mata-minus

GEJALA MATA MINUS – Tidak sedikit anak-anak yang sudah memakai kacamata minus saat usia mereka baru menginjak sekolah dasar. Dimana pada usia-usia tersebut
seharusnya mata bisa berkembang dan bisa bekerja optimal seiring dengan usia mereka yang masih sangat belia. Namun sekarang banyak sekali kejadian-kejadian atau peristiwa yang mengharuskan mereka memakai kacamata minus. Hal ini bertujuan agar penglihatan mereka bisa kembali normal dan tidak mengganggu aktifitas belajar mereka.

Dalam istilah kedokteran, mata minus biasa disebut Miopi atau Rabun Jauh. Dimana mata tidak bisa melihat benda pada jarak jauh. Pandangan mata akan kabur apabila melihat benda yang terlalu jauh. Miopi ini bisa bertambah seiring dengan pertambahan usia anak.

Apa saja gejala , tanda dan ciri ciri  jika seorang anak  kecil mengalami mata minus?

Umumnya gejala mata minus mulai dirasakan  oleh pengindapnya  pada masa anak anak  hingga usia sekolah . Pada anak kecil , Gejala mata minus ini dapat dlihat oleh orang tua jika sang anak :

  1. Sering mengalami kelelahan pada mata
  2. Sering menggosok mata
  3. Berkedip berleihan.
  4. Sakit kepala dan ketegangan mata.
  5. Bergerak lebih dekat ke objek untuk melihat dengan jelas.
  6. Memiringkan kepala tau menyempitkan mata saat membaca atau menonton TV untuk lebih baik

Gejala mata minus pada anak tersebut perlahan lahan akan makin parah seiring bertambah nya usia .Jika anak anda mengalami penurunan  daya penglihatan secara signifikan hingga menggangu aktivitas sehari hari, periksakan kondisi mata anak anda ke dokter ahli mata atau konsumsi segera obat mata minus.

Berikut ini beberapa  penyebab mata minus pada anak:

  1. Kurang mengonsumsi zat karoten

Salah satu penyebab mata minus adalah karena kurangnya zat karoten, sehingga anak diharuskan makan-makanan yang mengandung zat tersebut. Zat penting dalam perkembangan fungsi penglihatan ini banyak ditemukan pada sayur-sayuran seperti wortel, bayam, tomat, dan sayur-sayuran berwarna lainnya. Sedangkan buah yang dianjurkan antara lain pisang, pepaya, buah naga, apel, dan umbi-umbian. Balita yang masih dalam masa pertumbuhan sangat dianjurkan makan makanan tersebut agar perkembangan penglihatannya sempurna.

  1. Tidur dalam kamar dengan cahaya terang

Mata minus juga dapat disebabkan karena kebiasaan yang salah. Anak yang tidur dalam keadaan terang memiliki potensi lebih mudah mengalami mata minus. Bayi 0-2 tahun berisiko mengalami mata minus ketika ia balita jika sering tidur dalam keadaan terang. Jadi, usahakan lampu kamar dalam keadaan redup untuk meminimalisasi risiko rabun pada anak.

  1. Menatap komputer atau televisi dalam jarak dekat

Penggunaan komputer atau televisi terlalu lama dalam jarak dekat dapat mengakibatkankan mata minus pada anak. Sebaiknya, kurangi penggunaan komputer tablet atau televisi. Lebih baik, ajak anak beraktivitas fisik seperti bermain di outdoor agar kegiatannya seimbang.

  1. Menggunakan gadget di ruangan yang gelap

Seringkali orangtua menggunakan gadget seperti smartphone atau komputer tablet untuk memutar film agar anak cepat tidur. Padahal, menatap layar tablet di ruangan yang gelap bisa merusak mata. Karena retina harus bekerja keras saat menyesuaikan antara cahaya terang dari layar gadget dengan minimnya cahaya pada ruangan.

  1. Melihat Bacaan dengan Huruf Kecil

Melihat tulisan-tulisan yang kecil memaksa mata anak bekerja lebih keras. Karena itu, pilih buku-buku khusus anak atau balita dengan tulisan besar walaupun si kecil belum bisa membaca sendiri. Pilih gambar dan warna yang menarik sehingga merangsang visualnya.

Terima kasih anda telah membaca artikel mengenai gejala mata minus pada anak. Semoga artikel mengenai gejala mata minus pada anak dapat bermanfaat untuk anda.