bvlbvmjypx

GIZI adalah hal paling utama yang harus diperhatikan oleh orang tua jika ingin tumbuh kembang putra putrinya maksimal Pemberian makanan untuk balita tidak boleh asal kenyang,akan tetapi harus diperhatikan kandungan gizinya agar sang buah hati tumbuh besar dan pintar
Pemenuhan gizi pada setiap balita merupakan suatu keharusan karena hal ini sangat berpengaruh pada masa depan si buah hati, terutama pada 5 tahun pertama, karena apa yang terjadi selama 5 tahun pertama tersebut sangat menentukan tahun demi tahun pertumbuhan dan perkembangannya. Hal inilah yang seharusnya mendasari setiap orang tua untuk berusaha agar Gizi Balitanya terpenuhi semaksimal mungkin.

Dan zat gizi apa sajakah yang dibutuhkan balita, berikut adalah zat gizi yang sangat dibutuhkan untuk perkembangan balita.
 Besi ( fe )

Besi saat ini, sekitar 3-5% anak-anak mengalami deisiensi zat besi.Defisiensi besi dapat menghambat dan menurunkan perkembangan kognitif, juga menurunkan daya tahan tubuh.

 Fluor

Flour dibutuhkan tubuh untuk membuat tulang dan gigi menjadi kuat. Fungsi utamanya adalah mencegah terjadinya karies gigi. Kecukupan fluor yang dianjurkan pada balita adalah 0,6-0,8mg per hari.
 Kalsium

Kalsium balita sedang berada pada masa pertumbuhan sehingga kekurangan kalsium dapat menyebabkan berkurangnya kepadatan dan kekerasan tulang yang sedang di bentuk.Kecukupan kalsium yang dianjurkan adalah 500mg per hari .
 Asam folat

Defisiensi asam folat dapat mengakibatkan anemia dan gangguan pertumbuhan. Kecukupan asam folat yang dianjurkan adalah 150-200µg per hari.

 Vitamin B12

Defisiensi vitamin B12 akan menimbulkan keadaan anemia dan hal ini dapat mengganggu regenerasi sel dan pertumbuhan jaringan. Kecukupan vitamin B12 yang dianjurkan untuk baliata adalah 0,9 -1,2µg per hari.
 

 Vitamin B1

Vitamin B1 mempunyai peranan dalam metabolisme karbohidrat.Kekurangan vitamin B1 akan menimbulkan gejala kehilang nafsu makan dan mengganggu pertumbuhan. Kecukupan vitamin B1 yang dianjurkan adalah 0,5-0,8mg per hari.

Vitamin A

Defisiensi vitamin A merupakan masalah kesehatan yang nyata pada balita.Diperkirakan 3 juta balita diseluruh dunia setiap tahunnya menunjukan defisiensi vitamin A sehingga menempatkan mereka pada resiko kebutaan. Vitamin A beruntung untuk penglihatan, respon kekebalan, pertumbuhan dan perkembangan mental. Kecukupan vitamin A yang dianjurkan adalah 400-450 µg RE perhari.
 Protein

Protein dalam tubuh merupakan sumber asam amino esensial yang diperlukan sebagai zat pembangun. Kecukupan protein yang dianjurkan untuk anak balita adalah 1,8-2 gram per kg berat badan atau setara dengan 8-10% totalenergi. Untuk memperoleh mutu protein yang baik, seperlima dari kebutuhan protein disuplai dari makanan hewani.

 Lemak

Lemak dibutuhkan sebagai sumber lemak esensial serta sebagai zat pelarut vitamin A,D,E, dan K.Pemberian lemak dianjurkan tidak lebih dari 8% dan pemberian lemak esensial yaitu PUFA (asam lemak tidak jenuh ganda) diutamakan ± 10%. Asam lemak esensial dibutuhkan untuk pertumbuhan, memelihara kesehatan kulit, Serta mencegah terjadinya penyakit degeneratif sedini mungkin.

 

 Karbohidrat
Karbohidrat dibutuhkan sebagai sumber energi. Pemberian karbohidrat yang dianjurkan adalah sebesar 60-65% total energi.

 Seng

Mempunyai peran dalam sebagai komponen dalam banyak enzim dan juga sebagai sintesis protein. Oleh karena itu, defisiensi seng pada anak-anak dapat menghambat pertumbuhan, pematangan seks, fungsi kognitif, dan imunitas tubuh.Kandungan serat yang dianjurkan pada makanan balita adalah ± 7gram.

 Cairan

Untuk menoptimalkan pencernaan maka jumlah cairan harus mencukupi,yaitu 100-125 cc per kg berat badan. Batasannya adalah usia 2-3 tahunmembutuhkan 115-125 cairan per kg BB dan anak usia 4-5 tahun membutuhkancairan 100-110 cairan per kg BB. Contohnya, anak usia 4 tahun dengan BB 16 kgakan membutuhkan cairan 1.600-1.760 cc atau 1,6-1,8 liter per hari atau 6-7 gelas perhari. Cairan dapat dipenuhi dari minuman, air putih, kuah sayur dan buah- buahan.

 Garam ( Natrium )

Setelah berusia 1 tahun, ginjal seorang anak mulai mature (matang) sehingga penggunaan garam dalam jumlah moderat bisa ditoleransi. Namun, penggunaan garam yang berlebihan atau bahan makanan yang mengandung garam tinggi (misalnya dalam makan instant, bumbu instans) tidak dianjurkankarena berhubungan dengan tekanan darah pada kehidupan selanjutnya.

Gula

Kerusakan gizi merupakan masalah utama pada balita. Oleh karena itu, penambahan gula yang berlebihan pada makanan tidak dianjurkan. Gulase baiknya hanya diberikan untuk memberi rasa pada makanan.
Status Gizi merupakan ekspresi satu aspek atau lebih dari nutriture seorang individu dalam suatu variabel (Hadi, 2002).
Status gizi adalah ekspresi dari keadaan keseimbangan dalam bentuk variabel tertentu atau perwujudan dari nutriture dalam bentuk variabel tertentu (Supariasa, dkk, 2001).

Menurut Gibson (1990) menyatakan status gizi adalah keadaan tubuh yang merupakan hasil akhir dari keseimbangan antara zat gizi yang masuk ke dalam tubuh, dan utilisasinya.

Saatnya bagi kita para orang tua untuk lebih waspada dalam memenuhi gizi balitanya agar tumbuh kembang si kecil bisa maksimal dan ia berhasil mencapai masa depannya dengan gemilang karena terpenuhinya gizi balita secara maksimal.