Assalamu’alaykum ayah bunda sahabat As Shidiq Aqiqah,

Ketika seseorang berkeinginan kuat untuk meninkah, maka ia sebaiknya mempersiapkan fisik, pikiran, mental, dan keberanian dalam menempuh kehidupan yang baru serta berbeda.

Dan saat itu sepasang manusia akan saling mnyesuaikan dengan kebiasaan hidup masing-masing, untuk bisa saling melengkapi satu dengan lainnya.

Dalam beberapa kebudayaan dan serta lapisan masyarakat juga kadang ditentukan oleh status ekonomi sosial. Keinginan menikah di usia muda masih menjadi hal yang tabu dan asing.terlebih di zaman modern seperti sekarang ini.

Kapan kita untuk memutuskan untuk menikah? Karir dulu sampai mantap atau nabung dulu sampai angka “0” berderet? Ini sering yang menjadi latar belakang alasan dalam menunda pernikahan, selain itu juga alasan dari izin dari anggota keluarga.

Sampai ingin sedewasa apakah dirimu, baru kau berani untuk melamar dan menikah?

Ada juga sebagian paramedis berpendapat bahwa menikah di usia muda itu memiliki resiko bagi system reproduksi wanita

Allah menciptakan tanda Menstruasi pada seorang gadis merupakan pertanda bahwa rahimnya telah siap menerima benih.

Kata mereka bahwa usia ideal menikah adalah 25, 26, atau 27, alasannya rahimnya telah lebih siap menerima janin, dan ia juga akan terhindar dari kanker rahim atau kanker serviks.

Yang “fair” periksa ke dokter bagaimana kondisi anda untuk persiapan sebelum menikah.

Nah sekarang kita akan membahas beberapa manfaat sosial dan medis yang akan didapat oleh seseorang jika ia memilih untuk menikah di usia muda :

  1. Lebih Mesra karena Realistis

Menikah adalah bukti cinta sejati. Ia adalah lambang dari romantisme yang hakiki.

Perlu diketahui muda-mudi yang suka tebar pesona sok romantis, supaya tidak ada lagi yang tertipu sama gombalan dan modus.

Jangan percaya kalau ada orang yang bilang cinta, kalau gak ada progres dari ucapannya. Buktikan, setidaknya dengan melamar.

Rasulullah -alaihis shalatu was salam- berkata, mengenai romantisme pernikahan ini:

???? ???? – ????- ????????????????? ?????? ??????????

“Tidak ada romantisme yang lebih indah bagi dua orang yang saling mencintai selian menikah.” (Ibnu Majah, Ibnu Abi Syaibah, Baihaqi dan dishahihkah oleh Albani)

  1. Membangun Keseimbangan Mental

Jika selalu ada seseorang yang mendampingi sahabat dalam menghadapi keseharian, adalah sangat bermanfaat ketika masa muda disibukkan dalam karir, lelah menghadapi kesulitan dan tantangan,

Teman hidup itu akan menjadi tempat mengungkapkan setiap keluh kesah yang sahabat alami dalam hidup.

  1. Menjaga Fitrah kesucian

Di zaman sekarang ini seks bebas bukanlah merupkan hal yang asing lagi. Namun, apakah kita harus mengikuti perkembangan zaman yang seperti ini?

Sungguh, Allah telah memberikan sebuah solusi yang indah bagi dua orang individu yang ingin saling memenuhi kebutuhan seksualnya, yakni dengan pernikahan.

Sebagaimana sabda Rasulullah shallalahu `alahi wassalam:

Wahai para pemuda! Siapa saja di antara kalian berkemampuan untuk nikah, maka menikahlah, karena pernikahan itu lebih mudah menundukkan pandangan dan lebihmenjaga farji (kemaluan). Siapa saja yang belum mampu, hendaklah ia berpuasa, karena puasa itu dapat membentengi dirinya. (al-Bukhari)

Dengan menikah, nilai ketakwaan kita di hadapan Allah juga bertambah. Secara tidak langsung, pernikahan menjaga diri kita sekaligus agama Islam.

Sebagaimana sabda Rasulullah ?:

Siapa saja menikah, maka ia telah melengkapi separuh dari agamanya. Hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya lagi. (Thabarani dan Hakim)

  1. inti dari Kebahagiaan

Allah –subhanahu wa ta’ala– berfirman:

Di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri,2 supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Ia menjadikan rasa kasih dan sayang di antara kalian. Sungguh pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (ar-Rum : 21)

Pasti setiap manusia ingin bahagia,  maka menikah itu menenteramkan. Mau Ibadah, enak dan nyaman. Yang tadinya tidak berpahala bahkan mengundang dosa, jadi membuahkan rahmat dari Allah.

  1. Jalan halal Memiliki Keturunan

Allah ? juga mengajarkan pada kita di dalam al-Quran agar senantiasa berdoa memohon istri dan keturunan shalih yang menyejukkan hati:

Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri dan keturunan (anak-cucu) yang  dapat menyenangkan hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. (al-Furqan: 74)

Ayat di atas mengisyaratkan pada kita, “kalau mau mendapatkan kesenangan, carilah dari anak-anak kalian, mereka adalah tempat yang tepat”.

  1. Tenang dalam beribadah

Disebutkan sebuah kisah ada 3 pemuda yang bertanya pada istri Nabi, bagaimana ibadah Rasul. Setelah diberitahu, mereka merasa beribadah mereka sangat kurang dan ingin beribadah semaksimal mungkin.

Salah satu diantara mereka akhirnya memutuskan untuk tekun ibadah dan menjauhi pernikahan. Setelah mengetahui kabar tiga sahabanya ini, Nabi Muhammad melarangnya dan mengatakan bahwa beliau beribadah, juga menikah. (al-Bukhari: 5063, Muslim: 1401)

Hadits ini menunjukkan bahwa, lebih baik kurang ibadah tapi menikah, daripada bertahan bujang meskipun tekun ibadah.

  1. Indahnya Masa Muda sambil Mengasuh Anak

Tidak sedikit Banyak yang menyangka bahwa memiliki anak di usia muda, indahnya masa muda akan berakhir, karena direpotkan dalam mengasuh bayi.

Sebagian lain, takut mempunyai banyak anak karena hanya akan menambah beban keluarga dan membuat hidup makin miskin.

Allah ta`ala berfirman:

Janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kami lah yang akan memberi rezeki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar. (al-Isra : 31)

 

Sungguh kedua alasan itu adalah alasan yang hanya memperturutkan logika daripada firman Allah dan sabda Nabi-Nya.

Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:

Nikahilah perempuan yang penyayang lagi subur. Sungguh aku akan berbangga dengan sebab banyaknya jumlah kalian (Ummat Nabi Muhammad) dihadapan para Nabi nanti pada hari kiamat. (Shahih riwayat Ahmad, Ibnu Hibban dan Sa’id bin Manshur dari jalan Anas bin Malik)

Banyak anak, adalah sunnah Nabi. Kalau mau banyak anak, menikahlah selagi muda.

Juga, Rasulullah ? menerangkan akan keutamaan yang paling agung dari mempunyai anak, yakni:

Apabila manusia itu telah mati maka terputuslah dari semua amalnya kecuali tiga perkara:

  • Shadaqah jariyah
  • ilmu yang bermanfaat, dan
  • Anak shalih yang mendo’akannya”(Imam Muslim)
  1. Lebih Menjauhkan Diri Dari Zina

Saat ini di mana-mana banyak wanita berpakaian minim, ketat, bahkan telanjang. Akhirnya, seorang dapat terjerumus dalam perzinaan. Inilah yang ingin dijaga oleh Agama Islam.

Sungguh, pernikahan akan semakin menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan, serta menjauhkan dari perbuatan zina yang sangat dimurkai oleh Allah.

Rabb ta’ala berfirman:

Janganlah kamu mendekati zina; sungguh zina itu adalah perbuatan yang keji lagi jalan yang buruk. (al-Isra: 32)

  1. Mengundang Rahmat dari Allah

Sebagai penutup dari berbagai rangkaian perintah dan larangan yang telah Allah patrikan dalam al-Quran di surat al-Isra, yang di antaranya membahas tentang pernikahan dan kehidupan berumah tangga, Allah berfirman:

Itulah (nikah) sebagian hikmah yang diwahyukan Tuhan kepadamu. Janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain di selain Allah, yang menyebabkan kamu dilemparkan ke dalam neraka secara hina lagi dijauhkan dari rahmat Allah. (al-Isra: 39)

Nah sudah jelas ya manfaatnya bahwa menikah di usia muda itu sangat bermanfaat, ayo menikah. Wassalamu’alaykum warahmatullah wabarakatuh.