(10/9/18) Muhammad Tri Ardiyanto

Assalammualaikum ayah bunda sahabat as shidiq aqiqah.

Berbicara masalah kebutuhan siapa sih yang tidak ingin kebutuhan dunia dan akhiratnya dicukupkan Allah? Setiap dari kita pasti mau kan…. Nah, ayah bunda sudah tahu belum  bahwa ada sebuah amalan, jika kita rutin mengamalkannya Allah akan mencukupkan kebutuhan  kita?Penasaran apakah amalan itu? 🙂 Ini dia :

Dalam sebuah hadits Rasulullah shallallahu Alaihi wasallam pernah bersabda,

Siapa yang membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah pada malam hari, maka ia akan diberi kecukupan.” (HR. Bukhari no. 5009 dan Muslim no. 808)

Hadits di atas menunjukkan tentang keutamaan dua ayat terakhir surat Al-Baqarah.

Para ulama menyebutkan bahwa siapa yang membaca dua ayat terakhir surat Al-Baqarah, maka Allah akan memberikan kecukupan baginya untuk urusan dunia dan akhiratnya, juga ia akan dijauhkan dari kejelekan. Ada juga ulama yang mengatakan bahwa dengan membaca ayat tersebut imannya akan diperbaharui karena di dalam ayat tersebut ada sikap pasrah kepada Allah Ta’ala. Ada juga ulama yang mengatakan bahwa ayat tersebut bisa sebagai pengganti dari berbagai dzikir karena di dalamnya sudah terdapat do’a untuk meminta kebaikan dunia dan akhirat. (Prof. Dr. Musthafa Al-Bugha dalam Nuzhah Al-Muttaqin, hal. 400-401.)

Al-Qadhi ‘Iyadh menyatakan bahwa makna hadits bisa jadi dengan membaca dua ayat terakhir surat Al-Baqarah akan mencukupkan dari shalat malam. Maksudnya, itu sudah menjadi pengganti shalat malam. Ada juga ulama yang menyampaikan makna bahwa ia dijauhkan dari gangguan setan atau dijauhkan dari segala macam penyakit. 

Mungkin sebagian dari ayah dan bunda masih ada yang menganggap bahwa kecukupan yang Allah berikan itu berbentuk materi bukan? Hayo ngaku :).. Ayah bunda ga salah kok. Ayah dan  bunda hanya harus lebih  tahu  bahwa apa yang Allah berikan kepada kita amat lebih dari itu. Patut diketahui bahwa rasa cukup ada yang sifatnya  material dan non material.

Sifat yang material seperti rasa cukup yang hadir karena  Allah telah mencukupkan rezeki kita  dalam bentuk kecukupan nafkah, benda-benda, makanan dsb. Sedangkan rasa cukup non material adalah  ditanamkannya rasa  syukur, ikhlas dan qanaah pada hati kita.

Untuk menghadirkan rasa syukur  kita perlu rasa ikhlas dan rasa ikhlas itu sendiri baru hadir jika ada  rasa qanaah (menerima apa yang telah Allah beri kepada kita). Jadinya fondasi dasarnya adalah rasa qanaah. Dan rasa qanaah itu baru muncul ketika kita sering- sering menengok kebawah masalah dunia dan menengok ke atas masalah akhirat.

Bagaimana menjadi orang yang pandai  untuk sering-sering menengok kebawah? Caranya sederhana Ayah dan bunda.  Sering-sering bergaulah dengan orang yang ada dibawah kita. Jika mereka dalam kesulitan bantu mereka. Jika ayah dan bunda terapkan betul-betul. Insya Allah, Allah akan jaga kesucian hati kita. Ingat ayah dan bunda..   Kita ini nih… Anak keturunan adam, masuk neraka bukan karena penyakit jasmani. Allah ga marah kalau kita sakit koreng, kudis, kurap.  Tapi Allah baru marah kalau kita punya penyakit rohani. Yaitu penyakit tak pandai bersyukur, susah ikhlas, dengki, pemarah.

Nah,Oleh karena itu… yuk nanti malam  kita amalkan. Kurang baik apalagi Allah dengan kita? Kalau dipikir amalan yang dilakukan tak seberapa tapi balasannya berlipat-lipat ganda. Iya engga? hehehe.. itulah Alah dengan sifat yang Maha Pengasih dan Maha PenyayangNya.

 

Semoga kita selalu menjadi hamba Allah yang selalu dicukupkan oleh Nya  ya Ayah dan Bunda.  Insya Allah… Aamiin..