Ilustrasi Sholat (Sumber Gambar : Islamidia.com)

 

30/05/2018 (Muhammad Tri Ardiyanto)

Assalammualaikum, Ayah dan Bunda Sahabat As Shidiq Aqiqah. Dibulan yang penuh berkah ini, seperti yang kita tahu bahwa semua amal shaleh Allah lipat gandakan. Masjid yang biasanya sepi dimalam hari pun kian ramai. Masjid yang tiap pagi hanya didatangi oleh para orang tua sepuh pun mendadak ramai karena bulan ini. Pengalaman penulis, setiap sehabis subuh kegiatan masjid dibulan ramadhan selalu diisi dengan kegiatan kajian hingga datang waktu terbitnya matahari. Tepat dikisaran waktu tersebut ada sebuah amalan yang jika kita melakukannya akan mendapatkan pahala semisal haji dan umroh. Apa amalan tersebut?

Ya, amalan tersebut adalah sholat Isyroq. Sedikit di antara kita yang mengetahui shalat yang satu ini.. Shalat isyroq sebenarnya termasuk shalat Dhuha, namun dikerjakan di awal waktu.

Asal Penamaan Shalat Isyroq

Penyebutan shalat ini dengan shalat isyraq berdasarkan penamaan sahabat Ibnu ‘Abbas.

Dari ‘Abdullah bin Al Harits, ia berkata,

Ibnu ‘Abbas pernah tidak shalat Dhuha sampai-sampai kami menanyakan beliau pada Ummi Hani, aku mengatakan pada Ummi Hani, “Kabarilah mengenai Ibnu ‘Abbas.” Kemudian Ummu Hani mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah shalat Dhuha di rumahku sebanyak 8 raka’at.” Kemudian Ibnu ‘Abbas keluar, lalu ia mengatakan, “Aku telah membaca antara dua sisi mushaf, aku tidaklah mengenal shalat isyroq kecuali sesaat.” (Allah berfirman yang artinya), “Mereka pun bertasbih di petang dan waktu isyroq (waktu pagi).”1 Ibnu ‘Abbas menyebut shalat ini dengan SHALAT ISYROQ.( HR. Al Hakim. Syaikh Bazmoul dalam Bughyatul Mutathowwi’ mengatakan bahwa atsar ini hasan ligoirihi (hasan dilihat dari jalur lainnya).

Keutamaan Shalat Isyroq

Dari Abu Umamah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa yang mengerjakan shalat shubuh dengan berjama’ah di masjid, lalu dia tetap berdiam di masjid sampai melaksanakan shalat sunnah Dhuha, maka ia seperti mendapat pahala orang yang berhaji atau berumroh secara sempurna.’’ (HR. Thobroni. Syaikh Al Albani dalam Shahih Targhib (469) mengatakan bahwa hadits ini shahih ligoirihi (shahih dilihat dari jalur lainnya).

Dari Anas bin Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa yang melaksanakan shalat shubuh secara berjama’ah lalu ia duduk sambil berdzikir pada Allah hingga matahari terbit, kemudian ia melaksanakan shalat dua raka’at, maka ia seperti memperoleh pahala haji dan umroh.” Beliau pun bersabda, “Pahala yang sempurna, sempurna dan sempurna.” (HR. Tirmidzi no. 586. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan.)

Tata Cara Pelaksanaan Shalat Isyroq

Shalat isyroq dilakukan sebanyak dua raka’at. Gerakan dan bacaannya sama dengan shalat-shalat lainnya.

Berdasarkan hadits-hadits yang telah dikemukakan, shalat isyroq disyariatkan bagi orang yang melaksanakan shalat jama’ah shubuh di masjid lalu ia berdiam untuk berdzikir hingga matahari terbit, lalu ia melaksanakan shalat isyroq dua raka’at.

Ketika berdiam di masjid dianjurkan untuk berdzikir. Dzikir di sini bentuknya umum, bisa dengan membaca Al Qur’an,membaca dzikir, atau lebih khusus lagi membaca dzikir pagi.

Waktu shalat isyroq sebagaimana waktu dimulainya shalat Dhuha yaitu mulai matahari setinggi tombak, sekitar 15-20 menit setelah matahari terbit. Hal ini sebagaimana keterangan Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin5 dan Al Lajnah Ad Daimah6 mengenai pengertian matahari setingi tombak.

Rugi bukan jika kita tidak melakukannya seminimal-minimalnya seumur hidup sekali? Semoga bermanfaat apa yang kami sampaikan ya Ayah dan Bunda. Insya Allah…