sumber : www.sekutukeadilan.com

17/04/2018. Muhammad Tri Ardiyanto

Assalammualikum Ayah dan Bunda sahabat As Shidiq Aqiqah. Mungkin banyak dari kita yang dengan malu-malu beralasan dalam hatinya. ” Ngapain sih shalat? Yang shalat pun masih banyak yang korupsi, sombong dan jahat.” Ya, ada benarnya tapi banyak salahnya.

Ketika ada orang yang shalat tapi masih jahat, yang perlu dipertanyakan adalah bagaimana cara dia shalat. Bukan langsung menyimpulkan bahwa shalat tidaklah bermanfaat.

Bisa jadi dia masih asal berdiri, ruku, sujud tanpa mendapat apa-apa yang penting memenuhi kewajiban saja. Shalat sejenis ini mungkin masih wajar jika dilakukan oleh Anak TK. Semakin dewasa mestinya setiap muslim mampu memberi arti dan makna yang luhur atas shalatnya

Apa arti shalat? Pertama, pelajari arti dari lafazh yang digumamkan dalam shalat. Bukankah itu bahasa arab? bukankah itu doa? bagaimana kita bisa meresapi doa yang bahkan kita tidak mengerti apa artinya? Tidak harus dihafalkan artinya , tapi jelas harus dimengerti. Agar ketika lidah kita mengucapkannya, hati kita punya sesuatu yang dirasakan

Lalu bagaimana maknanya? Pengalaman spiritual setiap orang berbeda-beda. Ada yang shalatnya bisa memberi ketenangan batin dari sesuatu yang menggelisahkan dalam hidup. Ada pula shalat yang mampu menjadi penadah rindu atas seseorang yang kita sebut namanya dalam doa. Shalat sanggup mengendurkan setiap urat dan saraf yang terbelenggu rutinitas. Shalat dapat merekatkan perasaan kita pada Rasullah, pada agamanya, dan sifat-sifatnya yang mulia.

Coba rasakan, perlahan-lahan dalam tiap gerakannya, sempurnakan tuma’ninahnya. Jangan shalat dengan tergesa – gesa seakan kita menghadap Allah dengan enggan, atau seperti menghadapi guru galak yang membuat kita ingin cepat udahan.

Tidak percaya? Buktikan. Buktikan bahwa shalat memberi banyak manfaat, dan buang jauh pikiran bahwa orang shalat pun masih berbuat jahat. Orang semacam itu bisa memang hanya asal  shalat.

Jika Sholatnya baik, dunia dan akhiratnya pasti asyik, Jika sholatnya buruk pasti dunia dan akhiratnya terpuruk. Yuk, Ayah dan Bunda kita tegakkan sholat! Ingatlah bahwa sholat adalah konsekuensi yang harus kita tanggung setelah mengucap syahadat. Jadi, tunjukkan keseriusan syahadat kita. Dari ucapan haruslah turun kepada perbuatan.