sumber : https://www.mensxp.com

 

16/04/2018, Muhammad Tri Ardiyanto

Assalammualaikum, Ayah Bunda sahabat As Shidiq Aqiqah. Mungkin sebagian dari kita merasa mengenal seseorang melalui tanggal lahirnya, tulisan-tulisannya, dan postingan-postingannya. Dari situ, Kita langsung mengambil kesimpulan merasa cocok, merasa dekat dengannya hingga pada akhirnya kita mempercayakan uang, hati, dan lain-lain pada orang tersebut. Namun, kepercayaan tinggallah kepercayaan. Kita dirugikan. Terkadang tidak hanya uang yang hilang dan hati yang patah.

Tahukah Ayah dan Bunda bahwa islam telah memberikan standar tersendiri  untuk mengenal karakter asli seseorang? Untuk mengenal karakter asli tersebut dalam sebuah riwayat dijelaskan pernah ada seseorang yang memberikan persaksian di hadapan Umar bin Al-Khathab, maka

Umar pun berkata, “Aku tidak mengenalmu, dan tidak me-mudharat-kan engkau meskipun aku tidak mengenalmu. Datangkanlah orang yang mengenalmu.”

Maka ada seseorang dari para hadirin yang berkata, “Aku mengenalnya, wahai Amirul Mukminin.”

Umar berkata, “Dengan apa engkau mengenalnya?”

Orang itu berkata, “Dengan keshalihan dan keutamaannya.”

Umar berkata, “Apakah dia adalah tetangga dekatmu, yang engkau mengetahui kondisinya di malam hari dan di siang hari serta datang dan perginya?”

“Tidak.”

“Apakah engkau pernah safar dengannya?” tanya Umar lagi

“Tidak.”

“Berarti kau belumlah mengenalnya” Jawab Umar lagi

 

Hikmah Safar

Apa yang dikatakan oleh Umar Bin Khattab benar adanya, Jika kita renungi betul-betul safar tidak hanya sekedar melakukan perjalanan jauh. Tetapi ada hikmah tersirat dari  safar itu sendiri. Seperti yang kita ketahui bahwa safar bukanlah hal yang ringan. Safar adalah hal yang berat karena safar menguras banyak tenaga,  pikiran, dan waktu. Saat diri diuji dengan keletihan itulah sifat asli seseorang tampak. Apakah ternyata ia adalah seorang yang pemarah, egois, sabar dan setia kawan? Oleh Karena itulah, safar dikatakan oleh Umar Bin Khatttab sebagai pengungkap akhlak seseorang.

Betapa banyak orang yang nampaknya mulia dan berakhlak baik namun tatkala kita bersafar bersamanya dalam waktu yang lama dan jarak perjalanan yang jauh, dan berhadapan dengan kesulitan dan butuh akan pengorbanan, maka nampak akhlaknya yang asli, akhlak yang buruk?

Dari situ diujilah masalah loyalitas seseorang terhadap kawannya. Oleh Karena itu, Hati-Hati ya Ayah dan Bunda dalam memilih kawan. Jangan sampai salah memilih seseorang sebagai kawan.

Daftar Referensi :

https://firanda*com/index.php/artikel/7-adab-a-akhlaq/157-mendulang-pelajaran-akhlak-dari-syaikh-abdurrozzaq-al-badr-hafizhahullah-seri-6

https://alhijroh*com/adab-akhlak/kenali-seseorang-dengan-safar/

https://muslimafiyah*com/tiga-patokan-akhlak-sebenarnya-seseorang.html