(8/1/18) Muhammad Tri Ardiyanto

Assalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Sahabat As Shidiq Aqiqah.

Siapa diantara sahabat yang suka lempar lemparan untuk mengumandangkan adzan?hehehe… Fenomena seperti ini sering terjadi  entah baik dikalangan anak-anak, remaja, bahkan hingga orang dewasa sekalipun. Alasannya beraneka ragam, dari yang paling klasik yakni masalah keindahan suara, kurang pede, bahkan ada yang malu-malu  untuk mengakui di umur dewasanya masih belum mampu menghafal adzan. Jangan malu ya sahabat… tidak ada kata terlambat untuk memberanikan diri dan memperbanyak amal saleh selagi nyawa belum dikerongkongan dan matahari belum terbit dari terbenamnya.

Nah, Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini kami akan membahas mengenai keutamaan- keutamaan menjadi seorang muadzin.  Dengan kami membahas mengenai keutamaan menjadi seorang muadzin ini, penulis berharap pada diri penulis sendiri dan sahabat agar lebih termotivasi dan berani untuk beramal saleh.

Jadi… Apa sajakah keutamaan menjadi seorang muadzin? Apa saja janji -janji surga yang Allah akan berikan bagi para muadzin? berikut adalah penjelasannya :

Pertama, Pahala yang begitu besar…

Dalam sebuah hadits diriwayatkan,

”Seandainya orang-orang mengetahui besarnya pahala yang didapatkan dalam adzan dan shaf pertama kemudian mereka tidak dapat memperolehnya kecuali dengan undian niscaya mereka rela berundi untuk mendapatkannya…” (HR. Bukhari no. 615 dan Muslim no. 980)

Kedua, Pahala orang yang azan seperti pahala orang yang melakukan shalat.

 “Muadzin mendapatkan pahala seperti pahala orang yang shalat bersamanya,” (HR An Nasa’i).

Inilah salah satu fadhilah besar menjadi seorang muadzin yakni akan mendapatkan pahala seperti orang yang melakukan salat bersamanya. Wajar seorang muadzin mendapatkan pahala seperti orang yang melakukan shalat bersamanya sebab ia menjadi sebab orang lain mengetahui datangnya waktu sholat.  Bayangkan jika dalam sholat itu terdapat 1000 jamaah  yang berangkat ke masjid lalu mereka melakukan sholat berjamaah ! berapa pahala semisal yang muadzin tersebut akan dapat?

Ketiga,  Allah menjanjikan bahwa seorang muadzin adalah orang yang dapat dipercaya.

“Imam adalah penjamin dan muadzin adalah orang yang dipercaya. Ya Allah, luruskanlah para imam dan ampunilah muadzin,” (HR Abu Dawud dan Tirmidzi).

Keempat, dibanggakan Allah di depan para malaikat.

 “Tuhanmu takjub kepada seorang penggembala domba di puncak bukit gunung, dia mengumandangkan azan untuk shalat lalu dia shalat. Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, ‘Lihatlah hamba-Ku ini, dia mengumandangkan azan dan beriqamah untuk shalat, dia takut kepada-Ku. Aku telah mengampuni hamba-Ku dan memasukkannya ke dalam surga,” (HR Abu Dawud dan An Nasa’i).

Kelima, Menjadi saksi di hari kiamat

”Tidaklah jin dan manusia serta tidak ada sesuatu pun yang mendengar suara lantunan adzan dari seorang muadzin melainkan akan menjadi saksi kebaikan bagi si muadzin pada hari kiamat.” (HR. Bukhari no. 609)

Keenam, dimintakan ampunan

”Diampuni bagi muadzin pada akhir adzannya. Dan setiap yang basah atau pun yang kering yang mendengar adzannya akan memintakan ampun untuknya.” (HR. Ahmad 2: 136. Syaikh Ahmad Syakir berkata bahwa sanad hadits ini shahih)

Ketujuh,  muadzin tidak akan tenggelam oleh keringat pada saat Hari Kiamat karena ia dipanjangkan lehernya oleh Allah

“Para muadzin adalah orang yang berleher panjang pada Hari Kiamat,” (HR. Muslim No 850).

Beberapa ulama memaknai leher panjang ini sebagai sebuah majaz. Ibnu Arabi yang mengatakan bahwa mereka adalah orang yang paling banyak amalnya. Sedangkan Imam Qadhi Iyadh berpendapat bahwa yang dimaksud hadits tersebut adalah orang yang senantiasa mengumandangkan azan akan cepat dimasukkan oleh Allah  ke dalam surga-Nya.

Jadi itulah keutamaan-keutamaan menjadi seorang muadzin.. demikin tulisan hari ini semoga bermanfaat !

Referensi1

Referensi2