(6/8/18) Muhammad Tri Ardiyanto

Assalammualaikum sahabat As Shidiq Aqiqah.

KH Mufty Ahmad Nasihin, Pimpinan Majelis Ta’lim Darusshofa Medan mengatakan bahwa ada 4 tipe orang dalam menyikapi majelis ilmu :

Pertama , Ada yang tidak merasakan sama sekali nilai majelis ilmu , ada atau tidak ada majelis bagi dia sama aja. Orang semisal ini tak ubahnya hewan ternak “bal hum adholl

Kedua, Ada yang merasakan manfaat majelis ilmu jika ia ikut dan hadir, tetapi jika tak hadir ia pun tidak merasa adanya kekurangan atau kesedihan akan hal tersebut. Orang semisal ini adalah mayoritas awam nya masyarakat

Ketiga,  Ada yg menikmati dan sangat gembira bila ia hadir majelis ilmu dan jika majelis bubar atau ia ada udzur tidak bisa hadir, hatinya sedih dan merindukan majelis ilmu tsb. Mereka ini adalah para pecinta ilmu yg hatinya bersinar dengan cahaya taufiq dan irodah/kehendak baik dari Allah Ta’ala.

Keempat, Ada juga yang menjadikan majelis ilmu sebagai kebutuhan pokok bahkan mereka merasakan lebih besarnya hajat pada majelis ilmu daripada hajatnya pada makanan, majelis ilmu untuk mereka tak ubahnya air untuk ikan. Mereka adalah ahlul ilmi, para ulama sholihin yang hidup matinya mereka curahkan untuk menyebar ilmu.

Penulis mengutip sebuah hadits, dalam Kitab Ihya Ulumuddin, Imam Al Ghazali, bahwa Rasulullah pernah bersabda,

“Kebaikan hanyalah masalah kebiasaan”

Jadi dalam sebuah haditsnya Rasulullah pun menekankan bahwa kebaikan akan muncul dengan yang namanya dibiasakan. Berangkat dari kebiasaan akan menjadi kebutuhan. Berangkat dari kebutuhan akan menjadi kenikmatan. Jadi yang manakah kita? Sesungguhnya Allah mengetahui  bisikkan hati yang ada didalam hati hambaNya…

Semoga apa yang kami sampaikan bermanfaat ya sahabat… Insya Allah