Sumber Gambar : Wakaf Utsman Bin Affan (Kisahmuslim.com)

21/05/18 (Muhammad Tri Ardiyanto)

Assalammualaikum Ayah dan Bunda Sahabat As Shidiq Aqiqah. Sudah tahukah bahwa salah satu sahabat Nabi yaitu Sayyidina Ustman Bin Affan memiliki rekening di Arab Saudi. Padahal Ustman Bin Affan Wafat lahir pada tahun 34 Hijriah  dan telah wafat tetapi kekayaannya tetap mengalir hingga saat ini?

Jadi seperti inilah Ayah dan Bunda ceritanya, Diriwayatkan bahwa di masa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, kota Madinah pernah mengalami masa panceklik hingga kesulitan air bersih. Karena pada waktu itu mereka (kaum muhajirin) sudah terbiasa minum dari air zamzam di Mekah. Saat itu satu-satunya sumber air yang tersisa adalah sebuah sumur milik seorang Yahudi, SUMUR RAUMAH namanya. Rasanya pun mirip dengan sumur zam-zam. Kaum muslimin dan penduduk Madinah terpaksa harus rela antri dan membeli air bersih dari Yahudi tersebut.

Prihatin atas kondisi umatnya, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian bersabda :

“Wahai Sahabatku, siapa saja diantara kalian yang menyumbangkan hartanya untuk dapat membebaskan sumur itu, lalu menyumbangkannya untuk umat, maka akan mendapat surgaNya Allah Ta’ala” (HR. Muslim).

Mendengar apa yang dijanjikan oleh Allah dan RasulNya ini, Ustman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu kemudian bergegas bergerak untuk membebaskan sumur Raumah itu. Utsman segera mendatangi Yahudi pemilik sumur dan menawar untuk membeli sumur Raumah dengan harga yang tinggi.

Dalam sebuah riwayat dijelaskan bahwa orang yahudi ini terkenal pelit luar biasa. Untuk sesama yahudi akan ia gratiskan air sumur itu tetapi bila dari kalangan muslim yang membutuhkan maka akan ia patok dengan harga yang sangat tinggi.

Walau sudah diberi penawaran yang tertinggi sekalipun Yahudi pemilik sumur tetap menolak menjualnya, “Seandainya sumur ini saya jual kepadamu wahai Utsman, maka aku tidak memiliki penghasilan yang bisa aku peroleh setiap hari” demikian Yahudi tersebut menjelaskan alasan penolakannya.

Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu yang ingin sekali mendapatkan balasan pahala berupa Surga Allah Ta’ala, tidak kehilangan akalmengatasi penolakan Yahudi ini.

“Bagaimana kalau aku beli setengahnya saja dari sumurmu” Utsman, melancarkan jurus negosiasinya.

Maksudmu?” tanya Yahudi keheranan.

“Begini, jika engkau setuju maka kita akan memiliki sumur ini bergantian. Satu hari sumur ini milikku, esoknya kembali menjadi milikmu kemudian lusa menjadi milikku lagi demikian selanjutnya berganti satu-satu hari. Bagaimana?” jelas Utsman.

Yahudi itupun berfikir cepat,”… saya mendapatkan uang besar dari Utsman tanpa harus kehilangan sumur milikku”. Akhirnya si Yahudi setuju menerima tawaran Utsman tadi dan disepakati pula hari ini sumur Raumah adalah milik Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu.

Utsman pun segera mengumumkan kepada penduduk Madinah yang mau mengambil air di sumur Raumah, silahkan mengambil air untuk kebutuhan mereka GRATIS karena hari ini sumur Raumah adalah miliknya. Seraya ia mengingatkan agar penduduk Madinah mengambil air dalam jumlah yang cukup untuk 2 hari, karena esok hari sumur itu bukan lagi milik Utsman.

Keesokan hari Yahudi mendapati sumur miliknya sepi pembeli, karena penduduk Madinah masih memiliki persedian air di rumah. Yahudi itupun mendatangi Utsman dan berkata “Wahai Utsman belilah setengah lagi sumurku ini dengan harga sama seperti engkau membeli setengahnya kemarin”.

Utsman setuju, lalu dibelinya seharga 20.000 dirham (dalam rupiah setara 8 miliar), maka sumur Raumahpun menjadi milik Utsman secara penuh. Kemudian Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu mewakafkan sumur Raumah, sejak itu sumur Raumah dapat dimanfaatkan oleh siapa saja, termasuk Yahudi pemilik lamanya.

Setelah sumur itu diwakafkan untuk kaum muslimin dan setelah beberapa waktu kemudian, tumbuhlah di sekitar sumur itu beberapa pohon kurma dan terus bertambah. Lalu Daulah Utsmaniyah memeliharanya hingga semakin berkembang, lalu disusul juga dipelihara oleh Pemerintah Saudi, hingga berjumlah 1550 pohon.

Selanjutnya pemerintah, dalam hal ini Departemen Pertanian Saudi menjual hasil kebun kurma ini ke pasar-pasar, setengah dari keuntungan itu disalurkan untuk anak-anak yatim dan fakir miskin, sedang setengahnya ditabung dan disimpan dalam bentuk rekening khusus milik beliau di salah satu bank atas nama Utsman bin Affan, di bawah pengawasan Departeman Pertanian.

Kabarnya yang terbaru adalah saat ini pemerintah saudi pun sedang mendirikan hotel atas nama utsman bin affan. Hotel tersebut dioperasikan oleh Sheraton, salah satu hotel bertaraf internasional. Dengan pengelola hotel ternama itu, hotel Uthman bin Affan ini diprediksi dapat mencetak pendapatan lebih tinggi dibandingkan penginapan lain.

Subhanaallah Ayah dan Bunda betapa luar biasanya pengorbanan sayyidina utsman bagi umat muslim. Mengutip perkataan Ustadz Abdul Somad,

“Kita hidup didunia dunia penuh dengan masalah. Lahir dan wafatnya Nabi Muhammad pun permasalahan dunia tak kunjung usai.  Ingatlah bahwa kelak di Akhirat Allah tidak akan menanyakan berapa banyak masalah yang telah anda selesaikan didunia. Tetapi Allah akan menanyakan apa yang anda  lakukan untuk membantu menyelesaikan permasalahan tersebut.’’

Semoga bermanfaat. Insya Allah. Aamiin….