(25/9/18) As Shidiq Aqiqah

Assalaamu’alaikum ayah-bunda sahabat As Shiddiq Aqiqah. Masih dengan bab yang sama yaitu bab sedekah, kali ini ada kisah yang menarik mengenai keutamaan dari sedekah. Kisah ini terjadi pada zaman ketika Nabi Sulaiman AS hidup.

Dikisahkan bahwa pada suatu waktu, ada seekor burung yang mengadu kepada Nabi Sulaiman. Ia berkata, “Si pemilik pohon bernama Fulan terus saja merampas anak-anakku di pohon tempat aku bersarang itu.” Pengaduan burung itu direspon oleh Nabi Sulaiman dengan memanggil si pemilik pohon dan memerintahkannya untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi. Si lelaki itupun berjanji untuk tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.

Hingga pada suatu hari, istrinya memerintahkan si lelaki itu untuk kembali mengambil anak-anak burung yang ada di pohon miliknya. Pada awalnya, si lelaki itu menolak karena ia sudah berjanji kepada Nabi Sulaiman untuk tidak mengambil anak burung tersebut. Namun sang istri terus membujuknya agar si lelaki mau untuk mengambil anak burung tersebut. Istrinya meyakinkan, “Apakah kamu menyangka Nabi Sulaiman akan mempedulikan dirimu atau merpati itu? Sedangkan ia selalu sibuk dengan urusan kerajaannya.” Si lelaki itu pun terbujuklah, ia panjat pohon itu dan diambillah anak burung itu.

Kembalilah burung itu kepada Nabi Sulaiman untuk mengeluhkan dan mengadukan tindakan lelaki itu. Nabi Sulaiman pun merasa kecewa dan marah mendengar aduan si burung. Kemudian Nabi Sulaiman memanggil dua setan, yang satu berasal dari ujung timur dan yang satunya dari ujung barat. Berkatalah Nabi Sulaiman kepada dua setan itu, “Jagalah pohon besar itu. Dan ketika laki-laki itu mengulangi perbuatannya yang mengambil anak burung itu, raihlah kedua kakinya dan jatuhkan ia dari pohon itu.” Kedua setan itupun segera bergegas menjaga pohon itu.

Ketika si burung telah beranak kembali dan si lelaki kembali akan mengambil anak burung itu, tiba-tiba datanglah seorang pengemis mengetuk pintu rumahnya. Belum sempat ia naik, ia urungkan niatnya sebentar untuk mengambil sedikit makanan guna diberikan kepada si pengemis. Diambilah beberapa makan dan diberikanlah kepada si pengemis. Kemudian lelaki itu kembali memanjat dan mengambil anak burung itu. Untuk ketiga kalinya anak burung itu berhasil diambil. Mengadulah si burung ke Nabi Sulaiman. Dipanggilah kedua setan tadi.

“Kalian telah mengkhianatiku!” seru Nabi Sulaiman. Setan itu pun menjawab, “Kami sama sekali tidak mengkhianatimu. Kami terus menjaga pohon itu. Hanya saja, ketika laki-laki itu hendak memanjat pohon datanglah seorang pengemis mengetuk pintu rumahnya. Lalu ia memberikan segenggam gandum untuk pengemis itu. Saat ia kembali memanjat pohon, kami sudah bersiap untuk meraih kakinya. Namun tiba-tiba Allah mengutus dua malaikat. Salah satu dari mereka meraih leherku dan melemparku sampai di tempat terbitnya matahari. Sedang yang satunya lagi meraih leher sahabatku dan melemparnya sampai ke tempat terbenamnya matahari.”

Demikianlah keutamaan dan hikmah dari bersedekah. Bersedekah mampu untuk menghindarkan seseorang dari mara bahaya, selama yang disedekahkan adalah yang halal. Sering kita berprasangka buruk dan ragu kepada Allah SWT ketika harta yang kita sedekahkan tidak kembali kepada kita sebagaimana yang Allah janjikan. Namun itu merupakan sikap yang keliru karena memang Allah tidak akan pernah mengingkari janjinya. Tidak selamanya Allah menggantikan harta kita dengan harta yang baru dan banyak. Bisa jadi Allah SWT menahan ganjaran di dunia dan baru dikeluarkan nanti di akhirat, yaitu tempat yang lebih hakiki kebahagiannya. Atau bias juga Allah mengganti sedekah kita dengan cara menjauhkan diri kita dari mara bahaya seperti yang dikisahkan di atas. Yang jelas jangan sekali-kali meragukan janji Allah SWT. Dan tugas kita cukup meyakini dan melaksanakannya dengan sepenuh hati. Karena jika kita terlalu berharap dan perhitungan, maka Allah SWT pun akan perhitungan dengan kita. Dan ketika Allah SWT sudah mulai perhitungan dengan kita, ketahuilah hanya kita yang akan merugi.

Referensi

http://www.nu.or.id/post/read/86059/kisah-dahsyatnya-keutamaan-sedekah-di-masa-nabi-sulaimanhttp://www.catatanmoeslimah.com/2015/11/12-keutamaan-sedekah-berdasarkan-a.html