Anak Yang sudah berumur 5 – 7  tahun sudah perlu kita mulai untuk mengajak anak kita berpuasa dan perlu di ajarkan berpusa. Supaya ketika waktunya mereka wajib menjalankan ibdah pusa mereka  sudah punya pengalaman dan sudah terbiasa.

Dan bagian yang paling berat adalah ketika pusa pertama si kecil , Bayangkan saja , anak yang belum bisa mengatur waktu kapan bermain dan beristirhat, kita minta untuk tidak makan dan minum seharian bayangkan saja !

Tentu nya di perlukan kesabaran mengajarkan anak berpusa. Bagian – bagian kritis  saat  hari pertama puasa ada dau waktu,  waktu yang pertama ya itu ketika jam dua belas, saat matahari panas – panasnya ,waktu keda ya itu antara jam tiga sampai  dengan menjelang berbuka.

Yang perlu kita lakukan adalah menenangkannya dengan mengalihkan perhatian mereka dengan aktivitas lain , misalnya saja jalan – jalan di seputar komplek  atau  kita bisa mengajaknya melakukan aktivitas di sukai oleh anak.

Lalu , bagaimana caranya orang tua  ini membantu anak nya?

Keberhasilan anak berpuasa di pengaruhi dengan suksesnya di hari pertama puasa

  1. Memastikan Anak Makan Sahur

Agar anak-anak kuat menjalankan puasanya, kita tidak boleh mengabaikan waktu makan sahur ini. Awalnya berat memang, membangunkan anak-anak di pagi buta dan mengajaknya makan sahur. Oleh karena itu, agar anak bersemangat, usahakan menyediakan menu yang paling disukai anak, tapi kalau bisa makanan yang hangat dan berkuah agar lambung anak nyaman menerima makanan masuk. Selain itu, jangan lupa berikan suplemen tambahan agar anak punya energi lebih menjalani puasa, misal mengonsumsi madu saat sahur.

  1. Temani Anak di Waktu-Waktu Kritis

Di waktu-waktu kritis, yaitu saat jam dua belas dan antara jam tiga sampai menjelang buka, kita perlu menemani anak-anak kita. Karena, di waktu-waktu ini mereka akan merasakan haus dan lapar. Ajak anak bermain dengan permainan yang disuka atau ceritakan kisah-kisah perjuangan di jaman Nabi dan para sahabat dengan menggunakan boneka tangan atau alat peraga lain yang tidak menjenuhkan. Namun, bisa juga memberi opsi berpuasa setengah hari untuk awalan.

  1. Berikan Motivasi dan Penghargaan

Jika anak-anak berhasil melalui puasanya, ada baiknya kita memberikan motivasi dan penghargaan bagi mereka. Penghargaan tidak selalu berwujud materi, namun bisa juga dengan menyiapkan menu berbuka yang mereka sukai atau menyampaikan pujian atas prestasinya. Tapi, manakala ia tak sanggup menjalani hari pertama puasanya, tetaplah menerima mereka dan berikan penghargaan kepada mereka. Karena, penerimaan kita terhadap kondisi anak mampu meningkatkan motivasi intrinsik anak untuk berpuasa ke depannya.

Selamat mencoba!