Haii Bunda kelahiran sang Buah hati sangat  di nantikan merupakan sebuah  momen yang bahagia tentunya kita berharap  bayi kita lahir dengan normal dan setelah kelahiran nya tetap kita berharap bayi kita sehat. Maka dari itu ada baiknya bunda membaca artikel tetang seputar kesehatan pada bayi supaya  kita mempunyai wawasan  yang lebih baik untuk menjaga kesehatan bayi kita.

Di artikel ini saya ingin menjabarkan  penyakit kuning pada bayi,

Pengertian penyakit kuning

Penyakit kuning  sudah banyak terengar  masyarakat, namun  masyarakat tidak tahu secara pasti apa itu penakit kuning   yang menimpa bayi. Penyakit kuning adalah penyakit yang di mana penimbunan  bilirubin yang berada dalam darah bayi baru lahir. Bilirubin merupakan bagian dari komponen  sel darah merah, Bayi yang yang terkena penyakit ini ciri ciri nya bagian mata yang berwarana putih menjadi  kuning serta kulitnya berwarna kuning. Untuk penyakit  yang normal , penyakit ini hanya muncul dua hari  saja setelah bayi di lahirkan , Namun Jika  sudah parah bisa muncul seminggu  setelah bayi di lahirkan di dunia ini.

Mengapa  penyakit kuning bisa muncul pada bayi

Kondisi ini di karenakan  si kecil kelebihan  bilirubin(unsur kunig ) Pada darahnya.Bayi baru lahir memiliki kadar darah yang  tinggi sengga memicu  produksi  bilirubin . Bilirubin sendiri terbentuk  ketika sel sel darah merah yang tua  di hancurkan.

Sebenarnya bayi telah memiliki bilirubin sejak dia berada dalam kandungan. Namun dalam kandungan, tubuh Anda mengeluarkan bilirubin untuk bayi melalui plasenta. Setelah lahir bayi tidak bisa melakukannya karena organ hati bayi belum berkembang dengan sempurna. Hal ini menghambat proses pembuangan bilirubin yang seharusnya dikeluarkan saat buang air kecil dan besar. Kondisi ini disebut penyakit kuning fisiologis. Bayi Anda akan mulai menguning sekitar 24 jam setelah lahir dan akan memburuk setelah empat hari, setelah itu kembali membaik ketika berusia sekitar seminggu.

Jika Bilirubin Terlalu Tinggi

Kadar bilirubin yang terlalu tinggi pada darah si Kecil bisa menembus ke otak dan menjadi racun bagi sel-sel otak. Kondisi ini dinamakan bilirubin ensefalopati akut.

Berikut adalah gejala-gejala yang mungkin muncul:

  • Demam.
  • Muntah.
  • Kemampuan mengisapnya buruk.
  • Lesu.
  • Sulit bangun tidur.
  • Leher dan tubuh melengkung ke belakang
  • Kulitnya makin kuning.
  • Sering rewel dan gelisah.

Jika bayi Anda menampakkan tanda-tanda di atas, segera hubungi dokter agar si Kecil mendapat penanganan dini dan terhindar dari kerusakan permanen pada otak atau kernicterus.

Apa Yang Dapat Anda Lakukan?

Selain penanganan medis dengan fototerapi, Anda juga bisa mencegah kenaikan bilirubin dengan cara memberinya asupan yang cukup. Asupan tersebut bisa membantu bayi mengeluarkan bilirubin pada tubuhnya. Anda bisa menyusuinya dengan ASI sebanyak 8 hingga 12 kali tiap 24 jam. Atau jika Anda memberikan susu formula, pastikan Anda memberikannya sesuai waktu yang ditentukan. Biasanya susu formula diberikan sekitar 6 hingga 10 botol tiap 24 jam.

Anda juga harus lebih ekstra memerhatikannya. Cek kondisi bagian putih bola mata atau kulitnya dua kali sehari untuk melihat apakah sudah kembali normal atau bertambah parah.

Hindari mengatasi bayi kuning dengan cara menjemurnya di matahari. Penanganan terbaik hanya bisa didapat di rumah sakit. Jika tiga hari setelah dilahirkan kulitnya lebih kuning, segera hubungi dokter.

Perlu anda ketahui juga bayi kuning bisa juga disebabkan oleh:

  • Infeksi pada darah bayi.
  • Infeksi virus atau bakteri.
  • Pendarahan internal.
  • Kerusakan hati.
  • Kekurangan enzim.
  • Sel darah merah bayi yang tidak normal sehingga mudah rusak.
  • Ketidakcocokan status rhesus dan golongan darah ibu dan bayi
  • Ada masalah pada sistem pencernaan bayi.

Bayi yang berisiko terkena penyakit kuning antara lain bayi yang dilahirkan prematur(lahir sebelum 37 minggu), bayi yang dilahirkan dalam kondisi memar dan bayi yang kesulitan mengonsumsi ASI.

Semoga bermanfaat ya Bunda terimakasih!!