Sumber Gambar : Hellosehat.com

5/6/2018 (Muhammad Tri Ardiyanto)

Assalammualaikum, Sahabat As Shidiq Aqiqah. Bulan Ramadhan adalah bulan pengendalian diri. Bulan mensucikan jiwa dari kerak dosa.  Kita juga merasakan bagaimana lapar dan dahaga serta menahan semua hal-hal yang membatalkan puasa dari fajar hingga maghrib. Allah juga akan membuka lebar pintu maghfirah kepada siapa pun yang memohon ampunan-Nya. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah  yang artinya,

“Allah Ta’ala berfirman, ‘Setiap amal manusia adalah untuknya, kecuali puasa, maka sesungguhnya ia (puasa ini) adalah untuk-Ku, dan Aku-lah yang akan membalasnya (secara khusus),’” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Hadis tersebut menegaskan bahwa pada bulan Ramadhan setiap muslim diberikan keistimewaan untuk meraih pahala puasa secara langsung dari Allah. Akan tetapi perjuangan berat di bulan Ramadhan ternyata bisa menjadi amalan yang sia-sia jika kita melakukan hal-hal yang bisa merusak pahala puasa. Berikut adalah  hal-hal yang merusak pahala puasa :

1. Berkata Kotor dan Kasar

Rasulullah Shalalllahu Alaihi Wassalam.  bersabda yang artinya,

“Apabila seorang diantara kalian berpuasa maka janganlah ia berkata kotor, berteriak-teriak (bertengkar), dan bertindak bodoh. Jika ada orang yang mencela atau mengajaknya bertengkar maka katakanlah, “Sesungguhnya aku sedang berpuasa (dua kali),” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Salah satu hikmah berpuasa adalah menahan diri dari emosi dan hawa nafsu. Dari hadis tersebut dapat dipahami bahwa kita dianjurkan untuk menjaga lisan dari perkataan yang dapat merusak pahala puasa kita.

2. Berdusta

Dusta adalah hal yang diharamkan Allah baik dalam kondisi puasa atau tidak. Jika dilakukan saat puasa, maka bohong atau dusta bisa menghilangkan pahala puasa. Berdusta adalah salah satu perbuatan dosa baik dilakukan oleh orang yang berpuasa atau tidak. Jika dilakukan saat sedang berpuasa, itu hanya akan mengotori ibadah puasa dan merusak pahala kita.

Rasulullah Shalalllahu Alaihi Wassalam bersabda,

Barang siapa yang tidak meninggalkan ucapan dusta dan melakukan sesuatu dengan dasar kedustaan itu, maka tidak ada gunanya ia meninggalkan makanan dan minumannya itu disisi Allah,” (H.R. Bukhari).

3. Sibuk Membuka Aib Orang Lain

Rasullullah melarang mencari-cari kesalahan dan aib orang lain (tajassus), baik pada hari-hari biasa atau saat Ramadhan karena akan mengotori pahala puasa.

Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda,

“Barang siapa menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat,” (H.R. Muslim).

Oleh karena itu Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam mengancam dengan ancaman yang keras orang-orang yang berbuat sifat-sifat tercela ini.

Beliau pernah bersabda (yang artinya):  “Banyak orang yang puasa, bagiannya dari puasa hanyalah lapar dan haus.”   (HR Ibnu Majah (1/539), Darimi (2/221), ). Ahmad (2/441, 373), Baihaqi (4/270) dari jalan Said Al-Maqbari dari Abu Hurairah, sanadnya Shahih).

Semoga apa yang kami sampaikan bermanfaat. Insya Allah…