Aisyah Anak Gaul dan Nabi Musa “Preman” Para Nabi?” Ustad Zulqarnain pun menjawab, “Naudzububillah, Jumahur Ulama sepakat siapa yang mengolok-ngolok mereka murtad hukumnya.”

Akibat Video Unggahan  Tanya Jawab tersebut, munculah isu bahwa Ustad Hanan Attaki dicap sudah “Murtad”.

Bagaimana Menyikapinya?

Benar apa yang dikatakan  Ustad Zulqarnain yang mengolok-ngolok istri nabi dan para nabi hukumnya murtad. Tapi ada hal yang patut digaris bawahi bahwa ada konteks yang berbeda dalam menyikapi pertanyaan ini. Mengapa? Karena konteknsya berbeda. Jika dilihat secara utuh penulis berhusnudzon bahwa  pasti Ustadz Zulqarnain akan memberikan pendapat yang berbeda. Karena posisi Ustad Zulqarnaen tidak dalam melihat konteks secara utuh. Tetapi Ustad Zulqarnain pun juga tidak salah. Beliau hanya korban “keisengan” jamaah yang Waallahualam apa tujuannya dalam mengajukan pertanyaan tersebut kepada beliau. Pertanyaan yang bukan justru menimbulkan ketakwaan bagi si penanya tetapi malah menimbulkan permasalahan, menurut penulis.

Jika aktif mengikuti kajian dan sepak terjang beliau dalam dunia dakwah,  beliau dalam dunia dakwah cukup berhasil  meng-ihya ulumuddikan (menghidupkan kembali ajaran-ajaran islam) para pemuda Indonesia, yang dimana saat ini banyak umat islam kehilangan rasa ghirah/sense of belonging/rasa memiliki terhadap agamanya sendiri karena digerogoti oleh perkembangan zaman.

Manusia itu tergantung Zaman, Zaman tergantung arus yang mendominasi. Jika Baik Arus dominasinya, Baik Zamannya, Baik Juga Manusianya.

Kutipannya yang terkenal yaitu “Banyak Maen, Banyak Manfaat, Banyak Pahala.. Sedikit Dosa” pun juga menjadi inspirasi tersendiri bagi para pemuda muslim Indonesia. Sebut saja Natta Reza seorang seorang selebgram muslim terkenal Indonesia yang memiliki banyak fans dari kaum hawa ini,  mengakui bahwa Ustad Hanan Attaki memiliki pengaruh besar terhadap nilai keislaman diri ia. Ia juga memberikan dukungan terkait isu kontroversial yang sedang menerpa Ustad Hanan Attaki. Berikut postingannya:

  • Beliau adalah sosok yang sangat luar biasa,cukup berpengaruh dalam proses perubahan diri serta pematangan sikap dalam melangkah kepada tahapan “ibadah pernikahan” saya dan istri.
    .
    Konsep pendekatan dakwah yang ringan telah menyentuh setiap hati anak anak muda,membuka pemahaman kami tentang kebaikan,mendorong untuk satu perubahan positif di tengah gejolak hancur nya generasi saat ini.
    .
    Bahasa yang ringan dengan frekuensi suara yang unik serta pemilihan diksi yang santai cukup efektif membantu kami khusus nya anak anak muda yang tidak paham ini,menggambarkan detail detail keadaan pada setiap kisah kisah para sahabat yang beliau sampaikan,hingga kami dengan mudah dapat memahaminya.
    .
    Adakah hal atau nilai positif yang saya dapat kan??jelas,,karna tujuan saya memang mencari nilai positif nya,
    Jikalau “mencari nilai negatif” maka itu pula yang akan saya dapat kan.
    .
    Dari kejadian dengan ustad hanan saya bisa menyerap satu lagi nilai positif,
    “Bahwa Ilmu letak dan posisinya satu tangga di bawah adab”,karna kalo adab nya gak ada maka ilmu tinggi tak akan ada gunanya,malah akan menjadikan aku seorang yang “biadab”.
    Ilmu tanpa adab akan menjadi ku seorang yang biadab.
    .
    .
    Mari sama sama kita menjaga tali persatuan serta ukhuwah islamiah kita.jangan jadikan saudara mu musuh bagi mu.Semoga Allah melindungi kita semua aamiin.
    .
    Temen temen yang suka dengerin ceramah nya ustad hanan siapa aja?apa pendapat kalian?
    ?

Berlakulah Fair

Dalam hal ini kita haruslah berlaku fair, Dalam unggahan Instagramnya Ustad Oemar Mita mengatakan,

Ada sebuah kaidah fiqih yang harus kita ketahui, yang berbunyi “Maqoosiqul Lafdzi” artinya Setiap ucapan yang keluar tidak boleh dihukumi sampai kita bertanya niat yang si mengucapkan. Hari ini kita digegerkan dengan ucapan yang langsung kita hakimi langsung. Kita vonis dengan berbagai macam vonis-vonis yang menyakitkan. Padahal kita tidak pernah bertanya niat  ketika menyampaikan itu. Saya mengenal beliau sebagai orang yang shaleh, yang baik, track recordnya adalah orang yang berkhidmat pada dakwah. Tak ada yang saya lihat dalam kehidupan beliau kehidupan mencela syariat. Oleh karena itu ketika ada orang yang sibuk mencela beliau, pertanyaan saya adalah, apakah anda sudah mengenal beliau? sudahkah bertemu beliau? dan yang paling penting apakah anda sudah bertanya tentang niat yang ada didalam hatinya sebelum menghukuminya?

Klarifikasi Ustad Hanan Attaki

Ustadz Hanan Attaki mengklarifikasi terkait ceramahnya yang mengatakan bahwa Nabi Musa adalah premannya para Nabi. Founder Shift ini mengaku dirinya keliru dalam memilih diksi.

Tidak ada sedikitpun unsur kesengajaan untuk menghina atau mencela Nabi Musa dan para anbiya,” ujarnya, melalui akun Instagram pribadi miliknya, dikutip Sabtu (21/7/2018).

Ustadz Hanan menambahkan bahwa jika para pendengar menyimak ceramahnya secara keseluruhan, jelas bahwa dirinya sedang berbicara tentang kehebatan Nabi Musa dari sisi tenaga atau fisiknya.

Hanya, saya keliru memilih istilah preman, yang saya pikir istilah itu untuk kekuatan fisik, bukan untuk menggambarkan image atau moralnya,” sambung Ustadz Hanan.

Untuk itu, saya mengucapkan jazakumullah khair untuk teman-teman semuanya. Astagfirullah atas kesalahan ini. Mohon maaf atas kesalahpahaman ini,” tandasnya.

Dia berharap, kejadian ini tidak melebar kemana-mana. Apalagi sampai ada tuduhan, yang menyebut kalau dirinya telah murtad.

Naudzubillahi min dzalik, karena murtad itu bukan sesuatu yang mudah untuk menuduhkan kepada orang lain,” pungkasnya

Analisa Penulis

Sebagai salah seorang yang cukup aktif mengikuti kajian-kajiannya melalui youtube. Penulis melihat hal yang dilakukan oleh Ustad Hanan Attaki bukan bermaksud untuk mencela istri Rasulullah ataupun para nabi. Yang penulis perhatikan apa yang beliau lakukan merupakan bentuk usaha/ijtihad beliau, untuk menyampaikan nilai-nilai ajaran islam dengan bahasa dan perumpaamaan-perumpamaan yang mudah untuk dicerna oleh akal. Allah Ta’ala berfirman :

Kami tidak mengutus seorang rasulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka.. (Surat Ibrahim : 14)

Rasulullah Shalallahu A’alaihi Wassallam bersabda,

Berbicaralah dengan manusia sesuai dengan kadar akal/pengetahuan mereka’(Diriwayatkan oleh Al-Bukhaariy no. 127.)

Karena kadar akal pemahaman antara yang menyampaikan dan yang menerima penyampaian adakalanya berbeda.  Otomatis tidak bisa disegeramkan. Misalkan saat kita ingin mendakwahi tukang becak. Pasti akan terasa sulit bukan si tukang becak menerima dakwah yang kita sampaikan jika kita menggunakan  gaya bahasa diatas mimbar atau gaya bahasa kitab – kitab ulama yang perlu penalaran yang kuat dalam memahaminya?

Ada saat dimana dakwah justru sampai ke  akal dan hati umat dengan gaya bahasa obrolan sehari-hari.

Mengutip Ucapan Ustad Khalid Basalamah,

Karena Wahyu Allah berbicara langsung dengan hati manusia. Yang merupakan mahkota dalam diri mereka. Yang akhirnya membuat mereka berubah

Bagaimana wahyu dapat menyentuh hati si empunya jika kita tidak pandai dalam memilih bahasa yang digunakan saat berdakwah? pasti kita memerlukan kecerdasan dalam mengurai Wahyu Allah sehingga sampailah apa maksud yang ingin disampaikan.

Nah! Semoga apa yang kami sampaikan bermanfaat. Semoga Allah akan selalu menjaga kesatuan kita sebagai umat islam. Insya Allah…