(11/9/18) Muhammad Tri Ardiyanto

 

Saudaraku, coba ambilah sebuah pencil dan selembar kertas putih di malam hari.

cobalah lukis sebuah bunga mawar dalam keadaan gelap.

Kemudian, terangkanlah  padaku bagaimana hasilnya

Berantakan bukan?

Jelas, pasti berantakan.

Seperti itulah  perumpamaan  seseorang yang  beramal tanpa disertai ilmu.

Kita berharap akan menghasilkan sebuah lukisan mawar yang cantik namun hasilnya sebaliknya. Karena kita tidak menghadirkan cahaya dalam proses pelukisan tersebut.

Kita membayangkan bahwa kita akan diganjar surga atas amalan yang kita lakukan. Tetapi kenyataannya sebaliknya.

Allah Ta’ala berfirman :

“..Katakanlah: “Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?”(QS. Az Zumar ayat 9)

“..niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..” (QS Al Mujadillah ayat 11)

Amal adalah seluruh perbuatan, pendengaran, pengucapan, penglihatan, bahkan hati. Besar maupun kecil.

Allah Ta’ala berfirman:

“..Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya..” (QS Al Isra ayat 36).

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.” (QS Al Zalzalah ayat 7)

“Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (QS Al Zalzalah ayat 8)

Nyalakanlah lampu.

Pelajarilah islam untuk menerangi hidup kita.

Dan rasakanlah perbedaannya  secara mendalam

Karena ilmu adalah cahaya.