(6/11/18) Muhammad Tri Ardiyanto

Assalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Sahabat As Shidiq Aqiqah.

Tanah identik dengan kotor dan kuman. Tapi harapan baru bagi dunia medis justru muncul dibalik tanah.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam menjelaskan kepada kita bahwa (debu) memiliki sifat menyucikan. Allah juga menyifati Air yang turun dari langit juga menyucikan (thahur). Jika kita mencermati arti kata thahur dalam kamus bahasa berarti materi yang digunakan untuk bersuci, Dalam Mu’jam Qamus Al Muhit dijelaskan, kata thahur merupakan bentuk masdar, atau sebutan alat untuk bersuci atau suci menyucikan.

Sifat Tanah dilihat para Ilmuwan sekarang ini sebagai :

1.Stereiliser terbaik yang ada di alam

2. Tanah mampu menghilangkan bakteri yang sulit dihilangkan oleh zat-zat kimia.

3 Tanah merupakan media terbaik untuk membersihkan air.

4. Tanah adalah bahan alami yang dimurnikan air.

5. Tanah merupakan zat yang tidak beregenerasi dengan waktu.

6. Sebagian besar antibiotik yang kita gunakan untuk mengobati penyakit diambil dari mikro-organisme dalam tanah.

7. Tanah merupakan bahan yang sangat baik untuk membersihkan pori-pori kulit.

Dalam sebuah penelitian terbaru, para ilmuwan mengatakan bahwa tanah liat, khususnya lumpur gunung lebih tahan dalam menghilangkan kuman. Oleh karena itu, sekarang ini mereka berpikir untuk memproduksi antibiotik pembunuh bakteri bandel yang diekstrak dari beberapa jenis tanah liat tertentu.

Setelah melakukan eksperimen yang panjang di laboratorium mereka menemukan bahwa tanah liat dapat menghilangkan seluruh koloni bakteri dalam waktu 24 jam. Diwaktu yang sama, koloni bakteri ini yang tidak ditempatkan di tanah liat mampu berkembang 45 kali.

Sejak bertahun-tahun lalu. Line Brunet De Course, seorang dokter berkebangsaan Perancis menemukan adanya “sifat penyembuhan” dalam tanah liat hijau Prancis, dan digunakan sebagai antibiotik untuk penyembuhan di daerah Pantai Gading dan Kenya. Organisasi Kesehatan Dunia, WHO memberikan apresiasi yang luar biasa secara total.

Kemudian datang dr Linda William menegaskan bahwa tanah liat mengandung lebih banyak dinfektan. Disinfektan ini mampu mengendalikan aktifitas mikroba sehingga bisa dilemahkan dan bahkan dimusnahkan secara total.

Para peneliti telah menemukan bahwa beberapa jenis tanah di Afrika Selatan mengandung bakteri yang bisa menghasilkan antibiotik yang dapat membunuh bakteri yang susah dimusnahkan oleh antibiotik biasa. Penemuan ini diterbitkan dalam jurnal “New World” pada tahun 2006. Jun Wang, seorang peneliti di laboratorium Merck Research di New Jersey, yang menemukan penelitian ini mengatakan bahwa sekarang ini lahir kesempatan baru untuk memproduksi antibiotik dari tanah.

Bagi kita seorang muslim, tentu hal ini bukanlah sesuatu yang aneh. Kita telah tahu sejak 14 aba yang lalu bahwa tanah (debu) merupakan desinfektan (materi untuk membersihkan). Kita tahu bahwa ada kaitan langsung antara sel-sel dengan tanah. Manusia berasal dari tanah dan akan kembali ke tanah. Barangkali kita tahu mengapa bertayamum menggunakan tanah (debu), Rasulullah bersabda,

“Bumi (tanah) dijadikan sebagai masjid (tempat sujud/salah) bagiku, sekaligus sebagai media bersuci (tayamum)” (HR Muslim dan Abu Dawud)

Kata thahur sebagaiman yang kita tahu memiliki arti materi yang menyucikan dan mensterilkan. Karena itu, termasuk hikmah ilahiyyah adalah kita mendapati anak-anak suka bermain tanah. Allah Ta’ala telah menganugrahkan fitrah yang lurus, yang dari situ mereka tahu bahwa tanah merupakan pembersih terbaik melebihi berbagai jenis sabun. Mahasuci Allah yang telah mengajarkan kepada manusia sesuatu yang tidak diketahuinya.

Referensi

Syeikh Abdel Daem Kaheel. 2014. “Rahasia Sunnah Nabi”. Jakarta Timur : Al Kautsar.