(23/10/18) Muhammad Tri Ardiyanto

Di Jogja ada sebuah taksi konvensional yang kaca belakangnya ditulisi kalimat : “LEBIH MURAH DARI GRAB DAN GO CAR” dengan sticker yang mencolok.

Ini disebut sebagai Panic Strategy.

Maksud Hati ingin menghadang pesatnya pertumbuhan taxi online yang bergerak mengikuti arus zaman, e… malah terjebak dalam membranding apa yang akan dihadangnya.

Apa yang menancap di benak akal dan pikiran setelah melihat tulisan dikaca taksi konvensional tersebut, justru nama GRAB dan GOCAR-nya,

Di era perubahan besar ini, memang banyak pihak yang terjebak melakukan panic strategy. Tak ayalnya seperti orang yang sedang tenggelam.  Mencoba meraih apapun yang penting jangan sampai hanyut tenggelam.

Seperti kejadian taksi tersebut, saya juga melihat ada sebuah gerakan-gerakan yang mencoba menghalangi kesadaran politis umat islam.

Ghazwul Fikri (propaganda perang pemikiran) yang sedang dilancarkan untuk memecah belah. Dengan cara kasar-halus, dari segala sisi kehidupan,  sisi kebudayaan, dan ilmiah agar cara berpikir umat islam berubah dari dasarnya.

Saat ini, Ghazwul Fikri yang sedang dilancarkan seperti berusaha untuk memancing dan membangun stereotype bahwa seorang muslim yang telah memiliki kesadaran mendalam mengenai agamanya adalah hal yang MENAKUTKAN.  Muslim yang sadar  perlunya agama dalam politik dicap sebagai MONSTER yang menyeramkan. Orang yang memiliki GHIRAH (rasa cemburu) terhadap agamanya  dicap sebagai EKSTRIMIS.

Dalam dunia maya, kita dapat melihat bagaimana beraneka ragama reaksi kaum muslimin yang marah manakala tulisan “La Ilaha Illallah”  dibakar. Dalam slot inilah mereka akan memframing reaksi dan komentar  ghirah   kaum muslimin terhadap agamanya yang dicemoh sebagai hal yang EKSTRIM.

Apakah mereka lupa  saat mereka menghadang ceramah Ustaz Abdul Somad beberapa waktu lalu? “Hanya” karena ada tim ustaz yang memakai topi bertuliskan kalimat tauhid. Yang mereka klaim sebagai topi HTI.

Dari peristiwa ini justru topi tauhid jadi nge-hits. Bahkan seorang artis icon hijrah mengadakan tauhid challenge yang memotivasi anak muda Muslim pede mengenakannya. Jadilah booming dimana-mana?

Nah, Begitulah sekilas mengenai panic strategy.

REFERENSI

Riw, Doni. 2018. “Beyond Radical. Yogyakarta :ArtCiv.

Dr Hamka.2015. “Ghirah Cemburu Karena Allah”. Jakarta : Gema Insani.