untitled-1

Siapa bilang kalau bayi hanya bisa makan dan tidur saja? Ada beberapa hal yang menunjukkan bahwa bayi memiliki perkembangan yang menakjubkan. Bayi juga mampu belajar berbagai hal yang tidak Ibu duga. Berikut berbagai perkembangan yang dialami bayi dan membuat kita takjub!

  1. Bisa merespons atau ngobrol

Menurut Christopher Tolcher, MD, salah seordang dokter anak di Los Angeles, bayi sudah bisa memberikan respons saat ia menginjak usia 6 minggu. Ibu dan Ayah akan mendapatkan respons dari bayi dalam bentuk senyuman dan suara-suara. Meskipun bayi kelihatannya menangis saja, lama kelamaan Ibu akan paham apa yang ia rasakan dan memahami bahasa tubuh yang ia tunjukkan. Bahkan, bayi baru lahir juga paham mengenai keberadaan ayah dan ibunya sehingga ketika berada di dekat Ibu atau ayahnya ia akan jauh lebih tenang.

  1. Mampu memahami bahasa isyarat

Ternyata bayi juga sudah bisa memahami dan melakukan bahasa isyarat sebelum ia mampu berbicara. Menurut Linda Acredolo, PhD, penulis buku Baby Signs, bayi juga mulai belajar berkomunikasi dengan gestur tubuh. Belajar bahasa tubuh bisa dilakukan sejak usia dini. Sebuah studi yang dilakukan Montessori Academy of Chicago menemukan, bayi yang belajar bahasa isyarat memiliki kecerdasan yang lebih tinggi, mampu menyerap kosakata yang lebih banyak, serta lebih percaya diri.

  1. Memiliki refleks

Tidak hanya makan, tidur, dan menangis, bayi juga memiliki kemampuan refleks yang baik. Ruth Lotz, salah seorang dokter anak dari Cedar Sinai Children Hospital di California mengungkapkan refleks ini membuat  bayi mampu mengangkat kepalanya saat berusia dua hingga tiga minggu. Selain itu, bayi baru lahir juga mampu melakukan refleks lain seperti rooting. Saat bagian mulut dan pipinya disentuh, ia akan menggerakkan kepala ke arah orang yang memegangnya. Saat kita menaruh jari di mulutnya, bayi juga akan melakukan sucking reflex  atau refleks mengisap.

  1. Mengenali orang

Indra pendengaran menjadi indra paling tajam yang dimiliki bayi baru lahir. Maka, tak heran jika bayi akan akrab dengan suara Ibu mereka sejak lahir. Hal ini juga sudah terjadi kala si kecil masih di dalam rahim. Selain dari suara, bayi juga mampu mengenali aroma dan mengenali wajah manusia. Alison Gopnik, penulis buku The Philosophical Baby: What Babies’ Minds Tell Us About Truth, Love, and the Meaning of Life , mengungkapkan bayi lebih banyak mengenali wajah manusia ketimbang benda-benda lain di sekitarnya.