(19/11/18) Muhammad Tri Ardiyanto

Dia sangat bersih, wajahnya berseri-seri,

Bagus perawakannya, tidak merasa berat karena gemuk,

tidak bisa dicela karena kepalanya kecil, elok dan tampan,

dimatanya ada warna hitam, bulu matanya panjang,

lehernya jenjang, matanya jelita, memakai celak mata,

alisnya tipis, memanjang dan bersambung

rambutnya hitam,

Jika  diam tampak berwibawa,

Jika berbicara  tampak menarik,

Dia adalah orang yang paling elok dan menawan

Jika Dilihat dari kejauhan, tampan dan manis setelah mendekat. -Ummu Ma’bad Al Khuza’iyyah tentang Rasulullah.

 

Pada 21 April 571 M terjadi gempa. Namun, gempa tersebut tidak menghancurkan. Gempa tersebut hanya merobohkan berhala-berhala di Mekkah.

Menurut riwayat daripada Abdul Mutalib, “Ketika aku sedang berada di Ka’bah, tiba-tiba berhala jatuh dari tempatnya dan sujud kepada Allah. Lalu aku mendengar suara dari dinding Kaabah berkata, ‘telah lahir nabi pilihan yang akan membinasakan orang kafir dan mensucikanku daripada berhala- berhala ini dan akan memerintahkan penyembahan kepada Yang Maha Mengetahui.”

Selain itu, Api di negara Parsi yang tidak pernah padam hampir selama seribu tahun tiba-tiba padam dengan sendirinya. Api tersebut merupakan api sembahan orang-orang Majusi yang dianggap sebagai Tuhan. Peristiwa itu amat mengejutkan orang Parsi.

Kelahirannya seolah mengingatkan mereka yang selama ini telah menyembah Tuhan yang salah. Tuhan yang sedari dulu mereka agungkan itu tiba-tiba ditampakkan kerapuhannya. Hancur manakala diguncang oleh gempa. Padam manakala dihembus oleh angin. Yang mereka sebut Tuhan itu lenyap dalam sekejap.  Menegaskan bahwa Tuhan mereka itu lemah dan tidaklah  menghadirkan manfaat apapun bagi mereka. Bahkan tidak mampu sekedar untuk melindungi diri mereka  dari guncangan gempa dan hembusan angin.

Dalam waktu yang sama, pada malam kelahiran Rasulullah, Ustadz Haikal Hassan dalam ceramahnya mengatakan, “Bulan bersinar begitu terang. Seolah masuk dan turun ke sebuah rumah. Dan rumah itu adalah rumah Ibunda Aminah.”

Tasik Sava yang dianggap suci tenggelam ke dalam tanah. Setelah baginda lahir, tembakan bintang kerap terjadi sebagai tanda bahwa pengetahuan setan dan jin mengenai perkara ghaib sudah tamat.

Berdasarkan peristiwa tersebut jelaslah kelahiran Nabi Muhammad mempunyai keistimewaan tersendiri. Ini karena Baginda adalah khatamun nubuwwah, penutup segala nabi. Perkara -perkara luar biasa ini telah membuktikan kemuliaan Baginda di sisi Allah, sekaligus sebagai bukti kerasulannya.

Di samping itu, bukti -bukti tersebut juga dijelaskan di dalam kitab kitab terdahulu seperti kitab Taurat, Zabur dan Injil yang mengatakan akan lahirnya rasul terakhir.

 

Referensi

Fillah A, Salim. 2008. “Jalan Cinta Para Pejuang”. Pro U Media : Yogyakarta.

https://www . islampos.com / peristiwa-ketika-nabi-lahir-berhala-di-kabah-hancur-api-majusi-padam-59526/

Lahirnya Rasulullah Muhammad-Ustadz Haikal Hassan (https://www.  youtube . com/watch?v=TnBrlnygyDQ)