anak-puasa

Berpuasa dibulan Ramadhan adalah salah satu kewajiban yang diperintahkan oleh Allah SWT bagi umat Islam. Bahkan ibadah yang mulia ini merupakan salah satu diantara 5 rukun islam lainnya.

Kemuliaan puasa Ramadhan ini menjadikan para orang tua memiliki keharusan untuk melatih anaknya untuk berpuasa Ramadhan. Bahkan, didalam Al-quran dan Hadist juga ditunjuka bahwa orang tua memiliki kebajiban untuk mendidik, melatih dan membiasakan anak-anaknya untuk beribadah, termasuk berpuasa Ramadhan pastinya.

Namun perlu kita perhatikan bahwa belum ada kewajiban berpuasa bagi anak-anak, sehingga sebagai orang tua, tugas kita bukan mewajibkan anak kecil untuk berpuasa, melainkan mendidik anak untuk berpuasa.

 Berikut adalah  tips yang dapat digunakan untuk megajarkan anak-anak untuk ikut berpuasa :

  1. Orang tua dapat membagi tahapan puasa sesuai dengan kondisi dan kemampuan anak. Misalnya, puasa dari waktu Subuh sampai dengan waktu Zuhur, kemudian dilanjutkan atau ditingkatkan mulai saat Subuh sampai dengan waktu Asar. Kemudian, setelah dirasa mampu, dapat ditingkatkan sampai tahap puasa sempurna, yaitu dari mulai waktu Subuh sampai dengan Magrib.
  2. Selain itu, hal yang perlu diperhatikan adalah hendaknya orangtua membantu mencari kegiatan dan permainan yang sesuai dengan kondisi tubuh pada saat berpuasa. Sebagai contoh, anak-anak sebaiknya dicarikan jenis permainan yang lokasinya berada di tempat yang teduh, dan dicarikan waktu pada saat sore hari, yaitu menjelang berbuka. Jenis permainan yang menyita tenaga lebih, sebaiknya dihindarkan, karena dapat membuat anak-anak cepat merasa lapar dan haus.
  3. Dengan cara membuatkan mainan untuk mereka, dan mengajak mereka bermain bersama seperti yang dikisahkan kaum Anshar di Madinah saat puasa asy-Syura’. Sebagai contoh, orang tua dapat mengajak anak-anak mereka ke masjid. Namun, meskipun anak telah dianggap memiliki kondisi dan kemampuan yang cukup prima untuk melaksanakan puasa, akan tetapi motivasi dari orang tua sangat diperlukan agar kekuatan dan kemauannya dalam menunaikan puasa itu tetap terjaga.
  4. Memberitahukan kepada mereka bahwa Allah k dan Rasul-Nya n sangat menyenangi anak-anak kecil yang melakukan ibadah puasa. Kemudian, dapat pula diberitahukan kepada mereka adanya balasan bagi orang-orang yang berpuasa, yaitu bahwa Allah k akan membuka pintu surga, khusus bagi hamba-hamba-Nya yang berpuasa, yaitu pintu “ar-Rayyan”
  5. Mengadakan ifthar jama’i (buka puasa bersama), baik dilakukan dalam keluarga maupun pada lingkungan yang lebih besar lagi, yaitu seperti di masjid. Kegiatan ini akan menjadi sebuah kesempatan yang dapat menggembirakan anak-anak dalam melaksanakan ibadah puasa dan sekaligus dapat mempererat rasa persahabatan diantara mereka.
  6. Belajar sambil berlatih, pengetahuan tak akan bermanfaat saat tidak diikuti dengan perilaku. Begitu juga dengan puasa. Menerangkan berbagai macam cara puasa pada anak tak akan lengkap sebelum anda membiarkan mereka mencoba berpuasa. Biarkan anak mencoba menahan haus dan lapar semampu mereka. Sambil berlatih, mereka akan meningkatkan kemampuan untuk bisa berpuasa dengan sempurna.
  7. Libatkan emosi mereka, anak-anak sangat suka melakukan sesuatu yang berkaitan secara emosional dengan mereka. Ini membuat pengajaran melalui hal-hal yang mereka sukai, misalkan permainan atau gambar, akan lebih menarik perhatian mereka. Kita bisa mulai mengajarkan puasa dengan menceritakan kisah-kisah orang yang berpuasa, merayakan Idul Fitri, dan sebagainya.
  8. Beritahukan tujuan berpuasa, anak-anak seringkali bertanya-tanya: “Mengapa kita harus berpuasa?” atau berpikir “Puasa sepertinya tidak berguna.” Sayangnya banyak orang tua yang tak bijak menanggapi pertanyaan dan pernyataan semacam ini.  Beritahukan bahwa tujuan berpuasa adalah untuk mematuhi perintah Allah SWT. Karena berpuasa merupakan kewajiban umat Islam, dan selama bulan Ramadan pahala yang didapatkan umat Islam akan berlipat ganda. Ini akan meningkatkan semangat mereka untuk berpuasa dengan alasan yang benar.
  9. Tekankan ide besarnya, aturan-aturan yang terlalu banyak kadang bisa membuat anak malas sebelum benar-benar memulai berpuasa. Beritahukan saja aturan pokoknya pada mereka. Mereka tak diperbolehkan makan, minum, dan marah. Meski beberapa anak kemungkinan akan makan secara diam-diam, tetapi jangan lantas menceramahinya panjang lebar karena hal ini. Alih-alih memberikan banyak aturan tambahan, katakan saja bahwa Allah SWT selalu mengawasi mereka. Dengan begitu, mereka yang akan menentukan sendiri bagaimana harus berperilaku. Ulangi ide dasar tersebut setiap hari sehingga mereka akan mengingatnya.
  10. Biarkan mereka menentukan, yang tak diketahui oleh orang tua adalah bahwa terkadang anak-anak melihat tanggung jawab dengan cara yang lebih serius dibanding orang dewasa. Karena itu, biarkan mereka yang menentukan. Beri mereka tanggung jawab dan tugas yang berkaitan dengan puasa. Misalkan membantu menyiapkan sahur atau makanan berbuka.
  11. Tunjukkan ketertarikan, anak-anak akan menjadi semakin antusias menyambut Ramadan jika mereka melihat orang tua mereka juga bergembira menyambutnya. Jadi, tunjukkan ketertarikan Anda menyambut Ramadan, dan bagaimana Anda akan menjalani Ramadan dengan penuh suka cita dan antusias. Mereka akan belajar menghadapi Ramadan dengan melihat perilaku orang tuanya. Terlihat antusias menyambut Ramadan juga bisa menjadi motivasi bagi anak untuk melakukan puasa.
  12. Gabungkan pembelajaran dengan kasih sayang, bagaimanapun hasilnya, ingatlah bahwa mereka masih anak-anak dan sedang belajar. Jadi, perlakukan mereka dengan penuh kasih sayang bagaimana pun mereka menjalani puasa mereka. Hargai usaha mereka untuk belajar berpuasa. Katakan bahwa anda bangga dan bahagia melihat mereka bisa berpuasa, meski misalkan saja hanya setengah hari. Ini akan membuat percaya diri Anda menjadi tinggi dan membuat mereka semakin bersemangat untuk memperbaiki puasa mereka.
  13. Memberikan hadiah mainan atau yang selainnya, yang bersifat mendidik dan dapat melupakan anak-anak dari keinginannya untuk berbuka

 

Itulah langkah mudah untuk mengajarkan puasa pada anak Anda. Jangan cepat berputus asa ketika anak belum bisa berpuasa sebagaimana mestinya. Tetap latih anak Anda dengan bimbingan, kasih sayang dan kesabaran.