(22/11/18) Muhammad Tri Ardiyanto

Assalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Sahabat As Shiddiq Aqiqah

Dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda,”Ubun-ubunku ada dalam kuasa-Mu.” Mengapa Rasulullah menekankan pada area ubun-ubun? Apa kaitan area ini dengan iman dan kekufuran? berikut adalah pembahasannya.

Seperti yang kita tahu, ada banyak bagian otak yang belum diungkap sampai sekarang. Para ilmuwan mencoba mengeksplorasi  otak  secara lebih mendalam untuk mempelajari rahasianya, dan setiap bagian-bagiannya, apa kinerja dan pengaruhnya. Penemuan ilmiah terbaru menunjukkan bahwa beberapa ilmuwan telah melakukan pengujian terhadap otak yang berfungsi mempelajari  atas kekufuran dan iman seseorang. Lantas apa yang ditemukan?

Dari hasil penelitian tersebut ditemukan bahwa daerah yang bertanggung jawab untuk berbohong dan jujur di otak adalah daerah yang sama yang bertanggung jawab untuk iman dan kufur. Area itu adalah area depan otak atau area ubun-ubun yang disebut dengan VMPC (ventral medical prefontal Cortex). Mereka menemukan bahwa area depan otak juga bertanggung jawab dalam pengambilan keputusan, dan kepemimpinan, baik terhadap diri sendiri atau orang lain.

Para penelitian juga menemukan bagian itu berkembang selama orang tersebut terintegrasi pada keyakinan tertentu. Tetapi apabila orang tersebut dalam keadaan melakukan keburukan, goncangan akidah, dan tidak beriman (ateis). Maka area ini menjadi terkikis bersamaan dengan waktu dan jumlah sel-sel otak berkurang sehingga menyebabkan ukuran otak mengecil. Puncak kerusakan tertinggi akibat mengecilnya otak ini dapat mengakibatkan gangguan mental, kecemasan, dan frustasi sehingga lebih mudah bagi mereka melakukan bunuh diri.

Pada tahun 2007 para peneliti mengatakan bahwa di negeri barat terjadi tindakan bunuh diri sebesar 700.000 kasus. Mayoritas mereka adalah ateis. Berangkat dari sini kita dapat melihat betapa pentingnya peran iman dalam menjaga kestabilan jiwa kita.

Bahkan dalam sebuah ayatNya Allah Ta’ala berfirman:

“Orang-orang yang berdosa dikenal dengan tanda-tandanya, lalu dipegang ubun-ubun dan kaki mereka ” (Ar Rahman : 41)

Allah Ta’ala akan memegang ubun-ubun pelaku kejahatan dan menggiringnya ke nerakan jahanam, Naudzubillah min dzalik. Orang tersebut akan mudah dikenali dan dibedakan pada hari kiamat dari kening dan tanda yang nampak di atasnya yang sebelumnya tidak kita lihat selama didunia. Pada saat itu Allah akan menampakkanya kepada hambaNya.

Berangkat dari penelitian diatas, Kita dapat mengambil pelajaran bahwa betapa pentingnya daerah ini (ubun-ubun). Sampai beliau pernah meletakkan tangan beliau yang mulia di atas kening orang yang sakit untuk didoakan dan dibacakan Al Qur’an, kemudian sembuh dengan izin Allah. Dan menyunahhkan laki-laki manakala akan menggauli istrinya agar membaca doa sambil memegang area ubun-ubun istrinya.

Referensi

Syeikh Abdel Daem Kaheel. 2014. “Rahasia Sunnah Nabi”. Al Kautsar : Jakarta Timur.