Sumber Gambar : tribunnews.com

16/05/18 (Muhammad Tri Ardiyanto)

Assalammualaikum Ayah dan Bunda Sahabat As Shidiq Aqiqah. Tak terasa Bulan Suci Ramadhan akan segera tiba. Bulan dimana berlimpah sekali kebaikan yang akan didapatkan kita selaku umat islam jika kita menunaikan berbagai ibadah di bulan yang suci ini. Di Bulan Ramadhan ini juga Allah Ta’ala membuka selebar-lebarnya pintu surga, menutup rapat pintu neraka dan membelenggu setan-setan. Semua kebaikan, berkah, dan anugerah ini diberikan untuk kita sebagai umat islam. Oleh karena itu, sudah sewajarnya kita menyambut bulan ini dengan kegembiraan dan keceriaan, memuji Allah yang telah mempertemukannya (dengan bulan Ramadhan), dan meminta pertolongan kepada-Nya untuk dapat berpuasa dan mengerjakan berbagai amal shalih di bulan Ramadhan.

Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan ini, setidaknya kita dapat mempersiapkan hal-hal berikut agar kita dapat memanfaatkan peluang untuk memperkuat iman kita, menambah pahala kita dengan melaksanakan amal ibadah di Bulan Ramadhan.

  • Yang pertama bagi yang pada bulan Ramadhan tahun lalu tidak dapat menjalankan puasa secara penuh maka harus meng-qada puasa tersebut secepat mungkin sebelum kembali datangnya bulan Ramadhan.

Selanjutnya menurut Ketua Umum Ikatan Dai Indonesia (IKADI) KH Prof Ahmad Satori Ismail, ada beberapa aspek yang perlu disiapkan untuk menymbut Bulan Ramadhan.

  • Pertama adalah aspek fikriah. Aspek ini berkaitan dengan syarat puasa, rukun puasa, sunnah puasa dan hal apa saja yang membatalkan puasa. Selain itu juga mengkaji keutamaan-keutamaan di Bulan Ramadhan. Hal ini penting karena bulan Ramadhan merupakan bulan yang tepat bagi kita untuk “memanen” pahala sebanyak-banyaknya. Selain ibadah wajib yang memang selalu kita laksanakan, ada baiknya juga melakukan ibadah-ibadah sunnah guna memperbanyak lading pahala kita.
  • Kedua adalah aspek amaliah. Dalam hal ini, Kiai Ahmad Satori lebih menekankan pada penggunaan harta untuk bersedekah dan berzakat kepada orang-orang yang membutuhkan. Allah SWT menjanjikan limpahan berkah dan pahala kepada hamba-Nya yang menyedekahkan hartanya di jalan Allah SWT. Allah berfirman

Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (Qs. Al Hadid: 18)

  • Ketiga adalah aspek jasadiah yaitu berkaitan dengan kondisi fisik kita. Kita harus menjaga kondisi tubuh kita sebaik-baiknya agar ketika bulan Ramadhan kita dapat menjalankan ibadah di bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya. Jangan karena akan menjeang puasa kita justru makan makanan sepuasnya tanpa mempedulikan kandungan dan keseimbangan gizi dan nutrisi yang ada didalamnya. Jangan sampai niat menjaga kesehatan dengan mengonsumsi ini itu justru berdampak negatif terhadap kesehatan kita.
  • Kempat adalah aspek qolbiah yaitu berkaitan dengan hati. Dalam menyambut bulan yang suci, tentu kita harus menyambutnya dengan hati yang suci juga. Jauhkan hati dari segala penyakit hati semisal iri, dengki, marah dan takabur

Terakhir orang – orang saleh terdahulu sering menyambut bulan yang penuh rahmat ini dengan sebuah doa. Diriwayatkan oleh Yahya bin Abi Katsir, seorang ualama tabiin, mengatakan doa menyambut Ramadhan itu;

Allahumma salimni li romadhona wa salim romadhana li wa salimhu minni mutaqoballa.

“Ya Allah, antarkanlah aku hingga sampai Ramadhan, dan antarkanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadhan.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 264)

Doa lainnya adalah doa yang dipanjatkan ketika melihat hilal atau tanda mulai masuknya bulan Ramadhan.

Doa menjelang Ramadan itu dalam bahasa arab: Allâhumma ahillahu ‘alainâ bil yumni wal îmani was salâmati wal islâm. Rabbî wa rabbukallâh

Allahu akbar, ya Allah jadikanlah hilal itu bagi kami dengan membawa keamanan dan keimanan, keselamatan dan islam, dan membawa taufiq yang membimbing kami menuju apa yang Engkau cintai dan Engkau ridhai. Tuhan kami dan Tuhan kamu (wahai bulan), adalah Allah.” (HR. Ahmad 888, Ad-Darimi dalam Sunannya no. 1729, dan dinilai shahih oleh Syua’ib Al-Arnauth dalam Ta’liq Musnad Ahmad, 3/171).

Dengan memabaca doa tersebut, kita berharap Allah memanjangkan usia sehingga dapat menjumpai Ramadan dan melaksanakan puasa sebulan penuh, dalam keadaan beriman dan sehat.

Jadi, sudah siapkah ayah dan bunda menyambut bulan Ramadhan? 🙂