(24/9/2018) Muhammad Tri Ardiyanto

Hijrah…

Dalam sebuah hadits dalam Kitab Ihya Ulumuddin, Imam Al Ghazali, Rasulullah bersabda,

Hijrah ialah meninggalkan keburukan menuju kepada kebaikan

Hijrah adalah jalan kegelapan untuk menuju cahaya Allah.

Tampak dari luar hijrah adalah sebuah keindahan yang tiada tara

Tampak dari dalam, hijrah adalah sedih-gembira yang teraduk menjadi satu

Proses hijrah tiap orang manusia boleh jadi berbeda-beda.

Tetapi pola dan format tantangannya dari masa ke masa akan selalu sama  bagi siapa saja.

 

Pada periode awal hijrah, kita akan memperoleh “hadiah” dari Allah berupa kebahagiaan-kebahagiaan ketenangan hati yang belum pernah kita rasakan sebelumnya.

Tetapi setelah itu, Allah pasti akan memberikan ujian untuk mengukur kualitas dari hijrah hambaNya tersebut. Allah Ta’ala berfirman :

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” (QS. Al Baqarah 2: ayat 214).

Oleh karena itu, dalam hijrahnya, seorang hamba akan selalu dihadapkan dengan berbagai pilihan ketika berada dipersimpangan “jalan” .

Ia akan selalu dihadapkan pada yang jalan haq atau yang batil?

Seperti penyakit bisa disembuhkan dengan  melalui ikhtiar di jalan Allah atau melalui jalan syirik. Tinggal hamba tersebut mau memilih yang mana?

Kekurangan harta bisa ditempuh dengan mencari rizki yang Allah halalkan atau haramkan. Tinggal hamba tersebut mau memilih yang mana?

Dari ujian ini maka akan nampaklah.

Mana yang jujur hijrahnya karena Allah.

Dan mana yang hijrahnya masih  belum karena Allah.

 

Begitulah lika-liku dalam berhijrah

Selalu ada fase-fase berat yang  harus  dihadapi

Wajar…

karena hadiah dari ujian dalam berhijrah  itu sendiri  adalah surga.

Barang mahal yang harus kita beli

Yang nilainya melebihi dunia dan seisinya.

Jika kalau ujian dalam berhijrah itu ringan, hadiahnya  bukanlah surga, pasti hanyalah piring dan payung cantik .

 

Duhai yang sedang berhijrah…

Janganlah berputus asa…

Allah telah mengingatkan bahwa ujian yang diberikan tidak akan melampaui kapasitas hamba tersebut. Allah Ta’ala berfirman :

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya..“(QS. Al Baqarah 2: ayat 286)

 

Teruntuk saudaraku  yang tengah mendapat ujian, engkaulah tidaklah sendiri.

Mari bergandengan tangan menguatkan niat kita.

Hamparkan sajadah. Mintalah agar Allah selalu mengukuhkan hati kita diatas agamaNya

Manakala seseorang hamba berhasil meluruskan niat hijrahnya karena Allah

Ia akan menjadi seseorang yang  ridho dengan segala ketetapanNya.

Cemoohan,  Sakit, kemelaratan, tekanan sosial, dan lain sebagainya.

Tidak akan lagi mengganggu keikhlasan hatinya dalam petulangan hijrahnya 🙂