(3/12/18) Muhammad Tri Ardiyanto

Dalam sebuah ayat, Allah Ta’ala berfirman :

“Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha kuat lagi Maha perkasa,” (QS. Al Hajj : 40)

Allah itu Maha kuat lagi Perkasa. Lalu, untuk apa sejatinya muslimin turun ke jalan bersusah payah membela Agama,  membela Sang Maha Kuasa?

Allah Ta’ala berfirman :

“Dan barangsiapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS, Al Ankabut : 6)

Sejatinya jihad itu bukan untuk membela kemuliaan Allah. Melainkan  untuk makhluk itu sendiri. Yang mana merupakan medan  yang Allah sisakan untuk si makhluk.

Allah Ta’ala berfirman :

“Apakah manusia mengira bahwa akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, ” Kami telah beriman dan mereka tidak diuji?” (QS Al Ankabut : 2)

Seorang guru yang menguji para siswanya, sejatinya ia tidak  membutuhkan bantuan siswa untuk menjawab soal-soal ujian yang diberikannya.

Para siswa menjawab untuk kebaikan nilai dirinya sendiri, bukan untuk membantu guru mengetahui jawaban soal ujian.

Para siswa menjawab soal tersebut sebagai bukti kepada gurunya bahwa dia layak untuk lulus dari ujian yang diberikan gurunya.

Begitupun bentuk kriminalisasi ulama, kriminalisasi dakwah islam  adalah beberapa bentuk ujian bagi makhluk.

Apakah dihatinya masih ada kecintaan pada Sang Maha Kuasa dan perjuangan mendakwahkan jalanNya.