Assalammualaikum Warahmatullahi Wabaraktuh, Ayah-Bunda Sahabat As Shidiq Aqiqah.

Anas bin Malik menceritakan bahwa ibunya yang bernama Ummu Anas datang kepada Rasulullah, sedang ibunya telah memakaikan kain kepadanya dengan separoh kerudungnya dan memakaikan selendang kepadanya dengan separoh yang lain. Ummu Anas berkata,”Wahai Rasulullah inilah anak lekaki kesayanganku. Sengaja aku bawa dia datang kepada engkau untuk menjadi pelayanmu. Maka doakanlah dia olehmu kepada Allah.”

Nabi pun berdoa :

“Ya Allah, perbanyaklah harta dan anaknya.”

Dalam riwayat Bukhari dijelaskan :

“Dan berkatilah dia dalam semua pemberian yang telah Engkau anugerahkan kepadanya.”

Selanjutnya, Anas bin Malik mengatakan :”Demi Allah, sesungguhnya anak cucuku sekarang jumlahnya benar-benar mencapai kurang lebih 100 orang (Muslim, Kitab Fadhaa-ilish Shahabah 4531)

Patut diketahui bahwa Allah menciptakan segala sesuatu pasti berpasang-pasangan. Ketika ada doa baik pasti ada doa buruk. Nah, berangkat darisini Ayah-Bunda harus berhati-hati dalam mendoakan anak ya. Walaupun sedang dalam kondisi sejengkel apapun pada anak. Mengapa?

Dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda,”Ada tiga macam doa yang tidak diragukan lagi pasti diterima, yaitu doa orang teraniaya, doa seorang musafir dan doa orang tua kepada anaknya” (HR Tirmidzim Kitabul Birri Wash Shilah 1828).

Adakalanya Ayah-Bunda merasa terganggu dengan ulah anaknya. Akhirnya mendoakan keburukan terhadap si anak. Ini sangat berbahaya sebab barangkali ada malaikat yang lewat kemudian mengaminkannya. Maka anak tersebut akan makin bertambah rusak. Semula mungkin Ayah-Bunda mengira bahwa memang pada dasarnya watak si anaklah yang nakal dan tidak mau mengubah sikapnya. Ayah-Bunda mungkin lupa bahwa sebenernya Ayah-Bunda telah tak sengaja mengutuk si anak. Sehingga si anak bertambah nakal dan tidak terobati lagi.

Dalam hal ini orangtua harus berdoa lagi untuk kebaikan si anak guna menghapus doa buruk yang sebelumnya.

Dalam sebuah riwayat dijelaskan, seorang laki-laki datang kepada Abdullah Ibnul Mubarak mengadukan perihal sikap anaknya yang selalu menyakitinya. Ibnu Mubarak bertanya kepadanya: “Apakah engkau pernah mengutuknya (berdoa buruk)?” Lelaki itu menjawab ,”benar, aku pernah!” Ibnul Mubarak kemudian berkata:”Engkau sendirilah yang telah membuatnya menjadi rusak.” (Ihya Ulumud Din 2/217).

Demikian tulisan kami pada hari ini semoga bermanfaat. Aamiin..

Referensi

Rahman, Jamaal Abdur. 2005. “Tahapan Mendidik Anak Teladan Rasulullah”. Irsyad Baitus Salam : Bandung.