(6/8/18) Muhammad Tri Ardiyanto

“Gempa itu teguran Allah untuk umat dan pemimpin yang mendurhakai Syari’at Nya”, kata Pak Ustadz dalam ceramahnya. “Rasional dikit donk, jangan bawa-bawa Tuhan mulu. Tuhan kok disalahin.Jangan politisasi  Tuhan. Ini fenomena alam mas bro! Gempa itu dampak dari pergeseran lempeng benua! Ilmiah dikit kek jangan dikit-dikit agama kasian Tuhan disalahin mulu“, sahut sekuleris muda, di sosmednya, yang bangga dengan Ke Ipaannya.

Andai si sekuleris ini mengaji soal Qodho Qodar, Insya Allah dia akan jauh lebih cerdas.

Benar bahwa tsunami dan gempa bumi itu hasil dari Pergerakan lempeng bumi. Betul bahwa erupsi gunung berapi itu hasil dari gelegak panas inti bumi. Ada betulnya tetapi juga banyak salahnya. Persoalannya adalah gelegak panas bumi itu tidaklah menciptakan dirinya sendiri.

Toh, handphone kita pun bergetar karena ada yang memanggil , bumi pun “bergetar” karena pasti ada yang “memanggilnya’’.

Manusia tahu bahwa penyebab gempa bumi adalah pergeseran lempeng benua. Tapi manusia tak tau, kapan, di mana, & siapa saja yang akan kebagian gempa. Jangan lupa bahwa semua fenomena semesta ini berada di dalam genggaman tangan Allah ta’ala. Karena Dia lah penciptanya.

Pertanyaan unik pun muncul, Apakah setiap fenomena alam yang terjadi merupakan teguran dari Allah? Ataukah semua fenomena alam adalah kepastian cara Dia menegur?

Tak satupun kejadian alam terjadi diluar kehendak Allah. Tak ada satupun ketetapan Allah terjadi untuk main-main. Dalam sebuah ayat Qur’an Allah Ta’ala berfirman : “..dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lohmahfuz)”. (QS Al An’aam 59). Perkara yang sepele pun Allah telah tetapkan ketentuannya. Apalagi dengan perkara yang lebih besar kejadiannya. Ketika Allah menghendaki sesuatu pastilah meninggalkan hikmah. Sebagai hambaNya, Tugas kita adalah mencari tahu dan mengambil pelajaran dari segala peristiwa yang terjadi.