tanda-dan-penyebab-kurang-gizi-pada-anak-balita  Gizi adalah elemen yang terdapat dalam makanan dan dapat dimanfaatkan secara langsung oleh tubuh seperti halnya karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air. Gizi yang seimbang dibutuhkan oleh tubuh, terlebih pada balita yang masih dalam masa pertumbuhan. Karena itulah bagi  Anda para orang tua, harus mulai memahami tentang kebutuhan gizi yang baik bagi buah hati Anda agar tidak terjadi hal berupa kekurangan gizi.

Tanda atau gejala yang dapat dilihat pada anak dengan Malnutrisi protein berat-Kwashiorkor

  1. Gagal untuk menambah berat badan
  2. Pertumbuhan Berat Badan dan Tinggi badan linear terhenti.
  3. Edema gerenal (muka sembab, punggung kaki, perut yang membuncit)
  4. Diare yang tidak membaik
  5. Dermatitis, perubahan pigmen kulit (deskuamasi dan vitiligo).
  6. Perubahan warna rambut menjadi kemerahan dan mudah dicabut.
  7. Penurunan masa otot
  8. Perubahan mental seperti lethargia, iritabilitas dan apatis dapat terjadi.
  9. Perubahan lain yang dapat terjadi adala perlemakan hati, gangguan fungsi ginjal, dan anemia.
  10. Pada keadaan berat/ akhir (final stages) dapat mengakibatkan shock, coma dan berakhir dengan kematian

Di atas tanda yang di bahas secara umum  Di bawah ini akan di jelasakan secara rinci Tanda Atau Ciri-Ciri Anak Kurang Gizi dan upaya pengobatanya

Kurangnya Energi Dari Protein Ringan

Seorang Dokter ahli Gizi dari rumah sakit khusus anak serta bersalin yang bernama harapan kita, yaitu Dr. Sri Kurniati M.S., menyatakan bahwa hal pertama dari ciri anak kurang gizi adalah kurangnya energi dari protein ringan. Dalam ciri-ciri yang satu ini Dr. Sri menyatakan bahwa belum terdapat bentuk tanda yang jelas. Akan tetapi, yang dapat menjadi tanda dan bisa Anda lihat adalah berat badan dari anak Anda yang hanya berkisar sekitar 80% saja dari batas ukuran normalnya.

Kurangnya Energi Dari Protein Berat

Pada tahap yang ketiga biasanya disebut sebagai tahap kurangnya energi dari protein berat. Dalam bagian yang satu ini, tanda tersebut dibagi menjadi dua bagian, yang pertama adalah tingkat kurang sekali atau dikenal dengan sebutan Marasmus. Pada tingkatan yang satu ini, berat badan pada anak, hanya berkisar pada angka 60% saja dari batas berat badan ukuran normlnya. Kemudian untuk bagian yang kedua, biasanya disebut dengan Kwashiorkor.

Kurangnya Energi Dari Protein Sedang

Sementara itu, untuk tanda yang kedua, dikenal dengan sebutan kurangnya energi dari protein sedang. Dalam tahapan yang satu ini, biasanya berat badan anak akan mengalami penurunan kembali hingga mencapai angka 70% saja dari berat badan dalam ukuran normalnya. Kemudian, tanda lain yang muncul dan dapat Anda lihat secara jelas juga nampak dari wajah anak yang menjadi lebih pucat, bahkan warna rambutnya pun berubah menjadi sedikit merah atau kemerahan.

Penyebab Anak Kurang Gizi

Kurang gizi yang terjadi pada anak juga dapat terjadi pada usia balita sekali pun, menurut Dr. Sri untuk mengetahui hal tersebut, Anda selaku orang tua harus lebih memperhatikan berat dan juga tinggi badan pada anak apakah termasuk dalam ukuran normal atau kurang dari ukuran tersebut. Selain itu, beliau juga mengatakan apabila tinggi badan anak tersebut mengalami pertumbuhan yang tidak normal atau kurang, hal ini dapat menjadi bukti bahwa anak Anda tersebut tengah mengalami kurang gizi yang bahkan sudah berlangsung dalam jangka waktu yang cukup lama.

Untuk mengatahui mengapa hal tersebut bisa terjadi pada anak, Dr. Sri mengungkapkan beberapa bentuk pendapatnya yang berkaitan dengan faktor penyebab dari adanya kurang gizi pada anak tersebut, diantaranya :

Kebersihan Lingkungan

Sementara itu pada faktor penyebab ketiga, itu nampak dari lingkungan sekitar anak yang memiliki kondisi kurang bersih. Pada kondisi tersebut anak cenderung mudah sakit dan mudah untuk mengalami kurang gizi.

Infeksi dan Penyakit Tertentu

Untuk faktor kedua, ketika akan mulai belajar berjalan biasanya ia akan lebih mudah untuk terkena berbagai macam jenis infeksi, dan juga sangat rawan tertular oleh berbagai macam jenis penyakit lainnya.

Faktor Usia

Hal pertama yang menjadi faktor penyebab dari anak yang mengalami kurang gizi adalah faktor usia yang terlalu dekat antara kakak dan juga adik. Sehingga perhatian ibu untuk sosok kakak biasanya akan lebih teralihkan pada adiknya. Hal ini menyebabkan anak yang menjadi kakak lebih cenderung untuk tidak terurus, dan bahkan segi makanannya pun menjadi tidak terperhatikan. Hingga akhirnya kakak mengalami kurang gizi. Padahal bayi termasuk dalam konsumen pasif, yang mana tidak dapat mengurus dirinya secara pribadi, terutama dalam hal menjaga pola makan.

Faktor Ekonomi

Sementara itu untuk faktor terakhir biasanya bermula dari keadaan sosial dan juga ekonomi dari keluarga tersebut. Faktor yang satu ini sangat mempengaruhi gizi anak karena terkadang anak mengalami keadaan yang jarang makan, sehingga secara otomatis, hal tersebut membuat anak Anda menjadi kurang gizi. Selain bermula dari jenis makanan, keadaan kurang giji yang diderita oleh anak juga dapat berupa bentuk penyakit bawaan seperti halnya jenis penyakit paru-paru atau bahkan penyakit jantung.

Kurang Pengetahuan

Untuk faktor selanjutnya adalah kurangnya perhatian ibu terhadap pengetahuan atas sumber gizi yang baik bagi anak. Karena sumber gizi yang baik untuk anak itu tidak hanya bermula dari jenis makanan yang mahal saja, melainkan dapat dihasilkan dari jenis makanan murah dengan kualitas yang baik pula.

Penyakit Yang Timbul Akibat Kurang Gizi

Kwashiorkor ini, selain dapat menurunkan berat badan pada anak, juga menyebabkan terjadinya bentuk ciri lain yang dapat terlihat secara langsung pada anak. Ciri-ciri tersebut nampak pada bentuk kaki yang mulai mengalami pembengkakan, kemudian rambut berubah kemerahan, serta menjadi lebih mudah untuk dicabut. Hal ini salah satunya dikarenakan anak mengalami kekurangan vitamin A, sehingga mata menjadi rabun dengan keringnya kornea, bahkan menyebabkan borok, hingga akhirnya mata menjadi pecah.

Selain itu, ada juga tanda lain yang dianggap sebagai tanda penyertanya. Seperti anemia, infeksi, kurang darah, diare, kulit mengerak, adanya cairan yang keluar, dan juga sudut mulut yang menjadi pecah-pecah.

Upaya Dalam Mengobati Kekurangan Gizi Anak

Kekurangan gizi pada anak tentunya dapat menyebabkan terjadinye beberapa hal yang tidak diinginkan, seperti anak yang mudah sakit, dan juga perkembangan inteligensi anak yang sangat lambat. Karena itu, dibutuhkan cara khusus untuk mengobatinya yang terkadang membutuhkan waktu lama.

Cara mengobati yang paling tepat adalah dengan memberikan pengetahuan pada orang tua tentang gizi, serta memberikan jenis makanan yang baik secara kualitas dan kuantitasnya untuk anak. Jenis makanan yang baik tersebut adalah makanan yang mengadung protein, zat besi, karbohidrat, mineral dan juga terjaga kebersihannya dengan baik.