Luangkan waktu 15 menit untuk menjemur bayi anda di bawah sinar matahari Kenapa sih apa manfaatnya? Ternyata sinar matahari memberikan manfaat kesehatan untuk anak. Ini penjelasannya.

Mengurangi Risiko Kuning pada Bayi

Para ibu baru seringkali mengeluhkan kondisi bayinya yang baru lahir mengalami kuning pada bayi. Gangguan kuning pada bayi sebenarnya terjadi karena tingginya kadar bilirubin di dalam tubuh bayi. Bilirubin adalah pigmen kuning hasil pemecahan hemoglobin (Hb) yang ada di dalam hati. Nah, salah satu cara untuk mengatasi kuning pada bayi setelah lahir adalah dengan menjemur bayi di bawah sinar matahari. Mengapa?

Karena sinar matahari yang hangat bisa membantu menormalkan tingkat bilirubin di dalam tubuh bayi. Jangan lupa untuk tetap memberikan asupan ASI ekslusif ya Bu, karena ASI terbukti bisa mengatasi bayi kuning setelah lahir.  Tetapi untuk bayi prematur, mengatasi bayi kuning dengan cara menjemur bayi di bawah sinar matahari tidak direkomendasikan. Karena bayi prematur membutuhkan penanganan yang lebih intensif.

Sumber Vitamin D

Pembentukan tulang yang kuat ternyata tidak hanya didukung oleh asupan kalsium. Sebab, kalsium yang tidak bisa diserap tubuh dengan baik tidak bisa membentuk tulang yang sehat dan kuat. Karena itu, dibutuhkan sinar matahari yang bisa membantu penyerapan kalsium ke dalam tubuh.

Sinar matahari mengandung vitamin D yang bagus untuk pertumbuhan tulang yang dibutuhkan oleh bayi. Vitamin D juga baik untuk menjaga kesehatan kulit. Nah, Bu, mulailah untuk rutin menjemur bayi di bawah sinar matahari, setiap hari. Tapi ingat, sinar matahari yang baik adalah sinar matahari pada pukul 7-9 pagi ya.

Mencairkan Dahak Pada Bayi

Bayi yang baru lahir cukup rentan terhadap berbagai penyakit, seperti flu, masuk angin, batuk. Karena bayi dalam tahap adaptasi dengan lingkungan baru,  setelah keluar dari rahim ibu. Salah satu cara sederhana dan mudah untuk menjaga kesehatan bayi baru lahir adalah dengan rajin menjemur bayi di bawah sinar matahari. Bahkan, untuk bayi yang mengalami batuk berdahak, untuk mengeluarkan dahak, ibu bisa memanfaatkan sinar matahari. Dengan menjemur bayi selama 15-30 menit, maka dahak bayi akan mencair. Sinar matahari bisa membantu agar suhu tubuh bayi tetap hangat.

Hal-Hal Perlu Diperhatikan saat Menjemur Bayi

Setelah mengetahui manfaat menjemur bayi ada beberapa yang perlu diperhatikan saat menjemur bayi di pagi hari, apa saja itu?

  1. Memilih waktu yang tepat

Sebelum menjemur bayi, ada baiknya kita tahu waktu yang baik untuk melakukan hal tersebut, yaitu antara jam tujuh hingga jam delapan pagi. Ajak bayi Anda berjemur +/- 15 menit saja, karena kulit bayi masih sangat sensitif. Hindari menjemur bayi setelah jam delapan pagi, karena pada saat itu sinar matahari telah mengandung sinar ultraviolet baik A maupun B. Paparan sinar ultraviolet tersebut dapat menyebabkan kerusakan pada membran kulit, menjadikan kulit merah, menimbulkan sensasi terbakar, serta dapat merusak mekanisme regenerasi sel kulit.

  1. Sebaiknya menjemur bayi dalam keadaan telanjang

Hal lain yang perlu diperhatikan pada saat menjemur bayi di pagi hari adalah dengan menjemurnya  dalam keadaan telanjang dada (hanya menggunakan popok/ celana). Hal ini bertujuan agar bagian dada dapat terkena sinar matahari, sehingga dapat membantu melonggarkan pernafasan.

  1. Dengan membolak-balikkan tubuh bayi

Bayi yang dijemur sebiaknya dibolak-balikkan agar tidak hanya bagian dada depan saja yang nantinya terkena sinar matahari, tetapi juga bagian punggungnya juga mendapat penyinaran.

  1. Hindari paparan langsung pada bagian mata bayi

Cara penanganan bayi kuning saat melakukan teknik menjemur bayi, sebaiknya diusahakan agar mata bayi Anda membelakangi paparan sinar matahari tersebut. Hal ini dilakukan agar bayi terhindar dari resiko kerusakan lensa maupun retina matanya.

  1. Memilih lokasi yang tepat

Menjemur bayi tidak harus dilakukan diruangan terbuka yang mana terdapat paparan langsung dari sinar tersebut. Hal ini bisa saja dilakukan ditempat-tempat yang meskipun terlindung tapi sinar matahari masih dapat menerobos masuk. Yang harus selalu diperhatikan adalah jika pada saat kondisi sedang dingin atau cuaca berangin, maka sebaiknya bayi dijemur di dalam ruangan berkaca dimana sinar matahari masih dapat menghangatkan bayi tersebut.

  1. Menjemur bayi tidak memandang usia bayi

Prosedur menjemur bayi di pagi hari tidak memandang berapa usia bayi tersebut. Pada umumnya bayi yang masih berusia kurang dari 1 minggu akan diterapkan prosedur tersebut guna menghindari bahaya bayi kuning, dengan menurunkan kadar bilirubin dalam darah yang berlebihan. Setelah kadar bilirubin normal, kebiasaan menjemur bayi tersebut bisa terus dilakukan guna mendapatkan manfaat lain dari sinar matahari pagi, misalnya untuk mendukung pertumbuhan tulang si bayi.

Apabila ternyata diketahui seorang bayi memiliki jenis kulit yang sensitif, maka sebaiknya menghindarkannya dari proses penjemuran. Karena apabila hal tersebut dilakukan dapat memberikan dampak negatif bagi si bayi, misalnya akan timbul bercak-bercak merah pada kulit si bayi.

  1. Bayi yang lahir prematur, sebaiknya tidak dijemur

Pada minggu-minggu pertama pasca dilahirkan, seorang bayi yang dilahirkan secara prematur masih memerlukan suhu yang stabil. Sehingga sangat disarankan bagi bayi tersebut untuk tidak dijemur di bawah sinar matahari pagi. Hal ini akan dapat menimbulkan efek yang membahayakan bagi keselamatannya. Hal tersebut karena pada saat dijemur, si bayi harus mampu beradaptasi dengan lingkungan di luar.

  1. Sebaiknya bayi tidak dibiarkan sendirian saat dijemur

Pada saat menjemur bayi, sebaiknya tidak meninggalkannya sendirian. Usahakan untuk melakukan kegiatan lain yang dapat mendorong si bayi untuk dapat lebih berinteraksi dengan anda. Misalnya saja dengan memijat, atau melakukan komunikasi dengan mengajaknya bicara. Hal ini akan lebih mendekatkan Anda dengan si bayi tersebut.

  1. Selalu waspada akan bahaya hipertemi

Suhu tubuh ideal seorang bayi adalah berkisar antara 36,5°-37,5° C. Jika pada saat menjemur bayi di pagi hari kondisi sinar matahari terlalu terik, hal ini akan dapat menimbulkan efek hipertemi (peningkatan suhu tubuh) pada bayi. Hipertemi dapat mengakibatkan gangguan pada fungsi organ tubuh bayi, seperti otak, maupun sistem metabolisme tubuh si bayi. Untuk itu sangat disarankan bagi Anda untuk mengurangi waktu dalam menjemur bayi apabila kondisi sinar matahari terlalu terik.

  1. Sebaiknya dilakukan sebelum bayi mandi

Pada saat memutuskan untuk menjemur bayi, sebaiknya hal tersebut dilakukan pada saat sebelum bayi mandi. Hal ini dilakukan agar Anda dapat melakukan proses membersihkan bayi dengan lebih detail.

Dari penjelasan di atas kita bisa tahu bahwa proses menjemur bayi merupakan hal yang sangat penting dan menyehatkan bagi pertumbuhannya. Akan tetapi dalam melakukan proses tersebut, sebaiknya juga memperhatikan hal-hal yang sebaiknya tidak dilakukan, guna menghindari timbulnya berbagai dampak negatif bagi bayi itu sendiri.