img-20160802-wa0021-e1473656635754

Dari waktu ke waktu, manusia telah sadar bahwa bermain adalah suatu bentuk kegiatan yang menyenangkan. Kegiatan bermain sangat banyak digemari oleh anak-anak pada saat sebelum masuk ke jenjang sekolah, dan sebagian waktu anak akan digunakan untuk bermain dan ada pakar yang berpendapat bahwa pada masa sebelum masuk sekolah adalah usia bermain. Dan manfaat bermain bagi anak itu sama pentingnya dengan berpakaian bagi orang dewasa.

Dari waktu ke waktu, manusia telah sadar bahwa bermain adalah suatu bentuk kegiatan yang menyenangkan. Kegiatan bermain sangat banyak digemari oleh anak-anak pada saat sebelum masuk ke jenjang sekolah, dan sebagian waktu anak akan digunakan untuk bermain dan ada pakar yang berpendapat bahwa pada masa sebelum masuk sekolah adalah usia bermain. Dan manfaat bermain bagi anak itu sama pentingnya dengan berpakaian bagi orang dewasa.

Dari hasil penelitian dari para pakar, telah menemukan bahwa ternyata bermain mempunyai manfaat yang sangat besar untuk tahap awal perkembangan anak. Kegiatan bermain adalah merupakan pengalaman belajar yang sangat berguna untuk anak seperti :

  1. untuk belajar bersosialisasi dalam membina hubungan dengan sesama teman
  2. dengan memiliki banyak teman maka perbendaharaan kosa kata anak akan meningkat
  3. Menyalurkan emosi sang anak agar menjadi pribadi yang sabar saat tertekan.

Dan untuk lebih lengkapnya di bawah sini akan di jelaskan manfaat bermain bagi anak

  • Memahami diri sendiri dan mengembangkan harga diri
    Ketika bermain, anak akan menentukan pilihan-pilihan. Mereka harus memilih apa yang akan dimainkan. Anak juga memilih di mana dan dengan siapa mereka bermain.

Semua pilihan itu akan membantu terbentuknya gambaran tentang diri mereka dan membuatnya merasa mampu mengendalikan diri. Permainan memotong kertas, mengatur letak atau mewarnai misalnya dapat dilakukan dalam beragam bentuk. Tidak ada batasan yang harus diikuti.
Identitas dan kepercayaan diri dapat berkembang tanpa rasa ketakutan akan kalah atau gagal. Pada saat anak menjadi semakin dewasa dan identitasnya telah terbentuk dengan lebih baik, mereka akan semakin mampu menghadapi tantangan permainan yang

terstruktur, bertujuan dan lebih dibatasi oleh aturan-aturan.

  • Mengembangkan otak kanan anak

Bermain memiliki aspek-aspek yang menyenangkan dan membuka kesempatan untuk menguji kemampuan dirinya berhadapan dengan teman sebaya serta mengembangkan perasaan realistis akan dirinya. Dengan begitu, bermain memberi kesempatan pada anak untuk mengembangkan otak kanan, kemampuan yang mungkin kurang terasah baik di sekolah maupun di rumah.

  • Menemukan apa yang dapat mereka lakukan dan mengembangkan kepercayaan diri.

Permainan mendorong berkembangnya keterampilan, fisik, sosial dan intelektual. Misalnya perkembangan keterampilan sosial dapat terlihat dari cara anak mendekati dan bersama dengan orang lain, berkompromi serta bernegosiasi.
Apabila anak mengalami kegagalan saat melakukan suatu permainan, hal itu akan membantu mereka menghadapi kegagalan dalam arti sebenarnya dan mengelolanya pada saat mereka benar-benar harus bertanggungjawab.

  • Penyaluran bagi kebutuhan dan keinginan anak

Kebutuhan dan keinginan yang tidak dapat dipenuhi dengan cara lain, seringkali dapat dipenuhi dengan bermain. Anak yang tidak mampu mencapai peran pemimpin dalam kehidupan nyata, mungkin akan memperlohen pemenuhan keinginan itu dengan menjadi pemimpin tentara saat bermain.

  • Melatih mental anak

Ketika bermain, anak berimajinasi dan mengeluarkan ide-ide yang tersimpan di dalam dirinya. Anak mengekspresikan pengetahuan yang dia miliki sekaligus mendapatkan pengetahuan baru.
Orangtua akan dapat semakin mengenal anak dengan mengamati saat bermain. Bahkan, lewat permainan (terutama bermain pura-pura) orangtua juga dapat menemukan kesan-kesan dan harapan anak terhadap orangtua serta keluarganya.

  • Standar moral

Walaupun anak belajar di rumah dan sekolah tentang apa yang dianggap baik dan buruk oleh kelompok, tidak ada pemaksaan standar moral selain dalam kelompok bermain.

  • Meningkatkan daya kreativitas dan membebaskan anak dari stres
    Kreativitas anak akan berkembang melalui permainan. Ide-ide yang orisinil akan keluar dari pikiran mereka, walaupun kadang terasa abstrak untuk orangtua.
  • Melatih motorik dan mengasah daya analisa anak

Melalui permainan, anak dapat belajar banyak gal. Di antaranya melatih kemampuan menyeimbangkan antara motorik halus dan kasar. Hal ini sangat memengaruhi perkembangan psikologisnya.
Permainan akan memberi kesempatan anak untuk belajar menghadapi situasi kehidupan pribadi sekaligus memecahkan masalah. Anak-anak akan berusaha menganalisa dan memahami persoalan yang terdapat dalam setiap permainan.

  • Mengembangkan pola sosialisasi dan emosi anak

Dalam permainan kelompok, anak belajar tentang sosialisasi. Anak mempelajari nilai keberhasilan pribadi ketika berhasil memasuki suatu kelompok. Ketika anak memainkan peran ‘baik’ dan ‘jahat’, hal ini membuat mereka kaya akan pengalaman emosi. Anak akan memahami perasaan yang terkait dari ketakutan dan penolakan dari situasi yang dia hadapi.

kami mengharapkan pembaca bisa memahami bermacam manfaat bermain seperti yang di jelaskan di atas, terutama untuk menghilangkan paradigma yang berpendapat bahwa bermain adalah kegiatan yang tidak bermanfaat dan hanya membuang waktu saja dan juga  Dengan orang tua memahami fungsi kegunaan dari bermain, kami mengharapkan bisa memunculkan pendapat orang tua tentang cara memanfaatkan kegiatan bermain untuk dapat mengembangkan bermacam-macam aspek perkembangan anak, yaitu seperti aspek sensoris, motoris, sosialisasi, emosi, kognisi, kepribadian, pengetahuan, kecerdasan, keterampilan dalam berolah raga, menari, menyanyi dan ketajaman dalam penginderaan.