post-7

Mendidik anak jadi mandiri adalah hal yang penting untuk kita tanamkan kepada anak ,karena itu untuk kebaikan si anak ke depannya menghadapi kehiupan ini sehingga tidak menjadi anak yang manja hanya bergantung kepada orang tua dan orang lain, kebisaan mandiri ini kita bisa tanamkan sejak kecil karena pada masih kecil kita mudah membentuk karakternya dan kebisaaan nya bila kita menerapkan nya pada saat remaja sulit untuk membentuk kebiasan mandiri pada anak karena sudah terbiasa meminta kepada orang lain atau permintaannya selalu di turuti oleh orang tuanya, Anak yang manja sedikit kemungkinan jadi orang yang sukses dan menyusahkan orang tuanya. Kebanyakan orang sukses adalah pada saat kecilnya sudah di tanamkan ke mandirian pada dirinya dan akhirnya nanti jadi orang yang berguna bagi orang tua dan masyarakat.

Apa saja kah upaya upaya yang bisa kita lakukan untuk menanamkan kemandirian pada anak ?

Disini saya akan membagikan ilmu tetang upaya apa saja yang kita perlukan untuk menanamkan  kemandirian pada anak semoga bermanfaat :

1.Kenalkan kepada Yang Maha Kuasa

Yang tidak boleh dilupakan oleh setiap orang tua adalah memperkenalkan anak-anak mereka kepada Yang Maha Kuasa. Tanamkan semangat taat beribadah kepada mereka. Dengan demikian, mereka tidak akan pernah merasa sendiri, putus asa, maupun terbelenggu oleh kekecewaan atau kesedihan yang berkepanjangan. Mengenalkan anak-anak kepada Yang Maha Kuasa akan memperkuat keyakinan dan rasa percaya diri anak-anak. Hal ini akan menghindarkan anak-anak dari hal-hal yang negatif dalam kehidupan

2.Biarkan anak-anak melakukan pekerjaan mereka sendiri, walaupun hasilnya kurang sempurna.

Kadang-kadang orang tua tidak sabar dengan proses yang terjadi pada anak, sehingga memberikan bantuan yang berlebihan. Misalnya, menyiapkan keperluan mandi. Sebenarnya untuk anak usia TK sudah bisa mulai diajari untuk melakukan pekerjaan menyiapkan keperluan mandi. Apalagi ketika sudah SD, mereka bukan saja menyiapkan keperluan mandi, namun keperluan sekolah sudah harus mandiri. Baju seragam apa yang akan dipakai hari senin, buku pelajaran apa yang harus dibawa, perlengkapan sekolah yang harus disiapkan, semua bisa dilakukan sendiri oleh anak-anak. Makin dewasa usia mereka, semakin sedikit bantuan yang harus diberikan orang tua.

3.Jangan cepat membantu kesulitan mereka

Orang tua hendaknya tidak langsung memberikan mereka bantuan jika mereka mengalami kesulitan. Biarkan mereka mencoba untuk menyelesaikan pekerjaan mereka sendiri, kita wajib memberikan dorongan dan semangat agar mereka tidak mudah menyerah. Jika mereka benar-benar kesulitan , orang tua baru memberikan arahan bagaimana menyelesaikan kesulitan itu. Saat mereka telah berada di puncak kesulitan, barulah orang tua memberikan bantuan yang diperlukan. Misalnya ketika mengerjakan PR atau tugas dari sekolah. Biarkan anak-anak mengerjakan sendiri sesuai kemampuan mereka. Jangan dikerjakan oleh orang tua atau saudara. Jika ada kesulitan, biarkan mereka berpikir dan mencoba lagi. Jika memang tidak bisa, berikan petunjuk atau arahan. Jika tetap tidak bisa, berikan bantuan sebatas yang diperlukan. Orang tua jangan mengambil alih hal-hal yang menjadi kewajiban anak untuk menyelesaikannya.

4.Berikan kesempatan

Adanya pilihan akan membuat otak anak-anak bekerja. Tanpa pilihan, anak-anak akan bergerak secara monoton, tanpa perubahan dan perkembangan.

Dengan adanya pilihan, maka anak-anak akan berusaha dan berpikir untuk menentukan pilihan yang terbaik bagi diri mereka sendiri. Biarkan anak-anak menentukan pilihannya sendiri, dukung pilihannya jika positif, dan berikan penjelasan yang masuk logika mereka manakala pilihan tersebut bernilai negatif atau kurang baik bagi mereka. Dan berikan pula alasan atau penjelasan kenapa mereka (anak-anak) harus memilih pilihan yang lain.

4.Libatkan pada kegiatan-kegiatan positif

Usia dini adalah usia dimana seorang anak dapat dengan mudah dibentuk. Untuk itu, hendaknya orang tua tidak malas atau takut untuk memperkenalkan dan melibatkan anak-anak mereka dalam kegiatan-kegiatan yang positif. Anak-anak akan mudah memperoleh kebiasaan ketika ia masih berada pada usia dini. Semakin banyak kegiatan positif yang dilibatkan pada anak-anak kita, semakin mudah untuk menemukan bakat anak-anak mereka. Dan dengan demikian, orang tua pun akan lebih mudah untuk mengembangkan bakat dan potensi anak-anak mereka.

Ajak anak diskusi Berikan pertanyaan dan ajak anak-anak untuk berdiskusi tentang berbagai hal dalam kehidupan mereka. Misalnya saja, ketika anak suka main game, maka ajak mereka berdiskusi tentang pengaruh game, dan batasan-batasan yang diperlukan agar tidak membawa pengaruh negatif. Ketika anak-anak senang menonton film, maka ajak mereka berdiskusi tentang film apa yang layak dilihat dan apa pengaruh positifnya bagi mereka. Dengan cara diajak diskusi, mereka akan mengerti tentang konsekuensi setiap pilihan yang mereka ambil. Hal ini akan membuat anak-anak lebih dewasa dan bertanggung jawab dalam setiap pilihan yang mereka ambil.

5.Ajarkan kepedulian

Semakin tinggi tingkat kemandirian seseorang, maka akan semakin tinggi pula kemampuan dan kemauannya untuk peduli dan saling membantu terhadap sesamanya. Untuk itu, hendaknya orang tua senantiasa menanamkan rasa kepedulian terhadap lingkungan dan sesamanya sejak anak-anak mereka berusia dini. Pupuk dan terus siramilah kepekaan mereka terhadap lingkungan dan sesamanya.

Ajak anak merancang masa depan Ajak anak-anak untuk merancang masa depan mereka sendiri. Biarkan mereka memberikan gambaran atas cita-cita yang ingin diraih. Berilah mereka keyakinan bahwa mereka pasti dapat mencapai cita-cita tersebut selama mau bekerja keras dan rajin belajar maupun bekerja. Demikianlah beberapa cara untuk menanamkan jiwa kemandirian pada anak-anak. Tentu saja harus disertai dengan doa permohonan kepada Allah agar diberikan anak-anak yang shalih dan shalihah, bertaqwa, dan memberikan kemanfaatan bagi keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.

6.Bercita-cita
Kita semua tahu bahwa cita-cita, impian, atau harapan merupakan salah satu pengaruh yang paling kuat dan paling mendominasi pikiran dan jiwa seseorang untuk dapat terus berjuang, bergerak dan berkembang. Cita-cita, impian, atau harapan ini jugalah yang senantiasa turut memotivasi seseorang untuk melakukan sesuatu, berat ataupun ringan, bersama maupun sendiri.

Cita-cita inilah yang tidak tidak boleh sampai terlupakan oleh para orang tua. Berikanlah gambaran kepada anak-anak mengenai berbagai bidang kehidupan, pendidikan, pekerjaan, profesi, dan sejenisnya. Kemudian cobalah untuk mengajak mereka menentukan cita-cita mereka sejak dini. Dengan cita-cita, impian, atau harapan yang telah tertanam di dalam hati dan pikiran mereka, maka mereka akan terus berjuang untuk mendapatkannya. Usaha untuk menentukan pilihan dan terus berjuang dalam memperoleh cita-cita itulah yang akan memberikan nilai kemandirian pada anak-anak.

7.Berikan pujian

Kata-kata dapat menjadi senjata yang ampuh untuk menjatuhkan maupun membangkitkan seseorang, termasuk anak-anak. Senantiasa berikan kata-kata yang memotivasi bagi anak-anak. Pujian yang tidak berlebihan dapat dilakukan untuk membangkitkan semangat anak. Pujilah anak-anak anda manakala mereka melakukan aktifitas yang positif, hal ini akan meningkatkan semangat mereka untuk terus melakukan dan berusaha meningkatkan hal positif tersebut.

8.Terus Memotivasi

Teruslah memberikan motivasi kepada anak-anak anda manakala mereka melakukan hal-hal yang positif. Dorong mereka manakala memperoleh keberhasilan, untuk mempertahankan dan meningkatkan keberhasilannya. Dukung, berikan semangat dan bangkitkan mereka manakala mengalami kegagalan.

Itu lah upaya upaya yang perlu kita lakukan untuk menanamkan kemandiraian pada anak kita agar nantinya jadi pribadi yang baik taat kepada agama orang tua dan jadi orang yang bermanfaat