(26/7/18) (Muhammad Tri Ardiyanto)

Assalammualaikum, sahabat as shidiq aqiqah.

Dalam beribadah mungkin sebagian dari kita ada yang pernah merasakan sebuah kenikmatan tersendiri ketika berkhalwat dengan Allah Ta’ala. Misalkan, Ketika keasikan membaca Qur’an sang waktu tak terasa telah membuat kita berhasil menghabiskan bacaan Qur’an sebanyak 2 juz. Atau misalnya lagi saat bertahajud ditengah malam, rasanya jiwa  seperti merasakan adanya suatu ketenangan saat  beribadah pada Allah.

Permasalahan muncul ketika  tiba-tiba  nikmat itu seperti menghilang begitu saja.  Ibadah yang tadinya seperti membawa kenikmatan pada diri kita. Seketika menjadi terasa begitu hambar. Bagai sayur tanpa garam . hmmm…

 

Permasalahan hilangnya kenikmatan ibadah  ini, pernah dibahas oleh  Ustad Khalid Basalamah, dalam sebuah ceramahnya, Beliau menjelaskan  bahwa,

Ketika seorang muslim berbuat dosa maka yang paling pertama kali diangkat adalah kenikmatan beribadah.

Dalam hadits riwayat Abu Darda’ Radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

Yang pertama kali diangkat (oleh Allah) dari umat ini adalah sifat khusyu’, sehingga (nantinya) kamu tidak akan melihat lagi seorang yang khusyu’ (dalam ibadahnya)”(HR ath-Thabarani dalam “Musnadusy Syaamiyyiin” (2/400), dinyatakan shahih oleh syaikh al-Albani dalam “al-Jaami’ush shahiih” (no. 2569).

Para ulama mengatakan bahwa saat seseorang berbuat dosa ia tidak akan langsung sakit atau menerima cobaan berat dalam hidupnya akibat perbuatan dosanya.  Semua ada tahapannya. Apabila kita baru saja kehilangan kenikmatan ibadah tersebut. Kita masih ada pada tahap awal. Agar tidak berlangsung lama dan menyebabkan Futur (Level keimanan Terjun  Bebas). Maka tidak ada solusi lain selain meminta ampunan pada Allah. Kita mohonkan pada Allah  petunjuk, Kira-kira  dosa apa yang kita lakukan sehingga menyebabkan hilangnya kenikmatan ibadah yang sebelumnya kita rasakan.

Semoga kita semua selalu diberikan keikhlasan, kenikmatan dalam beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala sesuai dengan tuntunan nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.

Insya Allah.. aamiin.