Susah tidur malam atau yang di sebut dengan insomnia, Bila seseorang yang pernah mengalami seperti ini  pasti badanya akan kekuranagan energi, mood, kebugaran tubuh, dan kemamapuan beraktivitas selama sehari ke depan karena kebutuhan tidurnya yang belum cukup terpenuhi  .

Insomnia adalah ketidakmampuan untuk mendapatkan jumlah tidur yang kita butuhkan untuk terbangun di pagi hari mersa segar dan bertenaga. Setiap orang memiliki jumlah waktu tidur yang berbeda , insomnia di definisikan dari kualitas tidur anda  dan bagaimana persaan anda setelah  terbangun di pagi hari  bukan jumlah jam tidur atau seberapa cepat anda terlelap  di malam hari. Bahkan jika anda menghabiskan 8 jam tertidur, jika anda mersa ngantuk dan lesu di siang hari, mungkin anda insomnia.

Insomnia ini juga bervariasi dalam beberapa lama episode berlansung dan seberapa sering  terjadi, jangka pendek (insomnia akut) atau bertahan lama (insomnia krionis). Gangguan ini juga dapat datang dan pergi, bahkan di saat anda tidak memiliki masalah tidur. Insomnia akut dapat bertahan dari satu malam hingga beberapa minggu , sedangkan untuk insomnia kronis ini  bertahan setidaknya tiga malam dalam kurun waktu satu minggu dan berjalan selama sebulan atau lebih.

Berikut beberapa penyebab insomnia:

  1. Jadwal waktu tidur yang berbeda

Tubuh kita juga memiliki  kebutuhan konsistensi . Jika anda menjaga jadwal tidur yang sama selama hari kerja, namun terbiasa  pergi tidur lebih larut selama akhir pecan, jangan harapuntuk mendapatkan waktu terlelap dengan tepat waktu mengikuti jadwal tidur di hari biasa  saat minggu malam. Kebisaan ini di sebut juga sebagai (social jet lag) oleh para ahli, karena anda secara efektif  memaksa tubuh anda untuk beralih  antara dua zona waktu yang berbeda setiap minggu.

  1. Anda tidak punya rutinitas menjelang tidur

Seringnya, begitu Anda merasa lelah setelah beraktivitas seharian, Anda cenderung untuk langsung tertidur begitu saja tanpa persiapan apapun untuk menabung lebih banyak waktu tidur. Yang tidak kita sadari, rutinitas kecil menjelang tidur ternyata bermanfaat untuk mempersiapkan tubuh beristirahat.

Satu jam sebelum waktu tidur, habiskan 20 menit pertama untuk menyelesaikan utang ‘PR’ yang harus dikerjakan (misalnya, membalas email kantor, menyiapkan pakaian untuk esok hari) dan 20 menit setelahnya untuk menyiapkan Anda tidur (cuci muka, gosok gigi, ganti baju tidur). Untuk 20 menit terakhir, lakukan satu hal yang dapat menenangkan tubuh dan pikiran, misalnya yoga ringan, meditasi, atau membaca buku sambil ditemani segelas susu hangat. Setelah 60 menit usai, matikan lampu dan pergi tidur.

  1. Anda tidur terlalu cepat

Dilansir dari Reader’s Digest, sembilan puluh persen dari penderita insomnia tidur terlalu cepat dari jadwal biasanya. Walaupun kedengarannya tidak efektif, tapi terjaga sedikit lebih lama akan mengirimkan sinyal kepada sistem homeostatik tubuh bahwa Anda memerlukan lebih banyak tidur. Jadi, saat Anda benar-benar tidur, Anda akan terlelap lebih cepat.

Dalam terapi perilaku kognitif (CBT), dokter seringnya akan memulai dari waktu bangun pagi Anda, kemudian menghitung mundur dalam 6-7 jam ke belakang. Misalnya, Anda bangun pagi pukul 05.30, artinya waktu tidur Anda sekitar pukul 11:30. Membatasi waktu tidur Anda mengirimkan pesan kepada tubuh Anda bahwa Anda lebih aktif dan membutuhkan tidur ketika Anda mencobanya.

  1. Terlalu gelisah di tengah malam

Jika Anda terbangun di tengah tidur merasa cemas dan dipenuhi oleh ratusan pikiran yang berjalan bolak-balik dalam bayangan Anda, lebih baik bangkit dari tempat tidur. Tapi, yang paling menentukan seberapa baiknya Anda beristirahat adalah apa yang Anda lakukan setelahnya. Jauhi hal-hal yang membangkitkan stimulasi tubuh, misalnya memeriksa email atau nge-tweet mengeluhkan insomnia Anda. Pilih aktivitas yang Anda sukai misalnya merajut atau meneruskan membaca novel seru favorit Anda, untuk membantu meminimalisir kecemasan yang sering dirasakan oleh penderita insomnia.

  1. Beranjak dari tempat tidur saat terbangun di tengah malam

Saat Anda terbangun di malam hari, sebaiknya tetap berada di tempat tidur dan jangan beranjak pergi. Jika Anda merasa santai dan tenang, tidak apa untuk sekadar berbaring sejenak menunggu untuk tertidur kembali. Anda bisa menyiasatinya dengan mencoba menghitung mundur dari 100 untuk memicu rasa ngantuk, dibandingkan harus bangkit dari tempat tidur merasa frustrasi, yang pada akhirnya hanya akan menyegarkan tubuh Anda.

  1. Terlalu khwatir tak punya banyak waktu untuk tidur.

Persaan khwatir seperti ini  dapat menimbulkan insomnia misalkan karena anda terlalu khawatir anda terus memperhatikan jarum jam yang berjalan, anda akan segera menghitung berpa lama waktu yang anda miliki  sampai anda harus bangun pagi . Hal ini dapat membuat anda tambah stress dan gelisah , sekaligus meningkatkan produksi adrenalin dan kortisol, hormone yang akan membuat anda waspada dan akan menganggu tidur nyenyak anda.

  1. Merasa harus tidur 8 jam penuh

Orang dewasa pada umumnya tidak membutuhkan dan tidak mendapatkan delapan jam waktu tidur setiap malam.

Beberapa orang butuh tidur malam selama sembilan jam, namun tidak mendapatkannya karena merasa terlalu lama, sementara beberapa lainnya termasuk orang yang dapat tidur selama enam jam saja, tapi merasa tidak cukup. Jika Anda bisa terbangun di pagi hari tanpa alarm dan tidak merasa lesu kemudian, Anda mungkin sudah menjalani jumlah tidur yang tepat untuk Anda

  1. Menderita nyeri kronis

Setiap kondisi yang membuat Anda terperangkap dalam ketidaknyamanan dapat menganggu nyenyaknya tidur Anda. Arthritis, nyeri pinggang atau punggung, gangguan asam lambung, fibromyalgia, dan banyak nyeri kronis lainnya dapat membuat Anda terjaga di malam hari. Terlebih lagi, kehilangan jumlah tidur dapat membuat rasa sakit semakin memburuk.

  1. Pengaruh obat-obatan

Berbagai obat yang digunakan untuk mengatasi bermacam-macam kondisi, mulai dari tekanan darah tinggi, pilek dan flu biasa, hingga asma dapat menyebabkan insomnia sebagai efek sampingnya. Bahkan jika Anda sudah membatasi konsumsi kopi di siang hari supaya tidak menganggu tidur malam Anda, beberapa obat-obatan dapat mengandung kafein atau zat stimulan lainnya, Beragam obat dikenal sebagai pengganggu kualitas tidur, mulai dari menghambat tidur REM, memblokir produksi melatonin, merusak kadar alami enzim atau jalur lain dalam tubuh. Untungnya, banyak alternatif obat yang menimbulkan sedikit gangguan untuk tidur Anda, maka bicarakanlah dengan dokter jika Anda sedang menggunakan obat-obatan tertentu dan mengeluh kesulitan tidur.

  1. Kondisi kesehatan mental

Masalah kesehatan mental yang mendasari sering dapat mempengaruhi pola tidur seseorang, misalnya gangguan kecemasan klinis atau depresi yang dapat menyebabkan kekhawatiran dan kecemasan berlebih yang dengan konsisten mengganggu tidur Anda. Berita buruknya, jika Anda memiliki gangguan kecemasan, mengkhawatirkan pola tidur dapat semakin menyulitkan Anda untuk tidur nyenyak. Selain itu, beberapa orang yang memiliki depresi mungkin juga akan tidur terlalu banyak.

  1. Alergi

Dilansir dari Huffington Post, mata memerah dan gatal serta hidung mampet tersumbat dapat mengganggu kualitas tidur seseorang secara konsisten. Bahkan sekitar 59 persen orang yang memiliki alergi pernapasan melaporkan mengalami gangguan tidur akibat gejala yang timbul. Sebuah studi tahun 2006 menunjukkanbahwa gangguan tidur dan alergi mungkin memiliki keterlibatan, karena orang-orang yang memiliki alergi lebih mungkin dua kali lipat menderita gangguan tidur, seperti insomnia. Para ahli mengatakan bahwa ketaatan pada aturan tentang kebersihan tidur yang baik (kamar tidur yang gelap, dingin, dan tenang, juga menjauhi elektronik dari kamar tidur) dan trik pengentasan gejala alergi (mandi sebelum tidur, mengganti seprai dan sarung bantal rutin) adalah kunci dari tidur nyenyak dengan alergi.

  1. Sindrom kaki gelisah (restless legs syndrome)

Sindrom kaki gelisah, alias RLS, menyebabkan sensasi tidak nyaman di kaki yang bisa sangat menyulitkan sehingga mencegah penderitanya untuk jatuh terlelap. Bahkan ketika kondisi ini sudah ditangani, keluhan sulit tidur malam masih tetap berlanjut. Penyebab potensial dari kondisi ini kemungkinan karena tingkat abnormal tinggi dari neurotransmitter yang terlibat dalam peningkatan gairah, disebuut glutamat, pada penderita RLS.

  1. Cacingan

Infeksi cacing kremi adalah jenis infeksi yang sangat umum, di mana cacing kremi kecil akan menyerang usus dan berkembang biak di dalamnya. Kebanyakan orang tidak mengalami komplikasi serius dari kondisi ini. Pada kasus langka, cacingan terkadang dapat menyebabkan infeksi saluran kandung kemih pada wanita. Cacing kremi juga dapat berjalan dari anus ke vagina, mempengaruhi rahim, saluran tuba fallopi, dan organ panggul lainnya. Vaginitis, endometris (peradangan dinding rahim), atau infeksi lainnya juga dapat timbul sebagai akibat. Sejumlah besar cacing dalam usus juga dapat menyebabkan sakit perut. Akibat dari nyeri kronis dan ketidaknyamanan ini, seseorang dapat mengalami insomnia.