Terkadang kita sebagai orang tua mengganggap bahwa ketika  anak kita tidak patuh dan membangkang terhadap perintah kita  adalah sipat buruk yang membuat  kita marah dan harus memarahi  mereka, padahal tidak selalu  pembangkangan mereka itu di karenakan mereka  tidak mau meneruti  atau karena mereka nakal .

Faktor penyebab anak menentang  dan tidak  menuruti  perintah orang tua

  1. Sikap Otoriter Orang Tua

Penyebab pertama yang membuat anak melawan orang tua adalah sikap otoriter orang tua. Sikap orang tua yang terlalu menekan dan memaksa anak untuk menuruti semua keinginan mereka tanpa memperhatikan keadaan dan kemampuan sang anak. Sikap otoriter ini biasanya didasari dengan perasaan merasa serba tahu yang dimiliki oleh orang tua, termasuk serba tahu tentang apa yang terbaik untuk anaknya. Bahkan mereka juga berpikir bahwa cara tegas dan keras ini dapat berhasil dalam membimbing dan mendidik anak, di mana erat kaitan dengan perilaku keseharian. Sedemikian sehingga anak yang terus-menerus merasa ditekan, dipaksa, dan akhirnya tidak mampu lagi menurutinya, maka timbullah sikap melawan.

  1. Keinginan Anak yang Tidak Terpenuhi

Penyebab kedua yang membuat anak melawan orang tua adalah keinginan anak yang tidak terpenuhi. Seorang anak pastinya memiliki keinginan tersendiri, di mana tidak semua dapat dipenuhi oleh orang tuanya. Keinginan yang tidak dapat dipenuhi oleh orang tuanya itulah yang kemudian menjadi penyebab seorang anak melawan kepada orang tuanya.

  1. Pengaruh Lingkungan

Penyebab ketiga yang membuat anak melawan orang tua adalah pengaruh lingkungan. Hal ini biasanya berkaitan dengan tempat-tempat pergaulan anak setiap harinya, entah bersama teman-teman maupun orang lain. Selain itu, lingkungan memang juga sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak, terutama terkait dengan tingkah lakunya. Ketika mereka menemukan orang lain atau teman yang biasa melawan kepada orang tua, maka bisa jadi hal tersebut ditiru sehingga mereka pun juga ikut-ikutan melawan orang tuanya.

  1. Anak yang Terlalu Dimanjakan

Penyebab keempat yang membuat anak melawan orang tua adalah kebiasaan mereka yang terlalu dimanjakan setiap harinya. Sehingga apabila sewaktu-waktu dia tidak mendapatkan sesuatu yang diinginkannya, maka dia akan melakukan perlawanan. Perlawanan ini merupakan sebuah bentuk protes sang anak kepada orang tuanya yang tidak mampu memenuhi keinginannya sebagaimana biasanya.

  1. Mencontoh Perbuatan Orang Tua

Penyebab kelima yang membuat anak melawan orang tua adalah mencontoh perbuatan orang tuanya sendiri. Seperti halnya melihat orang tuanya ketika sedang bertengkar atau bersikap keras kepala. Lebih parah lagi apabila sang anak menjumpai orang tua mereka yang tidak patuh kepada kakek dan neneknya, di mana kakek dan nenek merupakan orang tua dari orang tuanya sendiri. Sedemikian sehingga sewaktu-waktu hal ini dapat ditiru dan anak pun terdorong untuk melawan orang tuanya sendiri.

  1. Anak Dibiarkan Tumbuh Tanpa Bimbingan

Penyebab keenam yang membuat anak melawan orang tua adalah anak yang dengan sengaja dibiarkan tumbuh tanpa bimbingan. Hal ini biasanya terjadi dikala orang tua terlalu sibuk dengan pekerjaannya sehingga kurang memberikan perhatian kepada anak mereka sendiri. Karena kurangnya perhatian, bimbingan, dan didikan inilah yang kemudian menjadikan anak kurang mendapat pelajaran sopan santun dan sikap baik lainnya, termasuk pelajaran mengenai ketidakbolehan melawan orang tua. Sedemikian sehingga mereka cenderung tumbuh menjadi pribadi egois dan suka melawan orang tua dan dapat juga terkena dampak broken home.

  1. Waktu Berbicara yang Tidak Tepat

Penyebab ketujuh yang membuat anak melawan orang tua adalah waktu berbicara yang tidak tepat. Dengan artian, orang tua yang berbicara dengan anak di saat waktunya tidak tepat. Contoh konkritnya ketika orang tua tiba-tiba menyuruh anak melakukan sesuatu, padahal dia sedang sibuk dengan aktivitasnya sendiri. Sehingga karena merasa terganggu, maka ia pun melakukan perlawanan kepada orang tuanya.

  1. Hubungan Antara Anak dan Orang Tua yang Tidak Harmonis

Penyebab kedelapan yang membuat anak melawan orang tua adalah hubungan yang tidak harmonis antara anak dan orang tua. Hubungan tidak harmonis ini biasanya menjadikan ikatan kasih sayang dan pengertian antara mereka (anak dan orang tuanya) berkurang. Sedemikian sehingga kondisi ini sangat rentan menimbulkan masalah diantara anak dan orang tua.

Adapun beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah anak melawan orang tua, antara lain:

  1. Membangun Komunikasi yang Baik dan Efektif

Cara pertama yang dapat dilakukan untuk mencegah agar anak tidak melawan orang tua adalah membangun komunikasi yang baik dan efektif. Yang dimaksud efektif di sini ialah perasaan saling mengerti antara satu sama lain. Artinya, orang tua tidak hanya menjadi orang yang ingin dimengerti oleh anak sebagai orang yang lebih tua dan patut dihormati, tetapi mereka selaku orang tua juga harus mengerti apa yang diinginkan anaknya. Dalam membangun komunikasi ini, usahakanlah untuk menjadi pendengar yang baik. Perhatian intonasi, ekspresi, dan bahasa tubuh anak agar Anda (orang tua) menjadi paham.

  1. Menunjukkan Rasa Empati

Cara kedua yang dapat dilakukan untuk mencegah agar anak tidak melawan orang tua adalah menunjukkan rasa empati. Tunjukkanlah rasa ini kepada anak. Terutama ketika sedang berkomunikasi atau berbicara. Rasa empati ini juga akan membantu Anda (orang tua) untuk lebih memahami perilaku anak, terkait dengan hobi, kebiasaan maupun kesukaan.

  1. Menyambungkan Diri Dengan Anak

Cara ketiga yang dapat dilakukan untuk mencegah agar anak tidak melawan orang tua adalah menyambungkan diri dengan anak. Menyambungkan diri ini memiliki peranan yang sangat penting dalam menjaga komunikasi bersama anak. Luangkanlah waktu Anda (orang tua) untuk sekedar mengetahui apa-apa yang sedang disukai maupun dijadikan topik pembicaraan oleh anak.

  1. Menerapkan Prinsip 5K

Cara keempat yang dapat dilakukan untuk mencegah agar anak tidak melawan orang tua adalah menerapkan prinsip 5K. Prinsip 5K ini maksudnya ialah Kasih, Konsekuen, Konsisten, Kompromi, dan Kompak. Dengan menerapkan prinsip ini diharapkan bahwa orang tua bisa menerima anaknya apa adanya, komitmen akan kesepakatan yang telah dibuat bersama, konsisten untuk membentuk perilaku anak, mau berkompromi, dan kompak.

  1. Bersikap Total

Cara kelima yang dapat dilakukan untuk mencegah agar anak tidak melawan orang tua adalah bersikap total. Sikap total yang dimaksud adalah ketika Anda (orang tua) sedang memiliki waktu untuk bersama dengan anak, maka berusahalah untuk memberikan semua waktu tersebut hanya kepada anak.

 

Semoga bermanfaat