7/6/2018 (Muhammad Tri Ardiyanto)

Assalammualaikum sahabat As Shidiq Aqiqah. Pernahkah anda terbukti bersalah namun sukar sekali mengeluarkan minta maaf? Alasannya: orang yang dimintai maaf lebih muda dari kita, lebih miskin dari kita, atau status jabatannya lebih rendah dari kita. Jika kita penah mengalami demikian atau menyaksikan orang yang berperilaku begitu, yang bersangkutan sesungguhnya telah mengidap penyakit hati yang keras.

Penyakit ini sulit untuk  disembuhkan karena yang mesti dihadapi penderitanya adalah dirinya sendiri. Egoisme, gengsi, atau perasaan paling istimewa, biasanya menjadi biang keladi mengapa hati seseorang membatu sehingga sukar dimasuki kebenaran dan kebaikan yang datang dari luar dirinya. Namun, susah disembuhkan bukan berarti tidak bisa diobati.

Lalu Bagaimana Mengobati Penyakit Keras Hati ini? Ya, Syaikh Muhammad Bin Hussain Ya’qub dalam buku Malam Pertama Alam Kubur menyatakan bahwa cara terampuh untuk mengobati kerasnya hati adalah dengan Ziarah Kubur.

 Ziarah kubur merupakan salah satu cara yang paling ampuh untuk mengobati kerasnya hati. Ziarah kubur mempunyai dampak yang begitu besar pengaruhnya. Pengaruhnya begitu cepat dan lebih nyata.
Rasulullah bersabda ” Ziarahilah kubur karena ia akan mengingatkanmu kepada kematian “.
Pada shalat jum’at hanya satu orang yang memberi nasehat. Orang yg shalat jumlahnya banyak namun hanya satu yang memberi nasehat. Keadaan akan berubah total ketika mendatangi kuburan, semua penghuni kubur akan memberi nasehat pada diri kita. Yang mendengarkan jumlahnya sedikit, tetapi yang memberi nasehat jumlahnya banyak.

Inilah perkara yang unik, tak pernah terjadi dalam kehidupan dunia, kecuali hanya ditempat yang bernama kuburan. Kubur memang diam tak pernah bisa berbicara. Tetapi suaranya mampu menembus relung hati manusia yang paling dalam. Melebihi suara khatib di masjid. Karena itu, mari kita ziarahi “si pemberi nasehat yang diam itu”. Duduklah sendirian dihadapannya, bayangkan seluruh kejadian di dalamnya. Semoga kita bisa mengambil i’tibar.