(1/8/2018) Muhammad Tri Ardiyanto

Assalammualaikum, Sahabat As Shidiq Aqiqah.

 Tulang yang dimiliki manusia memiliki kerentanan terhadap benturan. Meski begitu, ada satu tulang yang tak akan musnah walaupun kiamat menerjang. Ya, itu adalah tulang ekor manusia. Rasulullah menyebutkan bahwa tulang ekor adalah tulang kecil di bawah tulang belakang. Tulang ini adalah cikal dari untai utama diciptakannya tubuh manusia (sejak tahap embrio).

Tulang itu akan tetap seperti itu meski manusia mengalami kematian, bahkan hingga tubuhnya membusuk. Dari tulang ekor ini manusia akan dibangkitkan pada hari kiamat.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pernah bersabda,

“ Tiada bagian dari tubuh manusia kecuali akan hancur (dimakan tanah), kecuali satu tulang yaitu tulang ekor, darinya manusia dirakit kembali pada hari kiamat.” (HR. Bukhari, No.4953)

Dalam hadis riwayat Muslim yang didapat dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu’alahi Wasallam bersabda, “ Seluruh bagian tubuh anak Adam akan (hancur) dimakan tanah kecuali tulang ekor, darinya tubuh diciptakan dan dengannya dirakit kembali.” (HR Muslim nomor 2955)

Dalam salah satu ayat Alquran, Allah Ta’ala berfirman mengenai tulang-belulang.

“Dan ia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh? Katakanlah: “Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk,” (Ya Sin Ayat 78-79)

Dalam  buku Buku ‘Miracles of Al-Qur’an & As-Sunnah’ menjelaskan, para ahli embriologi membuktikan bahwa tubuh manusia diciptakan dari untai sangat halus, disebut untai primer. Untai primer tersebut akan terurai (setelah manusia mati), kecuali sebagian kecil (asal tulang ekor) yang tersisa dari tulang belakang. 

Ketika manusia meninggal, seluruh tubuh terurai kecuali bagian ini, darinya manusia akan diciptakan kembali persis seperti tanaman berkecambah dari benih. Proses ini akan berlangsung saat kiamat. Sekelompok ilmuwan telah membuktikan di beberapa laboratorium bahwa tidak mungkin untuk bagian akhir dari tulang ekor tersebut bisa dihancurkan sepenuhnya. Mereka telah mencoba melarutkannya secara kimia dengan asam yang sangat kuat, melalui pembakaran, dipukul benda keras, hingga diberi berbagai jenis radiasi.

Hikmah Yang Dapat Dipetik

Tatkala Allah Ta’ala menyampaikan suatu perumpamaan melalui Qur’an Atau NabiNya, ada hikmah tersirat dibalik perumpamaan-perumpamaan tersebut. Tetapi  letak keistimewaaan perumpamaan itu baru akan dapat diketahui jika manusia memiliki pengetahuan dalam memahami perumpamaanNya tersebut.

Penelitian mengenai tulang ekor manusia merupakan hal yang istimewa.  Dimana letak keistemewaannya? Ya, Letak keistimewaannya adalah  bagaimana mungkin seorang Nabi Muhammad, Nabi yang Umi, Hidup di zaman yang belum ada teknologi canggih dizamannya. Mampu mengetahui rahasia sains yang baru ditemukan pada abad ke 20 ini? Bukankah ini bertentangan dengan  sains dan logika manusia?

Kalau bukan karena wahyu Allah, darimanakah Nabi Muhammad mendapatkan pengetahuan mengenai hal tersebut? bukanlah Dzat yang Maha Berkuasa jika tak mampu melakukan hal-hal yang berada diluar kuasa akal dan pikiran manusia. Itulah kehebatan Tuhan kita, Allah Ta’ala.

Darisini dapat kita petik pelajaran bahwa jangan  berharap   Allah akan menampakkan atau menunjukkan diriNya kepada hamba-hambaNya didunia. Untuk membuat hamba tersebut percaya kepada keberadaanNya. Allah memiliki caraNya sendiri.  Dan salah satu caraNya tersebut adalah melalui pendekatan-pendekatan  ilmiah yang dapat kita jumpai dimuka bumi ini. Dan hasil penelitian mengenai tulang ekor ini adalah hanya salah satu contoh. Masih ada banyak contoh-contoh ilmiah lain yang Allah berikan pada kita.

Penelitian mengenai tulang ekor adalah “DP” yang Allah berikan kepada kita agar mau beriman atau tidak kepadaNya. Bukti  CASH kebenaran lain hanyalah masalah waktu,  akan datang menyusul pada hari yang dijanjikan.  Keajaiban – keajaiban sains ini  pun merupakan sebuah jembatan yang Allah berikan kepada manusia agar percaya kepada keberadaan Allah Ta’ala. 

Dalam ayat Al Qur’an Allah Ta’ala berfirman :

Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buat untuk manusia; dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu. Allah menciptakan langit dan bumi dengan hak. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang mukmin.(Al Ankabut ayat 43-44)

Dari kasus ini, Masihkah kita meragukan keberadaan Allah Ta’ala? Semoga apa yang kami sampaikan bermanfaat.. Insya Allah