179322_620

Anak merupakan invests unggul untuk melanjutkan kelestarian peradaban sebagai penerus bangsa, maka haruslah diperhatikan pendidikan dan hak-haknya. Orang tua memiliki tugas yang amat penting dalam menjaga dan memperhatikan hak-hak anak. Menurut islam bahwa makhluk yang paling dicintai allah adalah anak-anak, sebagaimana ditegaskan oleh rasulullah, bahwa sesungguhnya allah tidak murka lantaran sesuatu sebagaimana dia murka lantaran (penindasan atas ) para waita dan anak-anak.

Islam menyatakan bahwa usaha orangtua dan para pendidik dalam membina dan mendidik anak serta memenuhi kebutuhan mereka adalah sama dengan ibadah dan bejuang dijalan allah. Dan rasulullah bersabda bahwa satu hari bagi seorang pemimpin yang (bersikap) adil jauh lebih baik dari pada ibadah dari 70tahun. Setiap orang adalah pemimpin dan setiap pemimpin bertanggung jawab terhadap orang yang dipimpinnya. Bertahan dan tabah dalam menghadapi kesulitan kehidupan rumah tagga dan anak merupakan jihad dijalan Allah.

Anak-anak tidak selamanya bisa bertingkah laku lucu dan menggemaskan. Terkadang karena beberapa (atau tanpa) sebab, si kecil melakukan kenakalan atau berperilaku buruk untuk menarik perhatian orangtuanya. Meskipun hal yang wajar, Anda sebagai orangtua sebaiknya tidak membiarkan anak terus menerus bertingkah buruk karena hal ini bisa menjadi kebiasaan si anak ke depanya

Sebagai orangtua, Anda juga harus mendisiplinkan mereka agar menjadi pribadi yang baik nantinya. Saat anak marah atau merengek, coba cari akar permasalahannya. Kenali enam perilaku buruk anak yang paling umum dan bagaimana cara mengatasinya, seperti yang dikutip dari Gomestic.

1.Menggunakan Kata-Kata Kasar
Dr. Charlotte mengatakan, “Anak-anak seringkali mendengar perkataan yang terucap dari orang-orang di sekitarnya dan ingin tahu apa artinya.” Apabila perkataan yang mereka dengar adalah yang buruk, maka mereka akan mencoba memakai kata tersebut di depan Anda untuk tahu bagaimana respon Anda.

Cara mengatasi:
Ketika si kecil menggunakan kata-kata kasar di hadapan Anda, lebih baik langsung memberitahunya kalau kata tersebut tidak boleh digunakan. Mereka harus belajar bahasa yang boleh digunakan, kata yang baik, bahkan nada yang pantas saat berbicara dengan yang lebih tua.

2.Berbohong
“Terkadang, anak berpura-pura bermain sepanjang waktu padahal yang mereka kerjakan tidak sekadar bermain, tapi mungkin melakukan sesuatu yang Anda larang,” ujar Dr Lori J. Warner, seorang konsultan lingkungan hidup. Kebohongan kecil ini akan berlanjut menjadi kebohongan besar suatu saat nanti jika Anda diamkan.

Cara mengatasi:
Ajari si buah hati selalu berkata jujur. Berikan contoh pada anak bahwa kejujuran membawa dampak positif, sedangkan kebohongan akan membawa celaka.

3.Mencuri
Pencurian yang dilakukan oleh anak-anak berbeda dengan pencurian yang dilakukan orang dewasa. Misalnya, ketika Anda dan si kecil sedang berjalan-jalan di mal lalu berhenti di toko yang menjual mainan anak, si kecil suka iseng mengambil mainan tersebut dan membawanya pulang. Orangtua terkadang tidak sadar dengan prilaku anak yang seperti ini. Akan tetapi, ada juga anak yang dengan sengaja mengambilnya.

Cara mengatasi:
Perhatikan perkembangan si kecil secara signifikan. Jika Anda mengetahui anak mengambil barang yang bukan miliknya, coba nasehati. Diskusikan dengan si kecil bahwa perbuatan itu tidak baik. Kalau ia melakukannya lagi, berikan hukuman yang pantas agar ia kapok. Anda pun harus menjalin komunikasi yang lebih mendalam lagi.

4.Memukul
Anda mempunyai anak lebih dari satu yang jaraknya tidak begitu jauh. Ketika sedang bertengkar, tidak menutup kemungkinan kalau keduanya saling memukul. Hal ini tidak boleh dibiarkan karena bisa membuat perilaku anak menjadi kasar.

Cara mengatasi:
Menurut Dokter Lori J. Warner, seorang psikolog di rumah sakit Beaumont dan direktur The Hands-On Parent Education Center (HOPE), “Pahami apa maksud anak dan mengapa mereka berlaku kasar.” Ajarkan kepada anak-anak Anda bahwa memukul atau melakukan tindakan kasar lainnya merupakan sikap buruk yang dapat mencelakai orang lain

5.Ngambek atau Marah-Marah
Menurut psikolog Charlotte J. Patterson yang juga penulis ‘Child Development’, “Saat anak marah atau ngambek karena suatu hal kepada Anda, sebenarnya si kecil hanya ingin menunjukan responnya.” Ini berarti, Anda harus tahu apa kemauan si buah hati. Mungkin dia sedang lapar, lelah, atau menginginkan sesuatu yang tidak Anda perbolehkan.

Cara mengatasi:
“Orang tua perlu memberikan konsekuensi saat anak tidak mau berhenti ngambek pada Anda,” ujar Charlotte. Dengan sebuah hukuman yang diberikan kepada si kecil, ia jadi mengerti kalau prilakunya itu tidak membawa keuntungan buat dirinya. Tapi gunakan hukuman yang tidak terlalu berat, misalnya dengan menyuruh anak ke pojok hukuman atau melarangnya melakukan sesuatu yang tidak dia sukai akibat kenakalannya.

6.Merengek
Semua anak pasti pernah merengek kalau keinginannya tidak dituruti. Mary-Elaine Jacobsen, seorang psikolog dan penulis ‘The Brat Stops Here’, menyarankan untuk tidak menuruti rengekan anak saat ia meminta suatu hal yang tidak Anda izinkan. Mendisiplin anak merupakan bentuk kasih sayang orangtua demi masa depan si kecil.

Cara mengatasi:
Siapkan sesuatu untuk si buah hati, seperti membuat sebuah permainan, teka-teki, atau mengajaknya ngobrol sambil bercanda supaya si kecil lupa akan permintaannya. Kalau masih merengek juga, berikan hukuman ringan pada anak dan tetap konsisten dengan aturan Anda.

Menurut Montesori ada beberapa karakteristik pada anak: sejak lahir sampai usia tiga tahun anak memiliki kepekaan sesoris dan daya piker yang sudah mulai menyerap pengalaman – pengalaman melalui sesorinya sampai kira – kira tiga tahun mulai memiliki kepekaan bahasa (bebicara bercakap – cakap). Masa usia 2-4 tahun geraka – gerak otot mulai dapat dikoordinasi dengan baik unuk berjalan maupun bergerak. Usia 3-4 tahun memiliki kepekaan untuk peneguhan sensoris, khusus pada usia sekitar 3-4 tahun memiliki kepekaan menulis dan pada usia 4-6 tahun memiliki kepekaan untuk membaca.