(1/11/18) Admin

Ketika mendapat cobaan yang berat, tak ada yang pantas dilakukan kecuali berdoa. Serahkan semua kepada Allah setelah bertobat dengan sungguh-sungguh. Kekeliruan memang akan beroleh balasan berupa siksa. Saat kekhilafan terhapus dengan tobat, terangkatlah penyebab siksa itu. Jika telah bertobat namun belum ada tanda akan dikabulkan, periksalah diri kita.

     Mungkin tobat Kita belum benar.Perbaiki dan teruslah berdoalah. Jangan sekali-kali merasa bosan. Mungkin justru akan ada kemaslahatan jika doa kita tidak segera dikabulkan. Mungkin juga jika dikabulkan, tidak membawa maslahat apa-apa. Meskipun demikian, Kita tetap mendapat pahala sabar dan akan terus memperoleh manfaatnya. Di antara manfaat itu adalah Allah tidak memberi yang kita minta, namun menggantinya dengan yang lain..Jika Iblis datang dan berkata, ” Betapa seringnya engkau berdoa, namun doamu tidak dijawab sama sekali,” jawablah dengan akurat agar dia tidak bisa berbuat apa-apa. Katakan kepadanya, ” Saya berdoa untuk beribadah. Saya yakin, bahwa jawaban dari doa itu pasti ada.”.Bisa jadi penundaan jawaban doa itu karena Allah melihat kepentingan hamba yang berdoa. Jawaban akan datang pada saat yang tepat. Kalaupun tidak terjawab, yang pasti kita  telah melakukan ibadah dan merendahkan diri di depan Sang Khaliq.
     Berhati-hatilah. Jangan sekali-kali meminta kecuali sesuatu yang baik. Dalam musyawarah tentang dunia barangkali ada kawan yang berpendapat mengenai sesuatu yang tak mampu kita pikirkan. Kita melihat bakal ada keburukan yang terjadi. Jika demikian, Mengapa tak memohon kepada Allah? Bukankah Allah adalah Dzat Yang Maha Mengetahui? Bukankah istikharah adalah cara terbaik untuk bermusyawarah?
Referensi
Imam Ibnul Al Jauzi, Dalam Shailduk Khathir