alasan-mengapa-meniup-makanan-dan-minuman-panas-tidak-baik

Siapa yang sangka bahwa perkembangan agama Islam didunia telah merujuk banyak ilmuwan untuk mencari tahu kebenaran dari isi Alquran dan Hadist, termasuk mengenai bahaya dari meniup makanan saat dalam keadaan panas. Sekarang di berbagai belahan bumi para Ilmuwan non muslim sekalipun telah banyak melakukan penelitian terkait pantangan yang pernah dikatakan oleh Rasullulah SAW ini. untuk itu, kali ini Asshidiq Aqiqah  akan membahas lebih lanjut mengapa meniup makanan saat panas merupakan sebuah pantangan, dan apa penjelasan ilmiahnya.

Jauh sebelum ilmu pengetahuan berkembang seperti sekarang ini, Rasullulah SAW pernah bersabda seperti hadist yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dan telah dibenarkan oleh Al-albani yang menyatakan larangan agar tidak bernafas ataupun meniup diatas sebuah wadah air. Hingga akhirnya, perkembangan teknologi dan sains menjadi semakin canggih, hadist Rasullulah SAW tersebut pun mulai dibenarkan oleh beberapa ilmuwan di masa sekarang ini, karena 4 hal ini:

  1. Asam Karbonat

Menurut ilmuwan, penyebab pertama mengapa kita dilarang meniup makanan panas adalah karena zat kimia yang bernama asam karbonat (H2CO3) yang ada didalam tubuh manusia sebagai pengatur kadar keasaman darah.  Jika seseorang menghembuskan nafasnya, maka ia akan mengeluarkan senyawa kimia karbondioksida (CO2) yang tidak boleh tercampur kedalam senyawa air (H2O). Jika tercampur maka keduanya akan membentuk senyawa asam karbonat tadi, yang sangat berbahaya jika terlalu banyak dan dalam kadar yang berlebihan di dalam darah manusia.

  1. H. Pylori

H.Pylori adalah sebuah nama bakteri yang dapat menyebabkan gangguan pada lambung manusia yang berawal dari sebuah luka kecil hingga dapat menyebabkan tukak pada lambung. Tak hanya itu, bakteri ini juga dapat menyebabkan gangguan pernafasan. Bakteri inilah yang dapat menyebar melalui nafas atau tiupan dari seseorang yang kemudian melekat pada wadah tempat makanan tersebut. Sehingga bagi siapa saja yang menggunakan kembali wadah tersebut, bisa langsung terjangkit bakteri ini.

  1. Mikroorganisme lainnya

Tak jauh berbeda dengan bakteri H. Pylori tadi, mikroorganisme lain seperti virus juga dapat menyebar melalui hembusan nafas seseorang seperti misalnya virus TBC yang alur penularannya sama, yakni melalui wadah atau tempat makanan tersebut.

  1. Kotoran

Dalam konteks ini, kotoran yang dimaksud adalah kotoran yang terdapat dari dalam mulut manusia dan berupa sisa-sisa makanan sebelumnya yang tidak hancur seluruhnya dan terselip di sela-sela gigi manusia ataupun menempel di dinding-dinding mulut. Kotoran kotoran kecil seperti inilah yang dapat terikut oleh hembusan nafas pada saat meniup makanan atau minuman panas.

Kesimpulannya, meniup makanan yang panas sangat tidak dianjurkan oleh agama Islam ataupun oleh ilmu pengetahuan dan sains. Ini semua demi kesehatan diri sendiri dan juga demi kesehatan orang lain yang ada di sekitar. Dapatkan juga berbagai artikel menarik lainnya  hanya di Asshidiq Aqiqah, satu satunya penyedia jasa Aqiqah profesional bagi sang buah hati Anda.