(27/8/18) Muhammad Tri Ardiyanto

Assalammualaikum sahabat as shidiq aqiqah.

Pada artikel kali ini kami akan membahas mengenai keturunan-keturunan setan. Setan memiliki keturunan? Ya, setan sepertimanusia ia memiliki keturunan. Dalilnya adalah sebagai berikut:

Alloohumma Innii a’uudzubika minal khubutsi wal khobaaitsi

Artinya:

“Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari syaitan besar laki-laki dan perempuan”

Adanya doa  yang dicontohkan Rasul ketika masuk ke WC  agar dilindungi Allah ini, Menjadi dalil para ulama bahwa setan seperti manusia juga yang memiliki pasangan dan keturunan.

Setan memiliki keturunan yang beraneka ragam. Mereka tak ayalnya seperti manusia yang terdiri dari berbagai macam suku. Sayydina Umar Bin Khattab Rahimahullah, salah satu khulafa ar rasyidin yang dipuji karena keimanannya yang mampu membuat setan pontang-panting ketakutan (”Sesungguhnya setan lari ketakutan jika bertemu Umar” (HR Tirmidzi No. 3690, Versi Maktabatu Al Ma’arif Riyadh, Shahih Menurut Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani) Ini Mengatakan bahwa setiap keturunan – keturunan setan ,  memiliki tugasnya masing-masing dalam menyesatkan manusia.

Dalam Kitab Nashaihul ‘ Ibad yang ditulis oleh Syekh Nawawi Al Bantani, dijelaskan bahwa Umar Bin Khattab Rahimahullah mengatakan bahwa anak keturunan setan itu ada Sembilan:

  1. Zallaitun, atau zallanbur, bertugas menggoda penghuni pasar terutama para pedagang agar mereka berbohong, menipu saat bertransaksi, membesar-besarkan informasi tentang barang dagangannya, dan mengurangi timbangan. Ia juga bertugas memisahkan antara seseorang dengan keluarganya dan menampakkan kepada orang tentang aib keluarganya sendiri.
  2. Watsin, bertugas untuk menggoda seseorang saat ditimpa musibah agar menjauhi kesabaran dalam menghadapinya.
  3. Laqus, Bertugas menggoda seseorang agar merasa was was saat bersuci dan saat sholat (ada juga yang mengatakannya Khanzab). Ia disebut setan kaum Majusia.
  4. A’wan, bertugas menggoda para penguasa agar berbuat zalim dan semena-mena
  5. Haffaf, bertugas menggoda manusia untuk meminum Khamr
  6. Murrah, bertugas menggoda manusia untuk bermain seruling (music).
  7. Masuth, bertugas menggoda manusia untuk menyampaikan berita bohong sehingga manusia menyampaikan kebohongan itu dari mulut ke mulut, tanpa ada dasar yang jelas.
  8. Dasim, bertugas menggoda manusia saat memasuki rumahnya agar tidak mengucapkan salam kepada keluarganya atau tidak menyebut nama Allah. Hal itu dapat menyebabkan terjadinya pertengkaran dan perselisihan hingga terjadi talak, khulu’ (gugat cerai oleh istri), atau kekerasan dalam rumah tangga. Dalam riwayat lain, Dasim selalu menyertai manusia yang ketika makan dan masuk rumah tidak menyebut nama Allah. Dasim juga menyertai manusia yang menjelang tidurnya tidak mengucapkan doa dan mengenakan pakaian-pakaian mereka jika tidak dilipat.
  9. Walhan, bertugas menggoda manusia di saat wudhu dan shalat serta ibadah-ibadah lainnya. Dalam riwayat lain dikatakan bahwa Walhan bertugas menggoda manusia saat bersuci sehingga orang boros dalam memakai air untuk bersuci. Hal ini sebagaimana hadis yang diriwayatkan Sayyidina Ali Bin Abi Thalib Rahimahullah bahwa Rasulullah Shalallahu A’laihi Wassallam bersabda, “ Di Saat Berwudhu, ada setan yang bernama Walhan maka berhati hatilah kalian terhadapnya.”

 

Sebagian Ulama mengatakan bahwa pengganti  Laqus, Murrah dan Haffaf adalah tiga anak Iblis berikut :

  1. A’war, bertugas menggoda manusia untuk melakukan perzinaan. Ia meniup kemaluan laki-laki dan pantat perempuan.
  2. Wasnan, bertugas menggoda agar orang tertidur. Ia akan membebani kepala dan menarik pelupuk mata manusia agar tetap lelap dan malas menjalankan shalat. Namun, dia sangat senang membantu orang untuk bangun dari tidurnya untuk melakukan kemaksiatan.
  3. Abyadh, bertugas menggoda para nabi dan wali. Para Nabi dapat selamat dari godaan Abyadh, tetapi para wali selalu berjuang menghadapi setan ini. Yang diselamatkan Allah Ta’ala akan selamat dan yang tidak selamatkan Allah akan terperangkap dalam godaannya.

Demikianlah apa yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat dan  menambah nilai keimanan kita. Insya Allah.. Aamiin..

 

Referensi

Saifudin Nur, Fuad (Penerjemah). 2016. “ Nashaihul Ibad (Syaikh Nawawi Al Bantani)”. Jakarta : Walipustaka.

Aplikasi Android Ensklopedia Hadits.