(30/7/17) Muhammad Tri Ardiyanto

Tak terasa idul adha akan segera menghampiri kita. Otomatis, Hanya dalam waktu beberapa minggu lagi kita akan melakukan qurban. Diantara cara berkurban yang diajarkan Rasulullah shalallahu alaihi wa salam, adalah berqurban secara mandiri atau kolektif. Mungkin sebagian dari kita ada yang bertanya-tanya. manakah yang lebih afdol dilakukan?

Dalam artikel yang berhasil kami rangkum dari Ustad Ahmad Anshori. Beliau mengatakan,

Rasulullah pernah bersabda,”

“Barangsiapa yang mandi pada hari Jumat kemudian berangkat ke masjid maka seakan-akan ia berkurban unta, barangsiapa yang berangkat di waktu yang kedua seakan-akan berkurban sapi, barangsiapa yang berangkat di waktu yang ketiga seakan-akan berkurban kambing, barangsiapa yang berangkat di waktu yang ke empat seakan-akan berkurban ayam, barangsiapa yang berangkat di waktu yang kelima seakan-akan berkurban telur. Jika Imam keluar, malaikat hadir (duduk) untuk mendengarkan dzikir (khutbah).” (Muttafaqun ‘alaih)

Pada hadis di atas bekurban unta disebutkan pertama, lalu sapi, kemudian kambing. Menunjukkan bahwa binantang kurban paling utama adalah onta. Karena memang harga onta paling mahal dibanding hewan kurban lain, sehingga pengorbanan dana paling besar dibanding kurban sapi atau kambing.

Ada sebuah kaidah fikih yang sangat populer berkaitan dengan pahala suatu ibadah,

“Besar kecilnya pahala, berbanding dengan kadar pengorbanan saat melakukan ibadah.”

Namun yang menjadi pertanyaan, antara korban mandiri dan kolektif, mana yang lebih besar pahalanya?

Tentu saja berkurban secara mandiri lebih besar pahalanya. Karena orang yang berkurban mandiri, dia dapat meraup seluruh pahala menyembelih qurban secara utuh, berbeda dengan yang berkolektif, ibadah dan pahalanya untuk orang-orang yang tergabung dalam kolektif itu. Sementara letak inti nilai ibadah pada qurban, adalah pada menyembelihnya, karena Allah ‘azza wa jalla.

Kesimpulan ini pernah dinyatakan oleh Imam Ibnu Qudamah rahimahullah,

“Berkurban kambing lebih utama daripada qurban onta secara kolektif. Karena menyembelih, adalah tujuan ibadah dalam ibadah kurban. Dan orang yang berkurban mandiri, dia dapat meraup seluruh pahala sembelihan qurban. (Dikutip dari : Aujazul Masalik 10/227)

Sehingga bila kita urutan model berkurban dari yang paling afdhol:

Pertama, kurban mandiri:

  1. Kurban onta.
  2. Kemudian kurban sapi.
  3. Lalu kambing.

Kedua, kurban kolektif:

  1. Kolektif (maks) sepuluh orang untuk kurban onta.
  2. Kemudian kolektif (maks) tujuh orang untuk kurban sapi.

Sekian, semoga mencerahkan.

Wallahualam bis shawab.

SUMBER