foto-anak-kecil-sedang-berdoa

Sebagai umat yang percaya akan kebesaran sang ilahi, sang pencipta langit, bumi, beserta isinya, tentunya kita sering meminta berbagai macam permintaan dan permohonan kepadaNya melalui doa. Ya, manusia melakukan komunikasi dengan tuhannya melalui doa, dan doa lah sebagai sarana manusia untuk meminta bantuan dari Tuhan sang pencipta.

Seluruh umat manusia berdoa kepada Tuhan, dan berharap doanya dapat dikabulkan dan setiap permohonannya dapat terwujud. Akan tetapi, sang pencipta memiliki cara tersendiri untuk menjawab dan membalas tiap doa dari umatnya, cepat atau lambat. Dan Tuhan lah Maha Mengetahui saat yang tepat untuk menjawab atau mengabulkan doa yang diminta umatnya.

Sayangnya, semakin maju perkembangan zaman, maka pemikiran manusia akan doa untuk meminta kepada sang Pencipta semakin dangkal. Umat manusia hanya terus meminta kepada Sang Pencipta tanpa memperhatikan dirinya terlebih dahulu, apakah dirinya sudah pantas untuk meminta hal tersebut, dan sudah benar kah cara dirinya memohon kepada sang Pencipta.

Dalam setiap doa, ada beberapa alasan yang akan membuat mudah atau tidaknya doa tersebut terkabul, dan bahkan banyak umat manusia yang melupakan hal-hal sepele yang mendukung cepat terkabulnya doa yang diminta. Apakah faktor sepele tersebut?

Jawabannya adalah apa yang kita makan selama ini

Setiap hari manusia membutuhkan makan untuk kelangsungan hidupnya, makanan pula yang akan masuk kedalam tubuh dan nantinya akan diproses menjadi darah ataupun daging serta berbagai fungsi lainnya untuk kesehatan. Maka tak heran, bila antara makanan yang baik ataupun yang buruk menjadi faktor tertentu untuk tubuh kita. Jika makanan yang kita makan merupakan makanan yang baik, dari hasil yang halal, maka makanan bisa menjadi hal yang sangat baik bagi tubuh.

Namun sebaliknya, jika makanan yang masuk kedalam tubuh berasal dari sesuatu yang haram, maka akan menghasilkan sesuatu yang buruk juga bagi tubuh manusia. Lantas? Apa hubungannya dengan sebuah doa?

Dalam sebuah hadist yang telah diriwayatkan oleh Tabrani, dirinya mengatakan bahwa pernah suatu ketika seorang muslim bernama Sa’ad Bin Al Waqash meminta pertolongan kepada bagian rasullulah SAW untuk mendoakannya agar apa yang ia inginkan segera dikabulkan. Namun, Rasullulah justru menjawab dengan perkataan:

“wahai Sa’ad perbaikilah makananmu terlebih dahulu, maka niscaya doamu akan dikabulkan, karena sesungguhnya orang yang telah memasukkan makanan haram kedalam tubuhnya, maka setiap doa yang ia panjatkan tidak diterima selama 40 hari lamanya.”

Makan dari hasil yang halal ampuh untuk melancarkan doa

Setelah kita membaca artikel diatas, kini kita pun tahu bahwa hal sepele seperti dari mana asal makanan yang kita makan bisa menjadi penentu utama apakah doa akan terkabul dengan segera atau tidak. Maka setelah membaca ini, hendaknya kita mulai memperhatikan apa saja yang masuk ketubuh kita, agar apapun yang kita mohonkan melalui doa dapat dengan cepat di kabulkan oleh Sang Ilahi.

Demikianlah informasi singkat mengenai penghambat di kabulkannya doa seorang umat manusia. Dapatkan artikel menarik lainnya seputar dunia islam, Aqiqah, hanya di Asshidiq Aqiqah satu satunya penyedia jasa Aqiqah profesional modern di Indonesia.