25/6/18 (Muhammad Tri Ardiyanto)

Assalammualaikum, sahabat as shidiq aqiqah. Pada artikel kali ini, kami akan membahas mengenai cara memahami konsep jodoh dalam islam. Nah, untuk mengenal konsep jodoh ini, Dalam sebuah ceramahnya Ustad Khalid Basalamah menjelaskan mengenai pendapat Ulama mengenai konsep jodoh.

Menurut   para ulama  didalam islam tidak ada istilah  bahwa jodohnya belum datang. Umumnya setiap orang akan datang sinyal jodoh.

Seperti contoh ketika kita mendengar  suara adzan ada sinyal hidayah. Ada bisikan sinyal berupa dorongan nurani dari malaikat untuk shalat nah itu sinyal hidayah. Bangun tengah malam itu hidayah,ada fakir miskin datang minta dibantu itu sinyal hidayah. Sama halnya  jodoh.

Jadi, tidak hanya handphone yang ada sinyalnya, jodoh pun ada sinyalnya. Hehehe…

Dalam masalaj jodoh, Allah Ta’ala datangkan sinyal pada setiap orang, tidak ada yang tidak punya sinyal jodoh. Artinya dia akan atau pernah cenderung sama seseorang atau pernah ada orang yang cenderung kepada dia, bagaimanapun keadaannya! Walaupun orang itu adalah orang yang lumpuh/memiliki kekurangan secara fisik.

Masalahnya tinggal ada pada orang tersebut yang rewelan atau tidak.

Ada orang, “ ah… Mungkin ada yang lebih baik ” Allah datangkan putih tidak mau, datangkan hitam tidak mau, sawomatang  tidak mau. Mungkin menunggu yang kulitnya biru, baru mau nikah? Hehehe….

Prinsip Memilih Jodoh Dalam Islam

Didalam islam sendiri telah diwasiatkan Allah dan RasulNya bahwa dalam memilih pasangan, jika kita menginginkan kebahagiaan yang haqiqi, baik dunia dan akhirat patokannya adalah agama. Untuk para lelaki yang ingin meminang wanita,  Dalam sebuah hadits Rasulullah pernah bersabda, “

“Wanita biasanya dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena kedudukannya, karena parasnya dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu pilih karena agamanya (keislamannya), sebab kalau tidak demikian, niscaya kamu akan merugi.” (HR. Bukhari-Muslim)

Untuk para wanita yang ingin menerima pinangan lelaki pun, Rasulullah juga telah memberikan nasehatnya dalam sebuah hadits yang berbunyi ,

Jika datang kepada kalian seorang lelaki yang kalian ridhai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia. Jika tidak, maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar.” (HR. Tirmidzi. Al Albani berkata dalam Adh Dho’ifah bahwa hadits ini hasan lighoirihi)

Islam mengarahkan kita bahwa agar memilih jodoh jangan sampai terjebak pada paras wajah dan kekayaan harta. Mengapa? Karena kesemuanya memiliki masanya… jika kita mencintai seseorang karena parasnya saja apabila kecantikan/ketampanannya luntur maka rasa cinta dan sayan itu pun juga akan ikut luntur. Jika mecintai seseorang hanya karena kekayaannya, dan ia bangkrut, maka rasa cinta dan sayang itu pun juga akan mendadak bangkrut dan hilang.

Belajar mencintai agama yang dibawa Allah dan RasulNya. Maka barulah kita bisa mencintai seseorang karena agamanya. Karena seorang  pria  soleh akan merasa asing bila bersama perempuan yang buruk akhlaknya begitupun sebaliknya wanita yang sholeha akan merasa asing bila bersama pria yang buruk akhlaknya.

Selesaikan Dengan Istikharah

Ketika seorang muslim atau muslimah harus memilih satu diantara dua atau banyak hal, termasuk dalam hal jodoh, Islam menganjurkan untuk melakukan shalat istikharah. Caranya, shalat dua rakaat sebagaimana shalat sunnah lainnya yang dua rakaat (seperti shalat tahiyyatul masjid atau shalat sunnah rawatib), baik di siang hari atau pun di malam hari, kemudian setelah salam membaca doa yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon pilihan kepada-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon kekuasaan-Mu (untuk menyelesaikan urusanku) dengan kodrat-Mu, dan aku memohon kepada-Mu sebagian karunia-Mu yang agung, karena sesungguhnya Engkau Mahakuasa sedangkan aku tidak berkuasa, Engkau Mahatahu sedangkan aku tidak tahu, dan Engkau Maha Mengetahui perkara yang gaib.

Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini untukku, dalam agamaku, kehidupanku, dan akibatnya bagiku, maka takdirkanlah dan mudahkanlah urusan ini bagiku, kemudian berkahilah aku dalam urusan ini.

Dan jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini buruk untuk diriku, dalam agamaku, kehidupanku, dan akibatnya bagiku, maka jauhkanlah urusan ini dariku, dan jauhkanlah aku dari urusan ini, dan takdirkanlah kebaikan untukku di mana pun, kemudian jadikanlah aku ridha menerimanya.” (HR. Bukhari)

Jawaban bisa melalui mimpi, tapi biasanya jawaban  itu bisa kita dapatkan melalui clue/informasi bahwa orang ini pernah melakukan sesuatu yang besar, positif atau negatif . Darimana datangnya informasi itu seperti Allah Ta’ala yang memberitahu..

Beliau mengatakan bahwa  jodoh itu adalah takdir ikhtiar pilihan kita.  Saat dia pilih itu Allah akan mudahkan ia dipernikahan itu. Ada beberapa orang pernah menolak dengan alasan unsur syar’i atau dengan alasan lain itu tidak jadi soal.

Ada juga yang sudah datang jodoh yang baik tapi masih rewel. Ingat! Bukan berarti jika kita dapat orang yang shaleh,orang baik kemudian dia tak punya salah. Pasti ada fase untuk saling mengenal sehingga perlu adaptasi.

Karena itu maka dahulukan yang agamanya baik,sehingga yang benar bisa memaafkan dan yang salah meminta maaf.

Jadi patokannya adalah selalu agama!

Allah Ta’ala berfirman :

“ Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik.” (Surat An Nur : 26)

Semoga bermanfaat!